Tuesday, April 15, 2008

KPI Pusat Peringatkan TPI dan Indosiar

Dua televisa swasta, TPI dan Indosiar, yang menayangkan program reality show ajang pencarian bakat, mendapat peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. TPI untuk tayangan Dadakan Dangdut Mania 2, sementara Indosiar untuk tayangan Super Seleb Show; Star Dut, dan Mama Mia Konser.

 

“KPI menilai Dadakan Dangdut Mania 2 telah mengeksploitasi kesedihan para peserta dengan pancingan pertanyaan host dan para juri, tak jarang menyudutkan peserta. Pancingan pertanyaan itu memaksa peserta mengungkap kehidupan pribadi mereka yang semestinya tidak pantas disiarkan di ruang publik,” kata Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja dalam siaran persnya, Selasa (15/4) di Jakarta. Sedangkan peringatan untuk Indosiar terkait acara Super Seleb Show (Senin-Rabu), Star Dut (Kamis dan Minggu), dan Mama Mia Konser (Jum’at) yang tayang saat umat Muslim menunaikan shalat Maghrib, pukul 18.00 WIB. “Hasil diskusi dengan Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan kelompok masyarakat lain, KPI Pusat menilai penayangan program tersebut mengganggu ibadah sholat maghrib yang dijalankan umat Islam,” ujar Djuarsa. Dalam Surat Peringatan No 177/K/KPI/04/08, KPI Pusat meminta Indosiar memindahkan jam tayang, dari pukul 18.00 menjadi 19.00 WIB. KPI juga meminta Indosiar memperjelas format acara Super Seleb Show, yang mengandung lelucon-lelucon kasar dalam dialog antara pembawa acara dan komentator.

 

(Sumber: KOMPAS, halaman 12, edisi Rabu, 16 April 2008)

Thursday, April 10, 2008

[Baju] Kita Mirip Ga Si?




Apalagi ya yang mirip...? Hohoho...
Buat Natalia: Kapan2 kita pakai bersama yuks... =)

Mayat-Mayat Cinta

Nama Acara

:

Mayat-mayat CInta

Deskripsi

:

Naskah : Agung Wijaya
Penata Musik : Bahrudin F. Bolu
Video Klip : Henry Cahya .P
Penata Adegan : Arief Kurniawan
Sutradara : M. Ahmad Jalidu
Dimainkan oleh : Alex Suhendra, Arief Kurniawan, Ulin Najah, Resti, Siwie, dan Ino'

Jadwal

:

Tgl. 18/04/2008 s/d 19/04/2008
Jam. 20:00

Lokasi / Tempat

:

Gedung Tejokusumo, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta

Kontak / Telepon

:

Informasi / 08175486266

Dresscode

:

Bebas

Harga

:

Tiket Rp. 10.000,-

 

Ayat-Ayat Cinta memang hebat. Membuat penontonnya menangis tiada henti, tp ada juga yg tertawa ngakak sepanjang film, yg ketiduran juga ga dikit. Ada yang optimis akan menjadi film terbaik tahun 2008, ada juga yg menganggapnya sinetron pra bayar, another Punjabi’s crap.

 

Aku ga ikut2an ya dalam opini2 itu… Hehehe…Piss!!

 

Buat aku pribadi, prestasi Ayat-Ayat Cinta bukanlah jumlah penontonnya, bukan krn presiden dan wakil serta mantan presiden menontonnya, bukan juga pengaruhnya dlm menghadirkan banyak penonton pendatang baru ke bioskop (itu kan krn tim marketing dan promosinya bekerja sebagaimana mestinya. Ada yg ngiklan di air keruh pula.. Hohoho…).

 

Bagiku prestasi Ayat-Ayat Cinta adalah:

  1. VCD bajakannya sudah beredar sebelum film nya diputar di bioskop (jd dijamin bukan hasil pengambilan gambar menggunakan handy cam di dalam bioskop yg suka ada gambar org jalan bolak-baliknya)
  2. Karakter2nya menginspirasi scenario becandaan di SuperMama (pas Ivan Gunawan pake tisu buat jd cadar kocak banget dah.. I loph u, Ivan!)
  3. Masuk ke kolom pojok Mang Usil Kompas, walau ngga serta merta disebut si, tapi semua org yg baca pasti tau yg dimaksud adalah film ini
  4. Dan yang terbaru ini: menjadi inspirasi dalam berkarya. Ku blm konfirmasi si, apakah ide membuat judul lakon teater ini original atau ada pengaruh dari Ayat-Ayat Cinta. Tapi yang jelas ini hal yg kocak. Pemilihan kata yang brilian! Salut buat Agung Wijaya dkk. Pentasin di Jakarta juga dunk… Bandung juga boleh.. Eh, si Alex Suhendra yg jd Fachri-nya kali yaaaa... Piss!!

No offense ya semuanyaaaa...

Cheers!

Tuesday, April 8, 2008

Podium Cinta

Seorang kawan bermaksud untuk memiliki pasangan setelah beberapa lama menyendiri. Dia mengawali niat tersebut dengan skrining. Dia jadi lebih sering jalan-jalan, lebih sering makan di kantin dan lebih sering berlayar di dunia maya. Dia selalu menceritakan setiap perkembangan proses mendapatkan tambatan hati itu.

 

Dah nemu lumayan banyak kandidat ni. Bantuin milih ya!”  

 

Itu kalimat pertamanya yang membuatku agak kaget. Dia sedang cari kekasih atau karyawan si? Sepertinya dia telah menetapkan kualifikasi seorang kekasih itu seperti apa dan memasukkan setiap orang yang memenuhi kualifikasi itu sebagai kandidat.

 

Udah ku-sort jadi tinggal beberapa ni. Sekarang tinggal cari info tentang mereka.”

 

Belum lama aku menerima kalimat itu, dia datang dengan 3 kandidat tersisa. Dia agak kebingungan menempatkan siapa yang menduduki peringkat pertama, kedua dan ketiga. Akhirnya di depanku dia ’menggelar’ semua informasi tentang ketiga gadis itu. Dia membanding-bandingkan tiap aspek dari ketiga gadis itu. Mulai yang bersifat fisik (tinggi badan, kecantikan) hingga hal yang abstrak (pengertian, potensi keberuntungan, cara tertawa). Hal-hal penunjang seperti keluarga, pendidikan dan jarak rumah juga ikut dibanding-bandingkan.

 

Setelah melewati perdebatan seru dengan dirinya sendiri (karena peranku hanyalah mengamati dan mendengarkan), akhirnya dia memutuskan bahwa si A yang terbaik (entah untuk dirinya atau di antara ketiga kandidat yang ada). Dan dia memutuskan untuk segera ‘meminang’ gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

 

Selama proses itu, aku tak sanggup berkomentar atau bertanya. Aku terlalu shock mendapati ada mekanisme seperti itu dalam mencari pasangan. Wooiii... apa kabar konsep belahan jiwa? Soulmate? Dari nonton Xena jaman kecil dulu, ku dapat cerita bahwa pada jaman dulu kala, manusia itu berpasang2an dalam satu tubuh. Jadi, 2 manusia bersatu. Kemudian Dewa mendatangkan petir dan memisahkan kedua tubuh itu. Dan sejak saat itu tiap orang akan mencari pasangan (jiwa) nya masing-masing.

 

Apa kabar juga konsep perempuan itu dari tulang rusuk pria? Sang pria menyatakan bahwa perempuannya adalah tulang rusuk yang selama ini dicarinya.

 

Aku malu punya seorang teman yg merusak puisi-puisi romantis. Rusak juga lagu-lagu melow yg ada. Sempurna-nya Andra jadi mentah. Ga ada tu kata2 “kau adalah darahku, kau adalah jantungku..”. "tertusuk panah cinta"-nya Chrisye juga jd hambar. "Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kita bertemu"-nya Ari Lasso juga jauh jadinya.

 

Sepanjang sejarah pertemananku, blm ada temen cewek yg bingung memberi peringkat ke cowok yang ditaksirnya atau cowok yang meminangnya. Ketika berhubungan dengan masalah cinta dan hati, kami tidak pernah menempatkan satu orang superior dari yang lain.

 

Kenapa cowok gitu ya? (langsung generalisasi gitu... hihihi....)

Friday, April 4, 2008

Ciumz

Aku suka dicium dan mencium (siapa yg tidak?). Sejak kecil ku sudah dibiasakan untuk cium pipi, makanya di keluargaku ga kenal adanya cium tangan, kami hanya mengenal cium pipi.

Pas kecil, pra sekolah kami dibiasakan mencium semua orang, semua teman. Ayo...disayang-disayang... Itu artinya kita disuruh mencium org di depan kita.

 

Ketika sudah mulai TK, kami diberitahu bahwa yang boleh mencium dan dicium hanya keluarga saja. Adekku agak sulit menerimanya, dan dia tetap mencium teman2nya yang berujung protes para ibu kepada ibuku. Akhirnya ibuku berkata dengan tegas bahwa adekku tidak boleh mencium teman2nya lagi. Dan dia ngambek, sampai sekarang dia tidak mau mencium kami kecuali saat lebaran atau kecuali dibayar. Tapi untunglah dia masih mau dicium.

 

Semasa aku sekolah sampai SMA, kebutuhan ciumku sangat terpenuhi oleh keluargaku. Ada bapakku , ibuku , adekku dan keluarga yg lainnya.

 

Jadi aku tidak pernah kekurangan ciuman.

 

Nah, ketika kuliah, jauh dari keluarga ku agak khawatir akan siapa yang mau menciumku dan mau kucium. Karena tidak semua teman dapat menerima ciuman dengan baik. (hal yg aneh menurutku, dicium ko ga mau...). tapi ternyata ada Okta yang tidak menganggap cium pipi itu aneh.

Maka tersalurkanlah ciumanku ke pipinya. Aku senang walaupun dia tidak pernah menciumku balik. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena kemudian ada yang ikut2an cium Okta. Aku merasa diduakan dan aku ga suka. Entah cemburu atau apa, yang jelas aku tidak mau berbagi pipi Okta dengan yang lainnya (ku sampai konsultasi dengan psikolog atas hal ini. hehehe...). Akhirnya kuputuskan untuk tidak mau mencium Okta lagi =) sampai sekarang, bahkan untuk pipi ketemu pipi juga tidaks.

 

Patah esa dua terbilang. Lalu aku bertemu dengan Miya dan Nila.

Mereka penganut cium pipi. Senangnya! Beberapa kali suka kepleset ma Nila (inget ga Nil yg di depannya Amoph, dan dia shock gitu... Hohoho...)

Kemudian ada juga si centil Acid... Pipinya chubby, bibirnya lembut. Hmmm... Yummy! Hohoho...

 

 

Trus kutemukan Icha.

Awalnya dia suka nutupin pipinya pake tangan, atau ga diolesi Autan (dia tau ku ga suka Autan). Tapi lama2 dia sukarela memberikan pipinya untuk bibirku, sekalipun di tempat umum. Hehehe...

 

(hmmm...ada yg klewat ga ya? lupa dah cium sapa aja... )

 

I love u all... Mmmmmmuuuuuuach!

 

[Ouw...miss u so bad, gals..]

Wednesday, April 2, 2008

Jangan tertawa! [Atau aku akan jatuh cinta]*

 

 

Jangan tersenyum kepadaku [hatiku kan menjadi damai]

Jangan tatap aku [dadaku kan mendesir]

Jangan perdengarkan suaramu [jantungku kan bergemuruh]

Jangan perlihatkan dirimu [ragaku kan mendambamu]

 [pokoknya] Jangan pedulikan aku [harapanku kan tumbuh]

 

Acuhkanlah keberadaanku

Berbaliklah kala kita bersilang jalan

Buang semua barangku yang ada padamu [tak perlu kau kirimkan]

 

Terlalu banyak bekas kamu yg menempel [yang tak kan bisa kuhapus]

Bekasmu pada [tubuh]ku pun belum terhapus**

 

Jangan angkat telfonku. Jangan balas SMSku. Jangan tanggapi emailku. Oya, jangan juga datang ke mimpiku. Atau aku akan jatuh cinta [lagi] padamu.

 

*dikutip dari sinetron Korea yang tak sengaja terdengar semalam

**modifikasi dari judul cerpennya Hamsad Rangkuti (lupa judulnya...yg banyak kata bibirnya lah pokoknya...)

Tuesday, April 1, 2008

If u were a 10 years old child, and u ran away from home with 10,000 US dollars with u. How’d u spend it?

Selasa, 1 April 2008

Seorang anak kabur bernama Ivan, usia 10 tahun, kabur dari rumahnya setelah dimarahi oleh ibunya karena tidak mengerjakan PR. Ivan kabur dengan membawa uang tunai 10 ribu dollar Amerika. Diketahui, satpam sekolahnya membantu dia menukar uang tersebut di sebuah money changer. Saat ini, satpam yang menyatakan bahwa dia tidak tahu kalau Ivan kabur dari rumah ditahan di Polres Depok. Dia hanya mengaku bahwa Ivan memberinya uang 700 dollar Amerika. Diduga ini bukanlah kasus anak kabur dari rumah, tapi disinyalir merupakan sebuah penculikan, mengingat Ivan membawa uang yang cukup banyak.

 

Rabu, 2 April 2008

Ivan telah ditemukan oleh seorang tukang bajaj dan diantar ke Polres Limo. Orang tuanya merasa senang dan lega. Ivan pun nampak tenang dan biasa-biasa saja. Uang yang dibawanya kabur hanya tersisa 500 ribu rupiah.

 

Yang kubingung dari kedua berita yg kutonton di Nuansa Pagi 2 hari ini adalah:

  1. ko bisa si dimarahin trus kabur dari rumah?
  2. ko bisa si ada uang tunai segitu di rumah? Sang anak tau pula di mana tempat nyimpennya!
  3. ko bisa dalam 2 hari duit 92 juta itu hanya sisa 500 ribu??? 700 dollar dikasih ke satpam, lainnya??? Kalo dia remaja tanggung si mungkin aja dia bergabung dengan Elliot Spitzer, berguru cara menawar (hohoho...). Tapi ini anak 10 tahun?? Sekolahnya masih pake celana pendek!  Bisa apa aja si anak 10 tahun jaman sekarang?

*sigh*

*sigh*

*sigh*

*sigh*

Hhhhhh.....