Monday, April 28, 2008

[Masih] Gundik

Tak perlu kau minta maaf padaku. Aku cukup menikmati hujaman matamu [yang seolah ingin memakanku]. Seperti halnya aku menikmati sekilas usapan tangan kananmu di punggungku saat tangan istrimu melingkar di lengan kirimu [di malam itu]. Dan tahukah kamu, setiap kali kita berjabat tangan aku [merasa] tersedot ke dalam mu. Kau melelehkanku dan menghisapku!

 

Janganlah kau berpikir ku akan menghukum mu nanti malam. Kau tahu aku tidak seperti itu. Aku akan selalu menerima [perlakuan] mu. Masa kau lupa bahwa aku sama sekali tidak gusar ketika kau [harus] menurunkan ku di tengah jalan [karena istrimu minta dijemput]. Tak ada gejolak amarah juga saat rencana kita buyar kala agenda istri kamu berubah. Hanya akan ada satu gejolak di diriku [kau tahu, kan?]

 

Sudah kuterima apa yang kaukirimkan pagi ini. Kupastikan dia kan bergabung dengan kita nanti malam.

 

I’m excited!

Sunday, April 27, 2008

Medley [lumayan] Kreatif dari Yang Udah Ada

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Sebagai pengagum orisinalitas ide, awal2 nonton film ini ku agak2 terganggu. Setiap scene pasti mengingatkanku pada sesuatu, bahkan karakter anak kembarnya juga. Jadi pas awal, ku belum begitu menikmati dengan baik jalan cerita ataupun wujud gambarnya. Puncaknya adalah saat adegan Dian Sastro di Menghapus Jejak-nya Peter Pan muncul dalam wujud Cacing jalan di belakang Calista dan menirukan tiap gerakan Calista. Ku baru ngeh dan mudheng bahwa memang model film ini adalah modifikasi dari apa yang sudah ada. Mulai dari iklan provider telepon, nama acara di TV, sampai nama Saiful Jamil yang sedang populer juga ‘dipake’. Bahkan format interview di sofa merahnya juga ngambil dari suatu rubrik di majalah pria dewasa. Baru deh ku bisa menikmati filmnya dan mulai mengagumi betapa nice-nya pengambilan gambar dari atas gerobak bakso dengan dua mangkok kotor tertumpuk di sudut ‘frame’.

Boleh juga konsepnya (lepas dari critanya yang cukup sangat sederhana). Tapi menurutku kurang total. Seperti beberapa film lain, di film ini juga ada penampilan produk2 sponsor, yaitu teh dalam botol dan rokok. Nah, maksudku adalah kedua produk itu jangan cuma ditampilkan dengan menyorot billboard dan tumpukan krat, yang seolah2 tidak sengaja tertangkap kamera pas syuting. Tapi adaptasi dan modifikasi iklan2 produk itu juga dunk. Kupikir itu akan lebih bagus dan lebih ngiklan daripada adegan ujan2 neduh di halte, trus si pria ngasi teh dalam botol ke si perempuan. Trus tiap kali pria2 itu nongkrong pasti minumnya teh dalam botol itu. Too much dan maksa ah (tapi masih jauh lebih mending daripada teh hijau dalam botol plastik sebagai teman ngobrol di tepi sungai Nil si... Hihihi...). Mendingan ya itu tadi pake adegan iklan aslinya, kalau perlu salah satu tokohnya dikasih nama Slamet mengingat iklan teh itu melambungkan nama ’Slamet’ (mulai dari ”Slamet Datang” sampai ”Slamet kan Badak Jawa”. Hohoho...). Jangan cuma nama ”Dadang” aja yang dipakai untuk adegan ”Akhirnya Dadang juga...”.

Hohoho... Piss!!

Friday, April 25, 2008

Gundik [kecil-kecilan]

Maaf tadi siang aku tidak bisa menyapamu, karena ada teman istriku [kau pasti mengerti, kan?]. Besok istriku masuk kerja malam. Saat itu kan kubayar salahku siang ini dengan tunai dan lunas [tanpa menyicil]. Terserah mau kau apakan aku [akan kuturuti]. Aku milikmu sepenuhnya besok malam [seperti malam-malam sebelumnya kala istriku kerja]

 

Udah dulu ya, aku udah sampai depan rumah [dan istriku sedang membukakan pintu].

 

I love you

Wednesday, April 23, 2008

Pasukan Berkerudung (Hohoho...)




Venue: Erasmus Huis, Jakarta
Date: April 12, 2008 (10.00 pm)

Nonton resital duo piano bareng teman2 yang tak disangka2 semuanya berkerudung. Nyadarnya pas Pak Satpam nya terpana, "Ga salah tempat kan ya Dik? Di sini pertunjukan piano.". Hohoho...

Tuesday, April 22, 2008

Monday, April 21, 2008

Hari Kartini di Kereta

"Sehubungan dengan peringatan hari Kartini, maka pada hari ini mari kita berikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk mendapatkan tempat duduk. Buat penumpang laki-laki yang duduk, silakan berikan tempat duduknya kepada penumpang perempuan. Terima kasih"

Announcement itu diperdengarkan saat kemaren kereta mau diberangkatkan dari stasiun Dukuh Atas. Sebagian besar penumpang mendengarkan dengan seksama (berharap bahwa tiket akan di refund), kemudian tertawa. Ada-ada aja ni PT KAI... Harusnya skalian aja kalo pas hari guru, yang berprofesi sebagai guru mendapat prioritas duduk. Pas hari buruh, juga begitu.. =) 

Kalau aku si tidak begitu terobsesi untuk mendapatkan tempat duduk di kereta, toh aku selalu bawa koran yang bisa digelar. Keinginanku adalah hentikan kebrutalan dan keganasan saat akan naik kereta.

Aku suka heran dengan para penumpang kereta. Pas nungguin kereta semua nampak biasa2 saja, kalem2 aja. Tapi begitu kereta datang, semua berubah menjadi brutal dan ganas. Ga bapak2, ga ibu2. Pokoknya semua. Apalagi sesaat sesudah pintu dibuka, keganasan semakin menjadi, dorong-mendorong ga kira2. Kadang ada yang jatuh, ada yang keinjek kakinya.

Aku dua kali jadi korban. Pertama ada siku mengenai badanku, disertai kaki terinjak. Lumayan... Yang kedua (dan semoga terakhir) badanku terdorong dan aku menabrak tiang besi pegangan. Tiang besi, saudara2! Badanku (yang empuk ini) berbenturan dengan tiang besi! Napasku langsung tertahan dan tanpa diperintah mataku langsung berair. Sensasi rasanya ruarrr biasa! 

Serba salah tingkahlah aku dan temanku waktu itu. Mau ngecek gimana keadaannya, ga mungkin. Mau dipegang untuk dielus juga ga mungkin. Mau nyamperin orang yg ngodorong untuk minta pertanggungjawaban, bingung... Bentuk tanggung jawabnya apa? Akhirnya aku hanya bernapas pelan...pelan..sambil menikmati sensasi senut2 itu..  =)

Sejak saat itu ku lebih memilih naik ke kereta paling terakhir daripada harus berebutan dengan kerumunan makhluk ganas itu ^_^

Jadi kuusul buat PT KAI, untuk peringatan hari Kartini tahun depan announcement nya diganti menjadi

"Sehubungan dengan peringatan hari Kartini, maka pada hari ini mari kita berikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk naik ke atas kereta terlebih dahulu. Bagi penumpang laki-laki silakan duduk yang rapi di bangku yang tersedia di peron sampai semua penumpang perempuan telah berada di dalam kereta. Dan bagi penumpang perempuan jangan terburu-buru dan saling mendorong. Terima kasih"

Wednesday, April 16, 2008

Adaptable Dentist

(Denger si fatri sakit gigi, jd inget ttg seseorang... Hihihi...)

 

Berkata dia kepada si poni lempar

Kenapa pipinya? Ko bengkak? Habis dicium yaaaa.... Hehehe.. Yuk diperiksa dulu..

 

Mmmmhhh.... Muka kamu asimetris ya? Perhatikan ya..saya buat garis imajiner di wajah kamu. Tuh kan, alis kanan dan kiri kamu ga sama. Trus hidung kamu, beda kan bentuknya? Nah, ini ni yang paling jelas. Bibir kamu ga imbang. Auw! Jangan digigit dong... Dagu kamu kalau diliat2 juga asimetris lho..

Tapi walaupun asimetris, kamu tetep cantik ko... [senyum]

Baiklah.. Gigi mana yang sakit?

 

 

Berkata dia kepada si kerudung

Insya Allah tahun ini saya akan serius mencari pasangan. Saya sudah bilang ke murob saya, bahwa saya siap.

Kenapa kamu kaget? Walaupun sudah tua begini, saya masih ikut liqo lho. Biar tetap bisa update ilmu dan menjaga hati. Saya tidak pacaran, saya akan taaruf.

Kalau kamu murobinya siapa? Orang mana? Kenal ga ya dengan murob saya? Eh, ga bisa jawab ya? Ntar aja ya jawabnya sesudah saya selesai priksa gigi kamu.

 

Beberapa hari kemudian...

Berkata dia kepada di poni lempar

Kamu kenapa kemaren ga datang? Saya kan sudah bilang, obat yg saya kasih itu manjur, jadi pasti gigi kamu sakitnya akan hilang. Tapi kamu harus tetap datang, karena masalah di gigi kamu belum dibereskan. Semua pasien itu sama saja, datang pas sakit aja, habis itu ga pernah nurut kalo disuruh datang lagi.

Non... Saya nyuruh kamu datang kemaren itu demi kamu, bukan karena saya pengen ketemu kamu. Sekarang, mana hasil panoramic-nya?

 

Berkata dia kepada si kerudung

Assalamualaikum.. Gimana giginya? Sudah sembuh kan? Kenapa tidak datang kemarin? Ingat, Allah tidak suka pada org yang tidak dapat memegang janjinya... [senyum] Tapi tenang, saya tidak marah ko.

[betul, Dok?]

Betul. Apakah saya terlihat seperti orang yang sedang marah?

[emmmhhhh...ga si? Emang Dokter kalo lagi marah apa yang Dokter lakukan?]

Membaca Alqur’an.

[haaa??]

Iya, ada suatu hadist, “.............ka..li...mat ber...ba...ha..sa A...rab..............”. Artinya bacalah AlQuran ketika kamu sedang marah.

[..............]

Baiklah, kamu bawa hasil panoramic nya?

 

Keterangan: si poni lempar: Acid

                      Si kerudung    : Tata

                     Sang dokter gigi: Hohoho...sebut nama ga yaaaa..?