Wednesday, November 26, 2008

Dear BPOM, adu...adu...adu...adu...

Ini kusalinkan daftar kosmetik yang dilarang beredar oleh BPOM:

  1. 1. Doctor Kayama Whitening Day Cream
  2. 2. Doctor Kayama Whitening Night Cream
  3. 3. MRC Putri Salju
  4. 4. MRC PS Crystal Dream
  5. 5. Blossom Day Cream
  6. 6. Blossom Night Cream
  7. 7.Cream Malam
  8. 8. Day Cream Vitamin E Herbal
  9. 9. Locos Anti Fleck Vitamin E dan Herbal
  10. 10. Night Cream Vitamin E Herbal
  11. 11. Kosmetik Ibu Sari krim Siang
  12. 12. Krim Malam

13. Meei Yung (putih)

14. Meei Yung (kuning)

15. New Rody Special (putih)

16. New Rody Special (kuning)

17. Shee Na Whitening Pearl Cream

18. Aily Cake 2 in 1 Eye Shadow “01”

19. Baolishi Eye Shadow

20. Cameo Make Up Kit 3 in 1 Two Way Cake dan Multi Eye Shadow dan Blush

21. Cressida Eye Shadow

22. Kai Eyes Shadow & Blush On

23. Meixue Yizu Eye Shadow

24. Nuobeier Blusher

25. Nuobeier Blush On

26. Nuobeier Pro-make up Blusher No 5

27. Sutsyu Eye Shadow

 

Adu...adu...adu...

 

Ibu Kepala BPOM... Coba baca yang nomer 7, 8, 9, 11,12 deh.. Terutama nomer 7 ma 12. Itu maksudnya produk yg mana? Udah gambar produknya ga ada, merk nya pun tak ada...

 

 

Ibu tau ga hubungan kucing ama hewan? Jadi...kl semua kucing itu pasti hewan, tapi tidak semua hewan itu kucing. Bisa ditangkap kan Bu penjelasan saya?

 

 

Sekarang ke masalah kosmetik...

 

 

Jadi misalkan saya punya krim yang aturan pemakaiannya di malam hari dari Erha Clinic. Nah, Krim Malam Erha Clinic saya itu adalah krim malam, tapi tidak semua krim malam adalah Krim Malam Erha Klinik.

 

 

Nah, kalo Ibu bilang krim malam dan night cream dilarang beredar...Krim Malam Erha Clinic saya juga dilarang, Bu?

 

 

 

Monday, November 24, 2008

Temanku Seorang Kriminal Kereta

Kriminal kecil2an si… Bukan tukang nyolong bantalan rel atau kabel. Tp tetep aja...yang namanya kriminal adalah kriminal kan?

 

Tiap hari kami berangkat ke kantor bersama-sama, naek KRL. Harga tiket yang berlaku adalah Rp 9.000,00 untuk sekali jalan. Pemeriksaan tiket dilakukan 3 kali:

  1. Sebelum masuk ke area peron, kita diminta untuk memperlihatkan tiket. Asumsinya org yang tidak bertiket tidak akan bisa memasuki peron. Walaupun kadang masih ada juga org yang menggunakan dalih, ”Cuma nganter ko, Pak...”
  2. Di dalam kereta akan ada petugas yang memeriksa tiket. Tiket diminta untuk dilubangi trus dikembalikan lagi.
  3. Pada saat akan keluar dari area stasiun, kami diminta menyerahkan tiket ke petugas yang berdiri di pintu keluar stasiun

 

 

Dengan penjagaan dan pemeriksaan 3 lapis tersebut PT KAI berharap tidak akan ada lagi penumpang gelap. Atau minimal jumlah penumpang gelap berkurang lah jumlahnya. Ibaratnya bisa lolos dari 1 pemeriksaa akan kena di pemeriksaan berikutnya.

 

 

 

Trus kalau dulu kan ada ritual kasih duit ke petugas kereta oleh penumpang tidak bertiket. Jadi, dia ga beli tiket. Kalau ada petugas, salamin aja pake duit seribu (kl keretanya ekonomi) atau 5 ribu (kalau keretanya ekspress). Tapi hal itu ga kulihat lagi lho.. Kalau ada yang kedapatan ga ada tiket ya didenda sama petugasnya dan ada bukti dendanya (suplisi namanya kl ga salah).

 

 

Pokoknya kinerja PT KAI lumayanlah... Lumayan memberikan rasa keadilan buat para penumpang. Semuanya fair. Kalo dulu kan aku suka berasa diperlakukan tidak adil oleh penumpang tak bertiket dan petugas KA. Aku beli tiket mahal-mahal, dia cukup bayar 5 ribu rupiah bahkan kadang gratisan! Enak ajah!

 

 

Ternyata eh ternyata, dengan sangat tak disangka-sangka pelanggaran pertiketan dilakukan oleh temanku! Aku kaget dan sedih tapi tak bisa berbuat apa2... Hiks...

 

 

Tapi ingat kata Bang Napi, kriminalitas itu dilakukan bukan hanya karena niat tapi adanya kesempatan. Dalam hal ini kesempatan tersebut diciptakan oleh petugas KA. Begini:

  1. Saat kami akan memasuki peron, kami tidak diharuskan memperlihatkan tiket. Asal nampak jalan dari arah loket, petugas berasumsi bahwa kami sudah membeli tiket.
  2. Petugas tidak selalu memeriksa tiket di dalam kereta. Jadinya tiket kami masih utuh aja, ga ada tanda2 bekas pemeriksaan.
  3. Saat kami akan keluar dari stasiun, ada sih petugas yang berdiri di pintu keluar. Tapi kami tidak diwajibkan menyerahkan tiket kami. Petugasnya pasrah gitu...kalo ada yang ngasi tiketnya dia terima, ga ngasi juga gapapa..

 

 

Celah-celah itulah yang dimanfaatkan oleh temanku. Masuk peron dia ga pernah kasih liat tiket. Trus kalau pas di dalam kereta tidak ada petugas yang periksa tiket, tar pas keluar dr stasiun tiketnya yang masih utuh itu tidak diserahkan ke petugas. Dia simpan dan dia gunakan lagi untuk keesokan harinya. Karena, kalaupun tokh misalkan pun keesokan harinya ada petugas pembolong tiket di kereta, dia bisa menyerahkan tiket ’basi’nya dengan PD. Karena petugas tidak pernah memeriksa validitas tiketnya. Cuma minta tiket, bolongin, balikin. Ga pernah liat tanggal yang tertera!

 

 

*sigh*

 

 

Ku dah bilang ke temanku, ”ih km kriminal ih..”. Dan dia menjawab, ”Gapapa... Lumayan tau..9 ribu bisa buat 2 atau 3 hari

 

 

*sigh*

 

 

Dear PT KAI, tertibkan petugas kamuuuuuu... Disiplinkan mereka! Jangan biarkan mereka makan gaji buta!        

 

Baca deh...baca deh...

Pls, read the following link... ^^

http://puteralangit.multiply.com/journal/item/59/Ungkapan_tulus_?replies_read=1

Jd tau gmn rasanya para aktris yg dapet Oscar... ^^

Makasi a haitami... Makasi banget...

Buat yg laen..ayo buat juga dunk... Hohoho.... *ketagihan nih...*

 

Sunday, November 23, 2008

Komplain dan Klim Atas Film yang Mengecewakan. Mungkinkah?

Pernah ga nonton film trus kecewa?

Pernah ga saking kecewanya ama tuh film ampe berasa rugi udah beli tiketnya?

Pernah ga saking kecewanya ama tuh film ampe berasa rugi udah beli tiketnya trus minta balik duit tiketnya?

 

 

Di film XX/XY, ada scene itu tentang itu. Seseorang merasa kecewa dengan film yang pernah ditontonnya. Kemudian pas secara tak sengaja ketemu dengan sang sutradara di suatu kafe, dia menyapanya dan mengkonfirmasi apakah dia sang sutradara yang buat film itu. Setelah terkonfirmasi, seseorang ini berkata, ”So, can I have my money back? Those movie’s suck, u know..”. Sang sutradara kaget dan mengatakan bahwa hasil  penjualan film itu duitnya ga ama dia, jd dia ga bisa balikin duit itu. Seseorang itu tak menyerah, “But u made those movie. So it’s u the one who has to give my money back. The responsibility is yours”. Akhirnya sang sutradara memberikan sejumlah uang sebagai ganti rugi tiket nonton pemuda itu dan pacarnya, beserta uang popcorn juga.

 

 

 

Nah, berkat film itu aku jd terinsipasi bahwa kita bisa complain dan klim uang ke pembuat film kalau kita kecewa dengan sebuah film yang kita tonton.

 

 

 

Datanglah kesempatan itu. Ku nonton sebuah film (Indonesia) dan aku emosi jiwa selama menontonnya. Untuk pertama kalinya aku nonton sebuah film dan berharap banget dengan tidak sabar menanti-nanti film itu selesai. Gregetan setengah mati.Ampe berasa ngilu di gigi.

 

 

 

Nah, begitu selesai filmnya ku kirim pesan singkat ke sang sutradara, ”What can I say yah... Ummhh.. Can I have my money back?”. Not responding. Ya udahlah ya..yg penting ku dah sampaikan (secara tersirat) bahwa aku, salah satu penontonnya, kecewa.

 

 

 

Hingga akhirnya semalam ku bertemu dengan beliau di YM (jarang2 kami bisa online bareng). Ku bilang ku mau nagih (duit tiket yg pernah kuminta via SMS). Dan dia menjawab, ”Silakan minta ke PT Apa Gitu, distributor film itu”. Langsung aja ku critain scene di film XX/XY itu ke dia.

 

 

Dan dia membalas begini:

Ada juga crita seorang laki2 dengan striper ... Seorang laki2 protes kpd striper krn dia tidak bisa bikin konak si lelaki. Lalu dia bilang : balikin duit gw. Krn elo gak bisa bikin gw konak. Si striper balas : gw balikin duit elo, tp berikan kembali semua penglihatanmu atas tubuhku yang udah gw rawat seminggu 3 kali, rambut yg gw keramas dgn shampo dan gw tata tiap hari, juga seluruh jam olah raga dan gym buat ngebentuk tubuh ini ....
 
 

Ya...ya...ya... Bukannya aku tidak menghargai perjuangan dan usaha dia berserta tim dalam memproduksi film itu. Tapi tangkaplah klaim ku itu sebagai pernyataan bahwa ada yg ga puas lho dengan film kamu... Trus follow up gitu... ^o^ (bahkan KOMPAS pun berkata film itu ga bagus tau!)

 

 

 

Ga mungkin lah ku beneran minta duitku dibalikin! Krn aku tau pasti di poster nya ga ada tulisan "Anda tidak puas, uang kembali". Jadi aku tau diri dong...

 

 

 

Moral of the story: Klim duit tiket atas film yg mengecewakan hanya terjadi di film. Hohoho...

 

 

 

Thursday, November 20, 2008

Fanatik Kasta Menjadikan Mereka Kejam

New Delhi

 

Surat cinta Manish Kumar (15) kepada seorang gadis berakibat pada kematiannya. Rajesh Kumar, polisi pada Distrik Kaimur, Negara Bagian Bihar, India timur, Kamis (20/11), menuturkan, Manish mati dilindas kereta setelah diculik saat ke sekolah oleh orang-orang dari kasta yang berseteru. Manish lantas dicukur rambutnya, diarak, dan diletakkan di rel kereta. Alasannya, karena dia berani menulis surat cinta kepada gadis dari kasta yang berlainan. Ibu Manish, Lalit Devi, sudah memohon ampun, tetapi orang-orang tadi tak peduli. Devi tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat anaknya dilindas. Dia akhirnya melaporkan ke polisi yang kemudian menahan seseorang dan seorang polisi dipecat. Manish menulis surat kepada gadis yang juga dari desa yang sama, tetapi dari kasta yang lebih rendah. Orangtua si gadis hanya pembantu rumah tangga, kasta terendah, sementara Manish dari kalangan peternak susu dengan kasta yang lebih tinggi. Cinta lintas kasta ini acap kali mengundang kekerasan di kawasan pedesaan di India. Protes biasanya datang dari kasta yang lebih tinggi guna menjaga kehormatan kasta mereka.

 

KOMPAS, Kilasan Kawat Dunia (hal. 10)

 

 

 

*sigh*

 

 

 

 

 

*sigh*

 

 

 

....don't know what to say................

Wednesday, November 19, 2008

Terobsesi Memiripkan Seseorang dg Cruz




Pas nonton Elegy, liat si Penelope Cruz ku tiba2 teringat seseorang ( http://mymongkleng.multiply.com/ ). Dengan serta merta ku simpulkan mereka saling mirip! ^^ Terutama matanya!

Tapi setelah foto dua-duanya kusandingkan, lho kok? Jadi agak2 ga mirip yak? Tapi tetep ada unsur miripnya kaaaaannn?? (pls say yes, pls say yes. Kalo ga ku beneran disuruh ke dokter mata nih...)

Yaaa...misal ga mirip banget wajahnya...minimal mirip pose lah ya... ^o^


*thx Ka Mei atas foto2nya...*

Tuesday, November 18, 2008

[tidak bermaksud] Emang Gue Pikirin!




Beneran! Aku ga tau! Ga tau kalo ada dua anak kecil jalan di belakangku. Dua kakak beradik. Kakak yang sangat sayang ke adeknya, adek yang suka 'memperbudak' kakaknya.

Tuh jalan nanjaaaaakkkk...buanget. Dan si kakak gendong adeknya! Ampe jatoh2... Pas mereka jatuh ku baru ngeh kalau ada mereka... Aku terharu..


Lokasi: Gedhong Songo
Photo by Nurul (yang tega2nya ga ngasi tau aku kl ada mereka)