Friday, March 20, 2009

Wajib Taekwondo di Sekolah International_??

Mengherankan, mengapa takewondo dijadikan olahraga yang superistimewa? Jenis olahraga ini dijadikan sebagai intrakurikuler (wajib) dan nilainya harus masuk rapor. Begitulah yang terjadi di sebuah sekolah internasional yang berada di Tangerang, Banten.


Anak saya (Steven Fanggian, siswa 7C) di Stella Maris International Gading Serpong, Tangerang, Banten, ingin menanyakan kepada pihak berwenang dalam penyelenggaraan pendidikan internasional tentang kewajiban siswa untuk mengikuti olahraga taekwondo. Selama ini saya tidak puas atas jawaban dari pihak sekolah yang cenderung bergaya komunikasi satu arah.


TIdak ada kepastian maupun arah yang jelas. Akhirnya siswa yang menjadi korban ketidakpastian. Saya tidak mengerti, mengapa taekwondo menjadi keharusan? Jika bahasa Inggris atau bahasa Indonesia merupakan keharusan dapat diterima. Saya pernah menerima penjelasan bahwa taekwondo untuk memupuk jiwa sportif dan ksatria. Saya setuju, tetapi bukankah olahraga lain juga demikian?


Kewajiban yang diterapkan itu, apakah karena principal secondary adalah seorang guru taekwondo? Lantas, apakah nanti bila berganti, jenis pelajaran wajib juga ikut berganti? Sebagai olahraga wajib tentu memberatkan siswa yang kurang berbakat di bidang ini sehingga sebagian dari mereka terpaksa harus dengan rasa pahit menerima nilai rapor merah untuk bidang olahraga yang bukan pilihannya.


Ada beberapa siswi teman anak saya yang begitu feminin sehingga nilainya merah, bahkan ada juga siswa yang dapat nilai 42. Bukankah ragam olahraga sangat banyak, mengapa harus direduksi sehingga seolah-olah yang layak masuk rapor hanya taekwondo? Meski bulutangkis menjadi kebanggaan kita, tetapi tetap menjadi salah satu dari sekian banyak cabang olahraga lain. TIdak pernah pemerintah memaksa siswa harus menguasai cabang kebanggan kita itu.


ANAH SRI WAHYUNI
Vila Melati Mas SR, Serpong, Tangerang

Surat Pembaca KOMPAS hari Sabtu, 21 Maret 2009

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Responku:
1. refleks: Untung aku ga sekolah di sana.... Hohoho...Piss!!
    Dulu jaman SD pernah diikutkan karate. Tidak berbakat, hanya menghasilkan lebam saja. Trus dalam daftar riwayat raporku dari SD sampe SMU, nilai olahragaku stabil: 7 (nilai kasihan tuh...). Sekali dapat 9 pas kelas 1 SMU, karena gurunya maniak lari. Nilai yang dihitung cuma lari marathon saja. Dan itu adalah keahlianku. Suruh lari keliling kota (Salatiga) aku juga mau...Hohoho....


2. Pengen konfirmasi ke ibu Anah: jadi di rapor ditulisnya beginikah:
    Matematika: 9
    IPA: 9
    Bahasa Inggris: 9
    ..............
   .................
   Taekwondo: 9
   .....................
   Kalau memang begitu, itu mah keterlaluan dan layak untuk diperkarakan....


3. Membayangkan kalo seorang kenalanku di MP yang doyan capoeira jadi principal di sekolah itu, maka capoeira menjadi pelajaran wajib. Ku mau sekolah lagiiiii.... Hohoho...

4. Pada prinsipnya aku sepaham dengan ibu Anah dan bertanya2 juga. Jadi ga sabar baca balasan surat dari pihak sekolahnya!


Bagaimana pendapat teman2?





Thursday, March 19, 2009

Betapa Menjualnya Sosok Obama

Sejak kemenangan Obama jadi presiden AS, bermunculan marketer2 oportunis yang mencatut nama dan tampang Obama untuk memasarkan produknya. Sepanjang aku nonton TV, ada 3 iklan yang begitu. Komentar pertamaku pas liat iklan2 itu pasti ”Apaan si ni?”

 

 

Tadinya pengen buat review satu per satu, tapi bingung ngasih bintangnya, karena walaupun sama2 mencatut Obama, kadar malesinnya beda-beda. Jadi kubandingin aja dan kuperingkatin ajah yah...

 

 

3 iklan itu adalah (berdasarkan urutan kuliatnya):

1. Waffel Tango (waffel ya bukan wafer)

2. Telkomsel

3. Sunco minyak goreng

 

 

Bentuk iklannya begini.

1.      Waffel Tango

-         Ada anak kecil umur 3 tahunan lari-lari dengan suka cita sambil berteriak ”O bamaaaaaaa....”

-         Di sisi lain ada ibu-ibu muda, ibu anak itu, merasa anaknya berlari-lari menuju dia dengan sangat girangnya. Dia agak terharu dan membentangkan kedua tangannya siap untuk menangkap anaknya dan mengangkatnya

-         Dua poin itu dalam slow motion dan backsound mendayu

-         Pas si anak sampai di depan si ibu, ternyata dia melewati ibunya dan masih berlari terus

-         Ternyata di belakang ibunya ada Obama lengkap dengan pengawal yang sedang berkoordinasi menjaga keamanan

-         Si anak ditangkap Obama, tangannya meluk leher Obama. Obama nampak bingung tapi tetep melayani anak itu.

-         Sang ibu menengok dan terbengong. Paused. Mulut nganga. Musik berhenti.

-         Narator: Mau yang lebih garing? Makan Waffel Tango.

-         Trus ada yang masukin waffel Tango ke mulut sang ibu

 

 

  1. Telkomsel

-         Ada 1 bapak2 tua dan 3 pemuda sedang bermain golf.

-         Tiba giliran bapak tua memukul, ternyata gagal. Beliau beralasan, ”Ko ada batunya?”

-         Ketiga pemuda ngetawain, ”Katanya biasa main sama presiden....?

-         Si Bapak ga terima diketawain, nantangin. ”bener. Ayo kita telpon kalau ga percaya’

-         Si bapak mengeluarkan HP nya trus telpon, trus muncul Obama di meja kerjanya ngangkat telpon, ”Halo, apa kabar?”, dengan aksen Cinta Lawra

-         Habis itu tut..tut...tut...sambungan terputus

-         Salah satu pemuda berkata yang intinya jangan pake operator yang bilang bisa nyambung ke LN dengan murah tapi ternyata putus2 gitu. ”Pakai yang juara

-         Dia ngeluarin HP-nya yang beroperator Telkomsel dan menyambungkannya dengan Obama lagi.

-         Telepon tersambung dan Obama berkata hal yg sama, dan si Bapak2 ngobrol dalam bahasa Jawa atau Sunda yang ga bisa kutangkep

 

 

  1. Sunco

-         Adjie Masaid dan 2 anaknya sedang berkumpul

-         Adjie minum minyak goreng Sunco

-         Anaknya mempertanyakan tentang hal itu

-         Adjie menjawab bahwa minyak goreng yang bagus itu yang bisa langsung diminum seperti air dan licin

-         Salah satu anaknya nunjuk ke TV, ”Pah...liat!”

-         Di TV ada Obama di antara massanya yang banyaaaak banget

-         Obama berorasi, ”It’s time to change! Change to Sunco

 

 

Yang paling kusuka yang Waffel Tango. Dia jelas2 nyatut tapi juga mengakui bahwa iklan itu garing bin jayus. Kukatakan dia a smart oportunist.

 

 

Nah, antara Telkomsel dan Sunco aku bingung nentuin mana yang lebih mending. Dua2nya malesin dan nggak banget.

 

Tapi, mengingat Telkomsel adalah pemain besar di bisnis operator yang meng-klim sebagai sang juara, dengan konsep iklan seperti itu judulnya keterlaluan.

Keterlaluan 1: konsep telepon ke orang2 di LN itu secara konsisten sudah digunakan oleh 3 (three) untuk mempromosikan produknya

Keterlaluan 2: ya pencatutan Obama-nya itu

 

 

 

Jadi, peringkatnya adalah:

Runner up 2: Waffel Tango

Runner up 1: Sunco

Winner: Telkomsel

 

 

 

*Tar kl Prabowo menang ada yg nyatut dia ga yaaaaa....? Dia kan berbakat jd bintang iklan dan dia juga menyerukan perubahan....*

 

 

 

Wednesday, March 18, 2009

Pak Man Idolaku!

 

Suratman nama panjangnya. Usianya sudah cukup lanjut. Awal ketemu aku ga berani macem2. Tapi dia yang melakukan ritual pemecahan es. Waktu itu aku sedang menunggu2 surat dari pabrik. Nah, dia kan petugas pengantar surat, bertanyalah aku padanya, ”Pak ada surat buat saya nggak?”. Dan dia menjawab, ”Ada. Ni Suratman”. Oh my...aku terbengong2... Tapi sejak saat itu aku jadi akrab dengannya!

 

 

Loyalitas tak usah diragukan. Dia sudah bekerja untuk perusahaan tempatku sekarang bekerja selama 25 tahun. Detail, rapi dan beres. Di mata dia, semua tingkah laku kita pasti ada ‘cacat’nya.

 

 

Contoh:

-         kita kan sering ga peduli kalo ada bekas straples jatoh di lantai. Nah, ama dia tuh keliatan aja gitu. Trus dengan refleks dia ambil trus buang di tempat sampah. Ngambilnya sambil ngedumel2 ga jelas gitu lho...diawali dengan menghela nafas. ”Ini lho. Suka bikin vacuum cleaner macet’. Kita yang di dekatnya pasti mati gaya, sedang yg lain pasti ngetawain kita, ”Hayo lo...dimarahin Pak Man...”

 

-         Kalau lagi ambil minum di dispenser kan airnya suka ga sengaja nyiprat ke lantai. Nah kalo aku kan, ku biarin aja, tar juga menguap dan kering sendiri. Tapi kl ada Pak Man, pasti dia langsung ambil kain pel, dikeringin. Sambil ngedumel, ”Ini lho. Bisa bikin kepleset..”.

 

-         Kalau kita makan snack kan suka beremah2 gitu, nempel di tangan juga. Nah, tindakan yg kita lakukan kan menepuk2kan kedua belah tangan untuk menghilangkan remahan, biar jatoh ke lantai (maksudnya si tempat sampah). Trus yg di meja juga digituin. Tar kl keliatan ma dia, pasti dia geleng2 kepala, sambil ngedumel ”Ini lho. Bisa bikin semut”. Hwuaaaa.... Ini kan lantai tiga limaaaaa...masa semut bisa manjat setinggi ituuuuu...

 

-         Kalau kita buat teh. Kan buang bekas teh nya suka sesuka2, asal tempat sampah aja. Kadang ga sengaja buang di tempat sampah tempat fotokopi yang jelas2 isinya sampah kertas semua. tar pasti dia ngedumel juga, ”Orang ada tempat sampah lain, kok ya buang di sini”. Hwuaaa....

 

-         Kalau kita habis makan kan suka asal numpuk piring ajah. Ada sendoknya juga tumpuk2 ajah. Nah, Pak Man pasti langsung rapiin, sambil, ”Ini lho. Bisa miring, trus jatoh trus pecah”.

 

 

Pokoknya kita semua jadi ’takut’ ama dia dan menjadi lebih aware deh... dan secara ga langsung kita jadi hidup berkantor dengan rapi, disiplin dan bersih. Kita juga jadi saling mengingatkan, ”Tar diomelin Pak Man lho...”. Hohoho...

 

 

Dan yang pasti kita semua cinta Pak Man.

 

 

Dia kan memiliki tekanan darah tinggi. Secara rutin dia periksa TD ke dokter yg ada di kantor, minum obat juga teratur. Nah, beberapa tahun yang lalu entah gimana tekanan darahnya melonjak dan berakibat pecahnya gendang telinganya. Jadi dia harus pakai alat bantu dengar. Kita simpati, tapi itu justru menambah ’kelucuan’ komunikasi kami dengannya. Sering salah paham, tapi pasti membuat kita tertawa. Kalo dia jalan luruuuuusss...ajah. Kita panggil2 pasti ga nengok, tar semua orng yg dia lewatin bantuin manggil, tapi suka dia terlalu fokus dengan lantai (nyari remah2 dan straples), jadi..semua orang teriak sambil ketawa2 deh...

 

 

Tahun kemarin demi rampingnya perusahaan agar lincah bergerak, maka beberapa orang dirumahkan, termasuk Pak Man. Hwuaaa...kami sediiiiiiihhhh....

 

 

Sejak dia ga ada lagi di kantor, banyaaaaak banget hal yang mengingatkan kami pada Pak Man.

 

 

Pas kutanya setelah ga kerja mau ngapain, duitnya mau diapain. 25 tahun kerja kan lumayaaaaannnnn.... ^o^ Dia bilang mau pulang ke Jawa beternak sapi dan nanem jamur. Hwuaaaa....kerreeeeennn....

 

 

Sebulan kemudian dia dateng ke kantor untuk ambil surat keterangan kerja. Ya ampyun ya ampyun...dia kan mau miara sapi, ga perlu surat itu kaaaannnn? Tapi dia tetep ngambil, jauh2 dateng dari Solo. Pas kutanya sapinya ada berapa, dia bilang, ”Baru 5. Tapi nanti mau saya jadiin 20. Soalnya tempatnya muatnya 20”. Hwuaaaaa....

 

 

Nah, Kemaren di datang lagiiiiii..... Langsung kupeluk! Segala BT lenyap seketika. Kutanya dalam rangka ada datang, ”ini ambil SPT”. Ya ampyuuuuuunnnn... Aku maluuuuu.... Dia datang dari Solo untuk mengambil SPT dan kemudian lapor pajaaaaakkkk!!! Sedangkan aku? Hehehe...

 

 

Trus dia bilang hari ini juga langsung balik lagi ke Solo. ”Tar tanggal 9 ke Jakarta lagi ko, buat nyontreng. Kan saya kedaftarnya di sini”. Hwuaaaaaa...... Aku beneran maluuuuuuuu.... Ku ga kepikiran untuk pulang kampung ’hanya’ untuk sekedar nyontreng!

 

 

Kutanya, mau nyontreng apa, Pak? ”Oh...sekarang belum tau. Lihat dulu kampangenya. Tar kalo udah selesai masa kampanye, baru nentuin mau milih apa”. Hwuaaaaaa.... dia ga mau pilih kucing dalam karung, ga mau fanatik asal2an!

 

Aku kagum dan aku malu. Aku baru liat iklan partai udah jatuh cinta, dikasih liat program2nya klepek-klepek... Padahal belum liat lainnya... Aku maluuuu.... Mau lebih kritis aaaahhh....

 

Semangat!

 

 

Ni foto Pak Man di hari terakhir bekerja... Hiks...jadi kangen lagi..

Fluktuasi Mood-ku Hari Ini

 

 

 

 

 

 

Hari yang cukup berat dan melelahkan..... Pengen diulang dari pagi lagi...

 

Kemaren aku ngobrol dengan temanku

 

Tata: Kayaknya aku menopause nih...

 

Dia: Apaan si...

 

Tata: Habisnya aku sering merasa kegerahan dan kepanasan... Itu tanda2 menopause kaaaannn?

 

Dia: halagh...

 

Andai dia tau fluktuasi mood ku hari ini, maka akan memperkuat bahwa aku memasuki masa menopause... ^O^

 

Monday, March 16, 2009

Close Up Crystal Frost_ keterlaluan

Rating:
Category:Other


Inti dari jualan pasta gigi adalah merayu orang bahwa jika menggunakan pasta giginya maka dia akan percaya diri, entah karena giginya jadi putih dan kuat, nafasnya jadi segar atau gusinya jadi sehat. Iklan yang dibuat pun untuk menunjukkan segala manfaat dan kelebihan pasta giginya.


Ada yang memperlihatkan kekuatan gigi dengan ditimpa pake beban 25 kg, ada yg menunjukkan multigunanya gigi yang kuat (buat buka bungkus makanan, dll). Konsep nafas segar bisa memikat lawan jenis juga lumayan banyak.


Nah, Close Up adalah sebuah merk yang sudah cukup lama berada di pasar perpastagigian. Dia lahir untuk melingkupi pasar anak muda (yang sudah berumur dan berkeluarga diarahkan untuk memakai Pepsodent). Iklan-iklannya dibuat muda dan segar, bintang iklannya juga muda dan segar.


Varian terbaru dari Close Up adalah Crystal Frost. Klim nya adalah bahwa pasta gigi ini has Crystal Frost granules that give icy cool freshness, in a spicy cool flavour.


Bagaimanakah bentuk iklannya?


Jangan berpikir sesuatu yang inovatif atau inspiratif. Karena iklannya cukup sederhana.

Jadi, iklannya begini:
- ada kompetisi dansa: ada peserta, ada juri, ada penonton
- sepasang muda-mudi maju ke tengah arena dansa
- pas mau mulai nari, sendal si perempuan patah heel-nya hingga dia nyaris terjatuh tapi ditopang oleh sang lelaki
- si perempuan nampak panik, tapi kemudian sang lelaki menyelamatkannya dengan nafas segarnya dalam bisikan di telinga si perempuan, ”Stay cool...”
- akhirnya si perempuan bangkit kembali, mencoplok heel sandal yang satunya dan mulailah mereka berdansa dengan riang dan penuh kepercayaan diri
-penonton dan para juri yang tadinya pesimis akan mereka langsung berdiri dan bertepuk tangan


Sebenernya sederhana gapapa asal jangan nyontek alias epigon. Emang si epigon ga terlarang. Tapi kalo nyontek ide dari sesuatu yang udah dikenal semua orang di seluruh dunia, dan tidak lebih baik? Dilakukan oleh sebuah perusahaan besar pula! Keterlaluan.


Semua orang juga tau kalo ide heel lepas trus sekalian dua-duanya dilepas itu iklan Mentos! Mentos the freshmaker! Dan Mentos kan emang mencoba memunculkan image lewat tiap iklannya bahwa kl kita ngemut Mentos ide di saat tak terduga akan tiba2 muncul. Nah, kl tiba2 Close Up si odol pengen buat image gitu juga tapi dengan iklan yang jelas2 nyontek? Sekali lagi, keterlaluan.


Hohoho....





Aku merindukanmu, kekasihku….

 

 

 

Jangan kau kira dalam diamku aku melupakanmu. Jangan kau kira dalam sunyiku aku menghapusmu.

 

 

Aku diam dalam penantian. Aku sunyi dalam pengasingan.

 

 

[tanpamu] Siangku terasa lengang, malamku terasa panjang.

 

 

Aku akan tetap di sini, di titik kau menempatkanku. Dan seperti yang telah tertulis dari awal mula kita: aku akan selalu menunggu mu.

 

 

I love you.

 

 

Tertolak Lagi…

 

 

Dari dulu aku selalu berkeinginan untuk melakukannya. Tapi selalu saja tertolak, karena berat badanku. Pernah saking pengennya malem2 aku dan Nila ke PMI Pusat untuk menawarkan darah. Tapi ga ada yang nawar. Emang maksud baik tak bisa dipaksakan.

 

 

Tiga tahun yang lalu, pas PKL di sebuah pabrik kosmetik di Jakarta, aku (hampir) mendapatkan kesempatan itu. Pabrik itu mengadakan acara donor darah. Aku dan Nurul mendaftarkan diri. Nurul dengan mudah lolos, sedangkan aku harus melalui beberapa rintangan. Rintangan pertama adalah berat badan. Si dokter menganggap secara pandangan mata beratku nggak nyampe berat minimum. Ternyata pas ditimbang nyampe dunk... Hohoho...Aku kan ndut... Trus habis itu tes golongan darah. Lolos lah ya... Habis itu interview sama dokternya, antara lain ditanya sedang sakit apa. Sebenarnya waktu itu aku sedang suspect TBC, tapi aku nggak ngaku dunk... kubilang aja lagi batuk. Trus ditanya obat apa yang sedang kuminum, kujawab Mucopect sama vitamin. Pas dia nulis, tiba2 kuinget ku juga minum obat lain. ”Oiyah...codein juga. Habis batuknya suka ga kira2...”. Dengan segera dokternya meletakkan pulpennya, menghentikan proses pencatatan dan memandangku, ”Codein? Itu narkotika. Jangan donor dulu deh...”. Haiyaaahhh... Aku ditolaaaaaakkk!! Mana ujung jariku udah ditusuk buat tes golongan darah pula! Huhuhuhu....

 

 

Nah, Sabtu kemarin saat ku bertugas di apotik, di seberang jalan ada acara donor darah. Aku bersemangat untuk ikut. Melihat perutku, maka berat badan pasti masuk. Trus aku juga tidak sedang mengkonsumsi obat apapun, jadi ga ada lagi dunk alasan menolak darahku...

 

 

Jam setengah 12 aku bersiap untuk daftar. Kata Nurul, aku harus dalam kondisi tidak lapar. Ya sudah, aku ke warung makan padang dulu untuk makan siang, porsi penuh! Habis itu langsung ke tempat donor darah.

 

 

Pas masuk, sudah tidak ada orang yang mendonorkan darahnya. Tapi petugas2nya masih ada. Pas kita tanya masih bisa atau nggak, salah satu ibu2 bilang bisa dan aku disarankan untuk diperiksa dulu.

 

Oleh mbaknya aku ditanya

Tanya: Sedang menstruasi?

Jawab: Tidak

Tanya: Pusing?

Jawab: Tidak

Tanya: Semalam tidurnya lebih dari 5 jam?

Jawab: Tidur jam 10 bangun jam 5 (trus tidur lagi)

 

Interview dinyatakan lolos.

 

Selanjutnya tes Hb alias kadar hemoglobin alias berapa banyak si pengikat oksigen di darahku.

Dan aku bertanya: jumlah minimum berapa ya Mbak?

Mbaknya menjawab: 12.5

 

Waduh..kayaknya ga masuk ni.. Karena duluuuuuu...aku pernah periksa dan jumlahnya 10 aja. Yaaa..kali aja sekarang dah naik...

 

 

Lalu aku dipijat2 ujung jari tengah kananku. Dikasih alkohol, dan kemudian ditusuk dengan kalimat penyerta, ”Sakit dikit yah...”

 

 

Kemudian jariku ditekan2 dan diurut agar darahnya keluar dan dimasukkan ke pipa kapiler.

 

Selanjutnya, darah dicipratkan ke larutan berwarna biru di gelas. Jika darahnya tenggelam, itu artinya kadar Hb nya cukup dan proses dilanjutkan. Jika sebaliknya, maka dipersilakan pulang.

 

Dan hasil dari cipratan darahku adalah sebagai berikut:

 

 

 

Dari 3 kali ciprat ngambang semuaaaaaa....!!! Ga ada yg sok tenggelam! Hiks...hiks... (kalo punya Nurul pake acara pura2 tenggelam trus pelan2 naik untuk mengapung...)

 

 

Aku berusaha ngrayu mbaknya, ”Tungguin deh Mbak...kali aja bentar lagi dia tenggelem...”. Tapi mbak nya ga mau...

 

 

Hwuaaaa.... Kapankah tiba kesempatan bagiku untuk mendonorkan darahku?