Monday, April 13, 2009

Lagu Anak-Anak yang Kejam

 

 

Sehubungan dengan dikatakan bahwa aku seangkatannya Mama Ira Maya Sopha, hanya karena aku ‘update’ untuk lagu2 jadul, maka pas kemarin pulang ke rumah aku mengajukan ‘protes’ ke makku. Aku ‘menyalahkan’ beliau yang sudah menanamkan lagu2 jadul di otakku begitu lekatnya. Pembelaannya hanyalah, “Yaaaa…kan Ibu emang suka nyanyi… Bukan salah Ibu dunk kalo terekam dengan kuat…”.

 

 

Dan ternyata adikku pun mengalami hal yang sama denganku. Kalau ada lagu jadul diputer, dia bisa ngikutin. ”Tapi lagu yang paling sadis yang itu lho...yang tamatlah oh riwayatnya...”. Aku masih belum nemu, trus dia nambah satu kalimat lagi, ”Yang masuk jurang itu lho...”.

 

 

Hwuaaa... Aku langsung ingat!

Dan bernyanyilah kami...

 

 

Sepasang rusa dilanda asmara

Mereka pergi berdua-duaan

Menikmati udara, berkasih2an

Berbahagialah mereka

 

 

Akan tetapi datanglah tiba-tiba

Seorang pemburu yang mengintai

Dia lalu menembak rusa itu

Matilah si rusa betina

 

 

Rusa jantan berlari masuk hutan

Kasihan kekasihnya tlah hilang

Akhirnya tak tertahan, dia masuk jurang

Tamatlah oh...riwayatnya..

 

 

Dan aku baru tersadar kalau lagu itu kejam... Masa lagu anak2 begituuuuuuu???

 

Makku hanya bisa terkikik, ”Itu lagu  jaman ibu SD...”

 

Haiyaaaahhhh....

 

Ada yg bernasib denganku tidak kah? Dikasih lagu anak2 yang kejam...

 

 

Sunday, April 12, 2009

Pemilu Legislatif di TPS 8 Kopeng




Mengagumkan saat melihat antusiasme warga untuk mencontreng. Pagi2 udah pada antri. Yang tidak hadir hanya sedikit, suara tidak sah (entah disengaja atau tidak) juga lumayan sedikit...berkisar 10 persenan...

Pas ditanya pandangan umum tentang pelaksanaan Pemilu di tempatku, aku menjawab: smooth dan penuh kekeluargaan ^o^

Semua penyimpangan minor, keributan kecil bisa diatasi dengan baik. Semua berakhir bahagia dan damai deh... Capek itu pasti (ngitungnya sampe jam setengah duabelas!). Tapi menyenangkan!

Pemenangnya bisa diprediksi lah ya... Pokoknya selama nenek2 itu masih memiliki hak pilih, partai ini akan terus berjaya! ^o^

Tuesday, April 7, 2009

Bersiap untuk contreng2

Malam ini, aku akan pulang ke kampung halaman, Kopeng tercinta. Terimakasih untuk KPU yang sudah menetapkan Pemilu berdekatan dengan Paskah. Jadi aku bisa pulaaaaaaanggg...

Owya, I'll have a very limited access to e-mail and internet services. Jadi jangan pada kangen aku yaaaa... ^o^

 

Sampai jumpa hari Senin... Insya Allah...

 

Monday, April 6, 2009

Pijat Atas Tekan Bawah_Salah judul nih...

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Setelah kupikirkan beberapa hari, akhirnya aku mulai bisa melihat dengan lumayan pada film ini.

Sebenernya ni film lucu. Ku beneran ketawa ngakak pada beberapa guyonan para Cagurs itu. Celetukan2nya original dan lucu. Jadi ini sebenarnya bukan jenis film komedi jorok atau mesum. Kalau film komedi jorok kan becandaannya menjurus2 gitu kan? Nah, ini enggak...

Pas kocak, murni kocak tanpa permesuman.
Pas buka2an dan mesum, ga dibecandain.

Beda sama komedi ala warkop yang suka menyorot bagian tubuh wanita dan melucu2kannya, entah dengan ekspresi para warkop atau kalimat2 nakal lainnya. Nah, di film ini enggak. Pas Kiki Fatmala dipijet plus2 sama Ipul Jamil, backsound-nya musik lembut, ga ada dialog, apalagi yg lucu tapi jorok. Pas Wendy cagur beradegan cinta sama si keponakan, ekspresinya juga natural orang bercinta, ga dibuat2 lucu.

Jadi ni film sebenernya bisa keluar dari kategori film ga jelas dan ecek2, andaikan judulnya ga begituuuuuu....

Soal cerita, sama persis sama Suka Sama Suka: dua cowo pengen kos di rumah seorang tante dan keponakan wanita. Akhirnya dua cowok itu ngaku2 sebagai pasangan gay. Trus mereka berebut cinta sang keponakan.


Yaaaa...walaupun critanya ga original, trus ada beberapa scene klise, tapi lumayanlah, bahkan jauh kalo dibandingkan Kutunggu Jandamu. Si keponakan cantik, mulus dan ga suka monyong2in bibir, bangga2in dada. Suaranya juga ga didesah2kan, walaupun sok kebule2annya juga ga enak didengar...

Pokoknya mendingan dan lumayanlah...

Tapi ku ga berani rekomendasiin... Hihihi....

Ada Yang Berang dengan Iklan versi Obama

Surat pembaca KOMPAS hari ini

 

 

 

Iklan dengan Figur Obama

 

 

Akhir2 ini di televisi disiarkan beberapa iklan dengan menggunakan figure Barack Obama, sungguh suatu sikap pelecehan terhadap kepala Negara pemerintahan Negara lain. Mengapa tidak ada upaya dari badan sensor untuk melarang penayangan iklan semacam itu?

 

Apakah kita bisa menerima apabila figur pemimpin kita dipergunakan sebagai bintang atau figuran di negara lain? Pembuatan serta penayangan iklan tersebut sangat merendahkan martabat kita jika kita masih terus membiarkan penayangan maupun terus menggunakan figur pemimpin negara lain dalam iklan komersial produk.

 

Apakah perusahaan penghasil produk tersebut, dan perusahaan iklannya sudah kehabisan ide murni untuk membuat iklan yang lebih bermartabat?

 

Yanto Lucas

Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta

 

 

Kalau Pak Lucas mencantumkan alamat lengkapnya, maka aku akan mengirimkan surat berikut:

 

 

 

Dear Bapak Lucas,

Awalnya saya juga terganggu dengan iklan2 tersebut dan berkomentar, ”Apaan si ini?”. Tapi lama-lama menjadi biasa saja dan bahkan agak suka dengan salah satu iklannya yang lucu. Kalau Bapak memikirkan soal martabat dan pelecehan, saya berpikir soal royalti yang bisa Obama raup jika dia mau ^o^

 

Soal concern Bapak tentang kemungkinan akan ada aksi ’balas dendam’ dari negara lain dengan mencatut figur pemimpin kita sebagai bintang iklannya, janganlah terlalu dipikirkan Pak. Sosok pemimpin kita belum semenjual itu ko...

 

Mari kita nikmati saja iklan yang ada, tanpa harus merasa emosi jiwa.

 

Cheers,

TaTa

 

 

 

 ko aku ga kepikiran untuk ngirim surat pembaca yak?

Gara2 FB Ku Jadi (musti) Mikir...

Ternyata fb ada gunanya juga…

 

 

Pagi ini buka email ada pemberitahuan bahwa ada yg nge-tag foto untuk aku. Langsung ku cek fb untuk menghindari tercemarnya imageku ^o^

 

Ternyata foto ini yg muncul

 

 

Reaksi pertamaku adalah ”Kangeeeennn...dah lama nggak ngumpul2 begitu.. tu foto tahun 2006. TIGA TAHUN lalu!”. Habis itu kuliatin lagi foto2 itu sambil otakku me-refresh data tentang mereka. Dan tiba2 aku ingin terpuruk dalam ketidakjelasan tujuan hidup.

 

 

Paling depan, Miya. Dia suka menulis, dan buku yang dipegang dia adalah novel pertamanya (waktu itu kita ngumpul itu emang untuk membahas strategi launching novel-nya Miya itu). Passion dia ada di nulis. Semalam pun dia nelpon untuk minta pertimbangan soal bahan buat mulai nulis novel lagi.

 

 

Di sebelah kirinya, Nadia. Selain berotak wow, suaranya juga wow. Keren deh... Sukses juga sebagai pengusaha apotik.

 

 

Sebelah kanan Nadia, Winda. Yah pasti semua anak kecil kenal dengan Ka Winda ini. Dan semua penggemar sitkom OB, pasti ngeh banget dengan si Sasha ini. Walaupun ga terdengar wow, tapi tahun 2008 kemarin lumayanlah buat dia: menang sesuatu di Singapura untuk nyanyinya dan pemeran pembantu terbaik di FFB untuk Sasha-nya. Dia menemukan passion di nyanyi dan akting.

 

 

Yang di sebelahku, Alma. Suaranya keren juga. Kalau ada acara2 kampus biasanya Nadia lead vocal trus Alma main keyboard sambil nyanyi suara 2-nya. Bikin merindiiiiinnggg... Dan sekarang dia menemukan passion di fotografi dan desain2 gitu.

 

 

Nah, bagaimana dengan Tata? Tujuan hidup dah lumayan kususun si, mendingan lah dibandingkan waktu itu. Cuma aku belum menemukan sesuatu yg kulakukan dengan sangat passionate. Nulis novel atau buku? liar di imajinasi mentok dikapitalisasi. Sukanya ngritik dan nyoret2 doank. Nyanyi? Nggak banget, ngomong aja nadanya goyang terus. Gambar? Enggak. Masak? Blas ga bisa.

 

Hal yang kusuka banget banget banget adalah tidur. Doyaaaaaaaannnn banget! Hal lain yang mungkin awalnya kulakukan dengan passionate, seringnya kalah ama kasur. Hiks...hiks...

 

Aku harus semangat! Aku bangga bertemankan mereka. Mereka juga harus bangga bertemankan aku kan? Aku harus berbuat sesuatu yang bisa dibanggakan! (selain aku sudah lapor pajak... hehehe...)

 

Cari tes passion diri aaaahhhh....

 

Mas Kawin_Baiknya Apa Yah...

 

 

Pagi ini nonton gossip ada Nirina yang dinikahi si Ernest dengan mas kawin seperangkat alat, sholat, duit 549 ribu dan laptop. Ketika ditanya apa alasannya, jawabnya 549 itu tanggal pernikahannya, 5 April 2009, dan laptop karena si Nirina lagi butuh. Soal seperangkat alat sholatnya, ga dijelaskan. Si presenter menarasikan bahwa laptop sebagai mas kawin adalah sangat unik dan mungkin satu2nya.

 

 

Eitss.. Jangan salah... Di suatu training ku pernah kenalan sama seorang ibu2 yang pas nikahnya dikasih mas kawin berupa seperangkat komputer. Kata suaminya, ”Kuberikan dunia kepadamu”. Jadi critanya dengan fasilitas internet yang diberikan sang istri jadi bisa mengetahui segala sesuatunya dunia, seolah memilikinya.

 

 

Jadi, konsep mas kawin itu apa yah? Apakah tanda cinta? Atau buat so sweet-so sweet_an? Atau tanda jadi? Atau ngasih sesuatu yang lagi dibutuhkan?

 

 

Pasti aku akan menemukan jawaban kalau aku mengikuti pelajaran agama bab pernikahan dengan baik. Tapi sepertinya waktu itu ku tidur atau ngobrol. Ku hanya denger satu cerita tentang Nabi yang menyuruh salah seorang untuk nikah. Berikut critanya. Dalam verti Tata tentu saja. Hohoho...

 

Waktu itu ada cowok yang ama Nabi udah waktunya nikah. Trus Nabi bilang, ”Eh kamu... Nikahlah... Ngapain si ditunda2..?”

Dia: Saya kan ga punya apa2, Nabi... Mau nikah gimana...?

Nabi: Eitss..rejeki itu udah diatur.. Sekarang kamu boleh ga punya apa2, tapi siapa yg bisa jamin tar kl udah nikah km tetep ga punya apa2....?

Dia: Ya tapi beneran Nabi... Saya ga punya apa2... Buat mas kawin aja saya ga mampu... Gimana bisa nikah coba...? Kalo ga pake mas kawin, ga sah kan?

Nabi: Beneran km ga punya apapun?

Dia: Serius! Mau diaudit juga silakan...

Nabi: Lha? Kamu kan punya baju perang... Itu kan berharga, jadikan itu sebagai mas kawinnya. Cepetan nikah. Ga usah banyak alesan!

 

 

Begitulah, maka menikahlah cowok itu dengan mas kawin baju perang.

 

 

Hal yang bisa kuambil dari crrita itu adalah:

  1. Mas kawin itu adalah barang berharga
  2. Mas kawin berupa seperangkat alat sholat itu tidak direkomendasikan. Ya nggak? Kalau recommended, tentunya waktu itu Nabi akan bilang, ”Kasih aja mukena buat mas kawin, baju perangnya km jual buat pesta2...”. Ya nggak?

 

Nah, barang yg berharga berapa atau bagaimanakah yang layak untuk jadi mas kawin? Aku mencoba berpikir dan mendapatkan suatu pemikiran begini:

 

Kan kalau habis akad nikah itu, sang suami mengucapkan janji2. Salah satunya bahwa jika dia selama 3 bulan berturut2 tidak memberi nafkah lahir batin kepada istri, dan sang istri tidak ridho dan mengajukan talak, maka dia akan terima (tidak akan menghalang2i). Nah, batas tidak dinafkahi adalah 3 bulan. Sedangkan selama 3 bulan itu kan istri tetep harus makan dan jalan2. Jadi, mas kawin itu harus bisa menutupi kebutuhan istri dan keluarga selama 3 bulan, seandainya sang suami tidak menafkahi. Praktiknya: kalau suami kabur dan ga kasih duit, kita bisa jual mas kawin yang dulu dikasih buat makan.

 

 

Jadi, mas kawin harus:

-         bisa disimpan, tidak mudah rusak oleh pergantian cuaca dan kelembaban

-         cukup untuk makan 3 bulan, di kapan saja, entah saat ini atau sepuluh tahun lagi

-         tidak mengalami penyusutan nilai dari masa ke masa, kalau bisa meningkat

 

 

Nah, jadi

-         apakah seperangkat alat sholat memenuhi 3 syarat itu? Kupikir tidak...kecuali mungkin jika dibuat dari sutra india dan disulam emas. Trus yakin ada yg mau beli.

-         laptop atau komputer yang menjadi simbol penyerahan dunia? Ga juga kan? Karena laptop bekas kalo dijual harganya juga ga melejit to?

-         rumah? Tidak kusarankan, karena nilai property bisa turun juga kan ternyata.

-         Mobil? Seiring waktu selain modelnya akan menjadi jadul, nilai jualnya pun menyusut. Kecuali bisa menjadikan itu mobil jadi antik dan dicari2.

-         Tanah? Kan konon harga tanah naiiiiiiikkkk teruuuus.... Bisa saja sih dijadiin mas kawin, asal bukan tanah dalam sengketa atau beresiko besar untuk digusur dijadiin jalan tol.

-         Emas? Nah...ini yang paling recommended. Setau aku harganya makin naik, jarang turunnya. Cuma kalau bisa jangan dalam bentuk perhiasan, karena beresiko untuk dijambret. Jadi berbentuk batangan saja, trus simpan baik2 di safety box. Dikeluarkan jika diperlukan saja.

 

 

Ada yang punya ide lagi?

 

 

 Tiba2 kepikiran:

Kalau rumah makan kan rumah (untuk) makan.

Rumah sakit = rumah (untuk orang yang) sakit

Uang muka = uang (yang dibayar di) muka

Buku tulis = buku (untuk) tulis

Polisi tidur = polisi (yang kayak lagi) tidur

Tempat sampah = tempat (untuk) sampah

 

Kalo mas kawin?

Yang punya KBBI tolong dibuka yah... Atau kalo ada yg kenal sama penterjemahnya, tolong ditanyain kenapa mahar diartiinnya jadi mas kawin...