Belum jam 5 pagi Mak ku nelpon. Setengah sadar aku angkat dan bertanya, "Napa Mak?". Dengan nada sangat serius Mak ku menjawab, "Ibu mimpi buruk ttg Tata". Kemudian diceritakanlah mimpinya itu, bahwa dia mendapati aku telanjang dengan rambut terpotong2 acak kayak napi, dan aku menerima tamu dalam keadaan begitu.
Sebagai anak yang tumbuh dalam nuansa klenik, otakku masih menyimpan memori ttg arti2 mimpi dengan baik, sebaik tersimpannya lagu2 jadul. Dan mimpi seperti itu emang buruk artinya. Tapi aku sok modern dan berkata, "Ga usah dipikirin...itu mimpi doank...". Padahal aku tau, di sana Mak ku sedang nangis2 dan kalut...
Tapi berusaha meyakinkan Mak ku untuk hal itu, sama aja dengan ngedorong tembok. Nol hasilnya. Dia lalu berpesan agar aku sangat berhati-hati dalam berlaku, lakukan semua tugas dan hal dengan penuh pertimbangan dan sebaik mungkin. Intinya hindari hal2 yang beresiko masalah. Jangan jadi risk taker lah dalam waktu dekat ini... Kubilang 'sip' dan telpon ditutup.
Aku lanjut tidur. Tapi Mak ku nelfon lagi menyuruhku bangun dan melakukan ritual Jawa banget sehubungan dengan mimpi buruk. Dan aku ga berani untuk tidak melakukannya. Maka bangunlah aku dan melakukannya, minta ijin dulu ke Tuhan, "Ya Allah, saya anak yg nurut sama Mak nya yah..."
Dan aku jadi kepikiran sama mimpi Mak ku juga.
Mak ku adalah tukang mimpi. Aku juga, tidur seberapapun, aku pasti mimpi. Dan akhir2 ini mimpi ku kalau mau diartiin, bermakna juga. Cuma artinya baik dan membawa keberuntungan.. Tapi kenapa Mak ku menerima pertanda buruk yah?
Jadi deg2an... PDKT ke Allah aaaaahhhh....