Draft lama yang kukeluarkan karena habis baca dua postingan teman:
Shandy punya dari notes di fesbuknya.. (bisa dibaca semua orang ga yah?)
Dan punya Jo yang ummhh...kocak? Hahaha... Ni ku-link, biar kamu eksis!
Eh tiga dink... Jaman duluuuuu mbak Onit juga pernah ngebahas ini...
Yang di sini, ku cantumkan pedomanku dalam ber-MP,
Dan yang di sini adalah gerakan bersih2 yang pertama kali kutemui di antara semua pengguna MP.
Tentang temenan di fesbuk dan empi..
Kan critanya aku bukan orang yang terobsesi pada jumlah, jadi aku berusaha untuk tidak membabibuta dalam nambah teman. Apalah guna kalau cuma nambah jumlah contact atau friend doank, tapi tidak merupakan meaningful relationship. Ya to? Kalimat itu jugalah yang dimunculkan oleh MP tiap kali kita mau konfirmasi ajakan temenan kan?
Nah, untuk fesbuk agak susah mengendalikan laju pertambahan teman. Karena itu adalah wadah untuk temen2 yang pernah ada di dunia nyata, bisa temen SMA, temen kuliah, atau kenalan di suatu tempat. Pasti deh, kalau habis kenalan pas nonton sesuatu, pasti ada kalimat, ”Add aku di fesbuk yah...”. Dengan begitu jumlah friend senantiasa bertambah, walau tidak sampai ribuan, karena aku jarang-jarang add orang.
Untuk MP, ku pengennya pihak2 yang ada di daftar MP ku adalah orang2 dengan kesamaan interest atau pola pikir, sehingga bisa saling berbagi pemikiran atau ilmu. Ada keinginan juga agar MPku selalu nyaman buatku. Seperti yang selalu kusampaikan ke orang2 yg baru add aku sebagai ’friend’ dan kuubah jadi ’online buddy’, MP adalah rumahku. Rumah tempat aku menumpahkan segala sesuatu yg meletup di otakku. Oleh karena itu ku mau MP menjadi tempat yg cozy buatku sehingga ku betah di dalamnya. MPku bukan kafe atau tempat hang out, jadi ku tidak perlu terlalu memikirkan apakah orang2 yang mampir akan kerasan atau nggak. Dan oleh karena itu lah aku bener2 selektif dalam meng-konfirm request orang baru untuk jadi contact-ku. Misalkan pun ku-konfirm, hampir semua kuubah jadi ’online buddy’, karena masa iya ada tamu baru trus kuijinkan masuk ke dapur atau kamarku to? (nyontek petunjuk dari link pertama mbak onit di atas.. Hehehe...). Yang suka agak dilema, kalau yg request adalah teman/kenalan dunia nyata. Karena ga mungkin kuubah jadi online buddy to? Bisa2 ditalak jadi temen beneran.. ^o^
Selektifku dalam konfirmasi untuk fesbuk sederhana saja: aku beneran kenal orang itu. Walaupun mutual friends-nya sampai 50, kalo aku ngrasa ga kenal orang itu, maka ga bisa jadi ’temen’ku ^o^
Nah, di MP yang agak sedikit rumit. Orang yang ku-add, biasanya adalah orang bener-beneeeeerrr aku minati. Itu pun, ga langsung ku-add. Kupapar dulu dia dengan komen2ku, kalo kurasa udah cukup, barulah ku-add dengan prolog ’rasanya sudah saatnya yah kita saling menjadi contact... Mari kita ber-’teman’...”, dan kalimat sejenis. Itu kalo aku yg meng-add.
Nah, kalau aku yg di-add, ku suka bingung. Suka bingung ama orang yang ucluk2 add. Padahal kalau kulihat2 dia baca postinganku ga pernah, apalagi kasih komen. Kadang ada si yg baca, tapi ga ninggalin jejak. Ku juga ga pernah liat dia komen di tempat2 yang suka kukunjungi. Lebih bingung lagi, udah ku ga tau siapa dia, pas add ga pake prolog. Waduh... Kalau udah gitu, biasanya kucoba berkunjung ke MP dia, trus kutimbang2... Kalau oke, ku terima pinangannya. Contohnya untuk kasus Shandy. Hohoho...Untung pas kamu ucluk2 add aku, pas ku inspeksi pas postingan kamu lumayan impressive..kuterima deh kamu jadi temanku.. Hohoho.... Seperti yang kubilang semalam, "Bolehlah...". Hahaha...
Yang paliiiiiing membingungkan adalah ada orang yang add aku, trus ku-terima karena isinya lumayan. Tapi lama2 dia annoying karena produktiiiiifff banget, tapi out of my interest semua, i.e. resep masakan dan satu lagi cerpen2 berbahasa Malaysia yang topiknya ga gaul ^o^. Trus, mereka tak sekalipun pernah appreciate tulisanku dengan melongoknya. Yang ada mereka menghalangiku baca postingan2 teman2 favoritku kan? Maka ku-remove lah dia. Eeee...beberapa waktu kemudian (itungan bulan), mereka add aku lagi, tanpa prolog lagi. Maka, kukirimlah PM ke mereka dan kunyatakan concern-ku bahwa keberadaan mereka mengganggu, diakhiri dengan "Apalah arti saya yang hanya untuk menambah jumlah contacts Anda yang sudah ribuan itu. Dan tokh ternyata Anda ga ingat kan pernah add saya dulu? Ga ngeh juga kan bahwa telah saya remove?"
Selain yang membingungkan, ada juga lho yang nice cara add-nya.. Kasusnya sama, ku ga pernah liat mereka dimanapun (atau ga kuperhatikan yah?), tapi karena nice, langsung ku-approve. Contohnya si Sitty, dia menjilat2 aku dulu..bilang bahwa menarik untuk membaca postinganku.. Hehehe... Yayan juga gitu... Walaupun membuatku deg2an karena dia tau nama asliku.. Hehehe...
Lalu, apa kabar dengan para ucluk2 dan ternyata tidak lolos inspeksi?
Inilah hasilnya:


21 friend requests di fesbuk dan 15 di MP.
Dan itu ada yang udah dari jaman kapan tau.. Kugantungkan aplikasi mereka... Alasanku waktu itu, karena ku ga enak untuk reject. Trus siapa tahu, lambat laun ku akan mengenal mereka, jadi tar tinggal approve. Ternyata ga juga..
Tapi sekarang setelah kupikir2, kenapa juga musti kugantung? Tokh, ketika kita add orang, maka kita akan menanti2 datangnya e-mail notifikasi bahwa si orang itu udah meng-konfirm. Dan ketika ga dateng2, artinya...? Tau sendiri lah ya... dan gitu mereka ga follow up, boeh kuartikan bahwa sebenernya mereka iseng2 add aja nggak? ^o^
Tapi ku tetep ga enak ni untuk reject... Bahkan untuk set ini for everyone, ku ga punya nyali... Hehehe...
Seperti pengecut jadinya... (sebelum dikatain ama Jo... hohoho...)