Thursday, August 5, 2010

Pengajar Berhargaku

 

 

Terkait dengan postingan m’onit tentang 5 orang dan penghargaan. Kalau yang kategori orang yang selalu disana, salah satunya kan udah pernah ku-share yaitu soulmateku yang menolak untuk menikahiku. Nah, sekarang aku mau share yang kategori orang yang mengajarkan sesuatu yang berharga untukku.

 

Yang kumaksud sesuatu yang berharga ini benar-benar merupakan suatu hal yang tadinya aku ga tau sama sekali, dan dikarenakan orang-orang ini ku jadi merasa mendapatkan penemuan terbesar abad ini. Dan untuk saat ini ada 4 hal dari 4 orang yang akan kupamerkan, bukan karena hanya 4 ini yang kudapat, tapi simply karena keterbatasan daya ingat.

 

1.       Nila –melepas kaos

Aku sejak kecil bukannya manja, tapi alam selalu menyediakan entah orang entah barang entah apapun untuk tidak menyulitkan hidupku. Salah satunya adalah dalam hal memakai atau melepas baju, lebih spesifik lagi melepas kaos. Dari kecil, aku tidak bisa melepas kaos sendiri. Selalu ada bapakku atau ibuku, bahkan adekku yang selalu membantuku melepas kaos. Adekku udah reflex aja kalau aku mendekat dengan posisi tangan lurus ke atas, tanpa kalimat dariku ataupun darinya, maka dia akan segera melepaskan kaosku. Jadi aku tidak pernah belajar ataupun diajari untuk melepas kaos sendiri.

Di sekolah kan ada pelajaran olahraga. Ganti bajunya kan di sekolah. Apakah aku ke adekku untuk minta dilepasin kaos? Tentu tidak dunk.. Aku punya cara yang kalau sekarang kupraktikkan jadi aneh, dan mengerti kenapa jaman itu aku begitu stress. Jadi, kaos olahraga anak sekolah kan agak longgar (untungnya), jadi yang kulakukan untuk melepasnya adalah: memasukkan kedua tanganku ke dalam kaos dulu trus baru lepaskan. Bikin stressnya adalah, kadang ketika kaosnya agak ngepas, memasukkan siku lewat lubang lengan kaos itu sangat menyiksa. Bikin pengen nangis ajah.

 

Nah, ketika aku kuliah, pisah dari orang rumah.. Alam menyediakan teman-teman kosan yang juga sigap bantu aku untuk lepas kaos. Aku cukup tarik kedua tangan ke atas, maka temanku akan menarik kaosku hingga lepas. Hingga suatu hari, pas aku mau minta tolong Nila.

Tata: nil-nil.. lepasin kaosku..

Nila: ih lepas sendiri kenapa si..

Tata: ga bisa.. susah..

Nila: coba dulu

Tata: aku ga bisa… ga tau caranya..

NIla: nih gini..

Dan dia mendemosntrastikannya kepadaku. Dua tangan disilangkan di depan badan, trus masing2 pegang ujung bawah kaos. Trus pelan-pelan, tarik tangan ke atas, lewat samping kepala, dan voila! Lepas deh kaosnya! Dan pas aku coba dan bisa, aku histeris dan kegirangan! ^^

 

Jadi, sampai sekarang..tiap aku nglepas kaos, pasti aku ingat nilaaaa.. Tanpa dia, pasti sampai sekarang ku masih akan bergantung pada orang dalam hal nglepas kaos. Walaupun kadang untuk beberapa kaos dan baju atau kebaya yang paaassss banget di badan, ku masih butuh bantuan.. ^o^

 

2.       Marina-memakai kerudung dengan jarum pentul

Aku mulai pakai kerudung sehari selesai Ebtanas SMU. Tidak ada yang mengajariku cara memakai kerudung itu gimana. Jadi kulakukan dengan setahuku saja, filosofinya kan menutup kepala dan dada. Piranti utama dan satu2nya adalah peniti.

 

Nah, suatu hari..aku nginep di rumah Marina. Pas pagi, pasmau pake kerudung, penitiku yang hanya satu-satunya menghilang. Dan Marina tak punya, karena dia pakenya jarum pentul. Maka, terpaksalah aku memakai kerudung beralatkan jarum pentul.

Tata: aku ga bisa pake jarum Na’.. Nusuk2 leher ga si?

Marina: nih gini..

Lalu marina member instruksi kepadaku dengan kata2 “tarik ke sini..senut.. trus ini juga.. senut..”. Dan jadilah! Sejak itu, ku jadi bisa memakai kerudung dengan jarum pentul! Jasa marina sungguh tiada tara.. ^^

 

3.       Ardiyan dan Tanti-SMS non-alay

Henponku adalah henpon non-qwerty, jadinya satu tombol buat beberapa fungsi. Misalnya tombol 1 itu untuk a, b, c. Nah, ketika aku mengetik SMS kecepatan kursor untuk ke karakter berikutnya dengan kecepatanku mengetik adalah tidak seimbang. Aku dah pengen banget ke huruf berikutnya, tapi kursornya belum kedip2 kasih tanda siap. Jadinya ketika mau menggunakan tombol yang sama ku suka ga sabar. Trus, aku menyiasatinya dengan menggunakan fasilitas ‘capslock’. Hasilnya adalah kata yang kuketik bisa gedhe-kecil hurufnya. Misalnya: HwuaAaAaA.. Ko gituUuUuU.. PermOhoNaNnya sepatUnya kan udah kukasiH..kamu blum bAcA?

Nah, di antara semua penerima SMSku atau pembaca komenku, tidak ada yang komplain apalagi protes. Hanya Ardiyanlah yang melakukannya. Dari complain ringan agak becanda, “Ih kamu kayak alay..tulisannya gedhe kecil.. hehe..”. Hingga yang berat, “Astagaaa..kamu makin alay aja.. aku terganggu Tataaa..”. Dan pembelaanku adalah “HenpoNku kan bukan kuerti, kelamaAn kalo musti nungGuUuU.. Dan lagi aku kan ga pake koMbinasi angka..”. Dan dia “henponku juga bukan qwerty..”.

 

HIngga suatu hari, di postingan Tanti, terjadi lagi. Ardi mengolok-olok ke-alay-an tulisanku. Tanti mengerti tapi ikut tertawa. Trus akhirnya ku dikasih tau bahwa untuk mengalihkan kursor adalah dengan tombol 'scroll'. Ku mau kasih link-nya, tempat akhirnya aku tau gimana aku tau caranya mengetik SMS dengan cepat tanpa menjadi alay, tapi lupa waktu itu lagi bahas apa.. Hihihi... Dan sampai sekarang, tiap ku ketik SMS pasti ku ingat Ardi dan Tanti.. Dan suka senyum sendiri, mengingat betapa bodoh, malas dan alay-nya aku dulu.. Huhuhu..

 

4.       Jonaz-pengingat masa subur

Dikarenakan ku pernah ada di masa siklus haidku sangat tidak jelas, maka aku tidak terbiasa mengingat-ingat tanggal haidku. Karena pernah, ku jadi kecanduan sama suatu obat. Jadi, kalau aku udah telat lebih dari 2 minggu, aku ke dokter minta obat itu. “Dok..saya kayaknya sedang stress, jadi telat lagi.. Mau itu yah..”. Awal2nya dokter yang ganteng itu meresepkannya. Lama-lama, dia bilang “Gini.. Emang bisa stress menyebabkan haid jadi terlambat. Tapi bisa juga, karena kamu ngitungin, pas ga dateng, kamu stress, makin ga datenglah dia. Jadi kayaknya ini bukan karena kamu stress maka haid terlambat, tapi karena emang terlambat dikit, kamu itungin, kamu jadi stress, haidnya jadi makin terlambat. Jadi berhentilah berhitung.. Tokh ga ada resiko jadi hamil kan?”. Maka sejak saat itu aku tidak pernah mengingat2 tanggal berapa aku haid. Dan tidak peduli lagi kapan haidku akan datang.

 

Trus, karena ku pernah di masa dimana badanku sakit-sakit terus, nyeri-nyeri terus. Maka aku menjadi bersahabat dengan rasa nyeri dan sakit. Akibatnya, ketika orang-orang menyadari tanda-tanda akan datangnya haid, maka aku tidak. Lha tiap hari clekit-clekit.. Hehe.. Trus aku kan emang gampang bentak orang, gampang gregetan, gampang nangis, gampang ngambek.. Jadinya ku tidak familiar dengan sindrom2 pra-menstruasi.

 

Hingga suatu masa, ku ngrasa ko aku galak banget yah. Seharian tuh keseeelll terus.. Ama bapak taksi bete karena dia pilih jalan yang ga biasa kulewatin, aku cemberut sepanjang jalan, si bapak ampe “ni mbak..ni mbak.. bentar lagi depan kan raden saleh.. trus dari situ tinggal lurus kan”. Trus jadi gampang ngambek ma siapapun. Pas ku crita ke Jonaz, “ko aku jadi galak banget yah.. ko jadi gampang marah gini yak..?”. Dan dia komentarnya “lagi sensitif ya? Lagi masa subur yah?”. Mana ku tau suburku kapan to? Dan pas keesokan harinya ku ‘keguguran’, ku lapor ke Jonaz, “Kamu pintar! Hari ini ku keguguran!”. Dan Jonaz menertawakanku “Huahaha.. Kamu mang perempuan jadi2an..ama siklus sendiri ga apal”. Pembelaanku adalah emang aku ga pernah ngapalin. “Mulai sekarang kutandain kalender aaahh..kapan merahku..”. Maka, sekarang aku jadi terbiasa menandai kalender pas merah. Dan tiap kali nandain, mau ga mau  ku jadi ingat Jonaz deh..

 

Yak.. empat orang dan 4 ajaran dulu yah.. Tar kalo ada yang keinget, ku susulin.. Atau ada yang mau ajarkan sesuatu berharaga padaku? Silakan..silakan.. Ku pengen jago nabung nih.. ^^

 

 

Monday, August 2, 2010

Akulah Anjing yang Jatuh Cinta

 

 

Sudah dibuang jauh

Disakiti hingga hancur

Dihapus semua jejak

Ditutup segala jalan

Dibutakan pandangan

Diusir serta merta

 

 

Tapi tetap saja ku selalu kembali menujumu

Bahkan tanpa kuperintah pun, kaki ini selalu mengarah ke kamu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekian lama berlalu, masih saja mau tahu tentangmu. Damn..

 

 

 

 

D’LOVE

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Drama


Jujur ketika baca sekilas sinopsis ceritanya, aku agak-agak bingung. Dan memang aku juarang buanget baca sinopsis ataupun sengaja liat trailer film sebelum menontonnya. Maka, ketika kuliat sinopsis cerita ini di review Ka Rita sang penulis, kuputuskan untuk berkomentar setelah menonton saja. Dan pas hari H, aku yang terpasung oleh flu, lari-lari ke bioskop dan telat 9 menit! Walau mood jadi agak drop, tapi lalu ku berpikir “kadang aku ucluk-ucluk nonton film di tivi dari tengah-tengah, mudheng-mudheng aja ko.. Masa ini telat 9 menit doank, ga nangkep”. Maka ku berkonsentrasi untuk mengerti jalannya cerita.


Dan ternyata sinopsis yang kutangkap sebagian dan kuingat samar-samar itu cukup membantu. Aku jadi tau bahwa Elmo adalah anak koruptor yang memutuskan kabur dari rumah dan tinggal di pinggir rel, karena tidak setuju dengan cara hidup bapaknya. Neina (Rebecca Wow), adalah penjual tubuh demi kebutuhan hidup. Dan April adalah anak angkat dari seorang gay. Mereka terlibat cinta segitiga. Dan di poster filmnya dinyatakan sebagai Drama Tragis Cinta Segitiga.


Elmo setelah kabur dari rumah, tinggal di kamar kosan sangat sederhana di pinggir rel, bersahabat dengan anak jalanan bernama Bocor. Elmo menghidupi dirinya dengan menjadi petarung judian, jadi dia bertarung sama orang lain, trus nanti dibayar (mungkin gitu mekanismenya). Dan Bocor berperan sebagai promotornya sekaligus tukang tarohan atasnya.


April (sepertinya) cinta sama Elmo sejak lama. Dia suka mengamati Elmo di ekskul fotografi secara diam-diam. Elmo tau kalau April cinta dia, tapi dia cenderung tidak berminat, jadi diam saja. Respon negatif itu diperdalam oleh status sosial April yang setara dengan bapaknya yang koruptor. Elmo lebih memilih untuk berteman dengan dekat dengan Neina yang setara dengan dia saat ini, dan meminta Neina berhenti menjual diri dengan janji bahwa dia akan membantunya.


(sepertinya) intinya adalah ada satu yang cinta mati tapi bertepuk sebelah tangan. Satu lagi (sok) temenan padahal demenan, satu lagi cinta tapi gengsian. Akhirnya mereka saling sadar akan cintanya, tapi berakhir tragis.


Sebuah film yang sederhana. Idenya walau lumayan banyak namun sederhana. Konfliknya sederhana. Solusinya juga sederhana.


Nah, yang membuat beda dan tidak begitu sederhana adalah pengambilan gambar dan kalimat-kalimatnya. Kalau Nayato kan khas tu gambarnya, dramatis dan angle nya unik. Nah, kalau film ini gambar-gambarnya itu dizoom in (atau out yak? Hehe..) terus. Jadi selayar bioskop itu bisa isinya hanya mata dan pipinya Rebecca ajah. Tapi indah. Warnanya juga indah. Paling suka pas Rebecca meluk April dari belakang! Trus pemandangan rel dan lalu lalangnya kereta, walau berulang-ulang, juga tetep indah. Dan, yang jangan dilewatkan adalah Elmo yang bertubuh lebih wow daripada Jacob! Seriusan tuh perut astaghfirullah dah.. Dan karena Elmo kerjaannya bertarung, dan adegan bertarung itu dianggap penting di jalannya cerita maka suguhan itu perut merata dari awal hingga akhir. Slurrpp.. ^o^


Beberapa dialog di film ini disampaikan dengan cukup menggelitik. Misi ‘nyelepet’ MUI cukup berhasil disampaikan lewat mulut Bocor yang mengajak Elmo untuk nonton film berjudul “Mati di Pelukan Janda”. “Nonton yuk Mo.. Lumayan buat ngonak2an doank.. Atau lo takut ama MUI yah?”. Dan lebih berasa lagi lewat April yang meminta Elmo untuk tidak bertanding lagi, “Aku berharap semoga tinju diharamkan MUI”. Pintar! Kalimat metafora bagus juga muncul dari Elmo saat bertengkar dengan April tentang Bocor, “Dia itu tak butuh sekolah. Dia bukan tanaman liar yang butuh pot bagus, tapi air untuk tumbuh dan merasakan kebebasan”. Ada lumayan quote-quote yang kusuka.. ^^


Hanya saja, gambar dan kalimat indah serta musik yang kadang mendayu kadang sumringah dan menjadikan ni film kadang mirip videoklip, kupikir tidak mampu ‘menaikkan kelas’ ceritanya yang sederhana itu. Apalagi cerita tentang papanya April yang gay. Setelah aku menonton kisah gay yang manis di I Know What You Did on Facebook, kisah gay di D’Love ini jadi jomplang banget. Pertama, penyampaian bahwa dia gay-nya adalah lewat mulutnya “emang di Indonesia ini sudah bisa menerima pernikahan sesama jenis seperti papa ini?”. Kedua, kisahnya sendiri yang sorry to say, lebay. Diskusi tentang berapa kali jatuh cinta, lemah di matematika dan putus cinta yang menyakitkan padahal harus memimpin rapat, adalah menyesakkan nafas. Dan ketiga, akting cinta-cintaan Akhmad Albar dan kekasihnya yang maksa dan ga cantik sama sekali.


Dan satu lagi yang kurasa kurang sreg adalah tembus pandangnya ruang tindakan di rumah sakit. Memang si pengambilan gambar perjuangan para dokter jadi keren (di sela-sela kaca buram dan terang), trus akting April yang nangis teriris2 jadi maksimal, dan yang utama adalah bahwa adegan klise dokter keluar ruang tindakan dan menjelaskan keadaan pasien jadi ga perlu, karena kita bisa menyaksikan langsung segala tindakan tadi. Tapi kan.. Jadi sulit diamini akal dan keetisan..


Jadi, secara keseluruhan lumayan… Walau ketragisan yang dijanjikan di poster adalah misteri. Sebelah manakah tragisnya?


Untuk sinopsis lengkap dan trailer bisa diliat di 21cineplex.com yah.. ^^



Friday, July 23, 2010

4 Alasan Dia Tidak Mau Menikahiku

 

Atas pertanyaan Dani dan Muse dan dengan telah disetujuinya hal ini untuk di-share oleh yang bersangkutan, maka inilah alasan penolakan yang diberikan oleh temanku yang menyanyikan lagu “Mau Dibawa Kemana Hubungan Kita” untukku.

 

Aku sama dia udah kenal lumayan lama. Sudah melewati lumayan lengkap hal. Ketawa-ketawa sering, nangis-nangis juga pernah. Kalau di blog nya m’onit ada tentang 5 orang dan penghargaan, dengan salah satu kategorinya adalah ‘orang yang ada di sana saat kita butuh’, maka temenku ini sudah pasti salah satunya.

 

We share the same value, itulah yang membuat kita bisa berteman dan sering flip-flop. Dan dia tidak mempermasalahkan aku yang masih suka flip-flop. Berbeda dengan seseorang yang berkata “Kamu hidup di jaman apa si Tata ko masih ber-flip-flop??”. (dan seseorang ini akan muncul lagi di bawah). Menyenangkanlah berteman dengan dia. Walau pernah juga kita berantem hingga dia berkata “gue capek temenan ama orang yang semaunya sendiri”. Auch..

 

Nah, suatu waktu dalam suatu diskusi kita membahas tentang sekufu dalam pernikahan. Aku curhat ke dia tentang betapa tak sekufunya aku dengan gebetanku. Ibarat menaiki tangga, maka aku di anak tangga pertama dan dia adaklah 7 anak tangga di atasku. Dan aku bukannya ga mau berusaha untuk menyamakan kedudukan, tapi aku butuh waktu. Untuk bisa berenang kita harus belajar mengapung dulu kan? Dan waktu itu aku sakit banget karena gebetanku itu sangat menunjukkan superioritasnya, bahwa dia jauh di atasku. Ibarat di kolam renang, dia renang bolak-balik nglewatin aku dan mencibir aku yang baru belajar meluncur. Kubilang ke temenku ini, “Adalah mimpi kalau ku berharap dia mau turun tangga dan gandeng aku untuk naik bersama”. Itulah sebab gebetanku itu menjadi mantan gebetan.

 

Kelanjutan dari diskusi tadi adalah aku mengajaknya menikah. Siapa tau kita adalah seperti ikan di laut yang pengen liat laut kan? Bahwa kita adalah pepatah gajah di depan mata tak keliatan kan? Dan setelah apa yang kita lewati bersama, suka dan duka, tangis dan tawa, senyum dan cemberut, kupikir cukup sebagai modal, tinggal melanjutkan ke seumur hidup  (jiaaaa…keren banget kalimat lamaranku.. hohoho..)

 

Dan dia awalnya diam. Hanya bilang tidak mungkin dan tidak bisa. Kutantang ke dia apa alasannya. Dan berikut alasannya:

1.       “Kita beda agama”

Dan aku refleks menjawab “Trus? Ada apa dengan beda agama?. Kita bisa ke Thailand seperti yang kamu pernah bilang. Atau, berhubung aku sudah khatam buku Kado untuk Pasangan Nikah Beda Agama, aku tahu cara untuk kita. Dan aha! Satu-satunya kantor catatan sipil yang menerima NBA adalah di Salatiga. Kotaku. Tidakkah kamu berpikir Tuhan memudahkan jalan kita?” (hohoho..).

 

2.       Aku ga cinta kamu

aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta padaku (saat ini). Witing tresno jalaran seko kulino lho..”. Dan sejak itu ku suka (godain) SMS dia “I love u”, dan dia menjawa “I don’t”. Begitu juga di akhir telpon, kalo kubilang “I love you..”, dia konsisten dengan “I don’t”-nya. Ku jadi berasa kayak anak cewek di film-film Bo Bo Ho yang ngejar2 Bo Bo Ho dan dicuekin habis-habisan gitu..

 

 

3.       “Aku lebih seneng kamu menjadi temanku”

“lho..lho.. Emangnya menikah memusnahkan pertemanan? Menikah itu berteman lho. Itulah kenapa pasangan kita dinamakan ‘teman hidup’”

 

 

4.       “Kita tidak sekufu”

Tata: maksud kamu, aku tidak se-anak tangga dengan kamu?

Dia: Iya..kamu jauuuuhhh dibawah..

Tata:Ya nggak masalah dunk..aku bisa nyusul kamu

Dia: ga mungkin bisa.. Kamu naik satu tangga, aku naik juga.. Ga bakal bisa nyusul ..

Tata: Lho? Kamu kan bisa turun tangga bentar, trus ajarin aku cara melangkah..

Dia: Ah..ga mau..

 

 

Begitulah model pertemanan dan becandaan kami. We do share the same value and sense of humor. Walau sekarang karena pengaruh seseorang dia jadi suka berkata “Berkembang dunk, Tata” atau “makanya belajar dunk, Tata”, tiap ku ga nangkep omongan atau becandaan dia. Dan seseorang itulah yang menjadi amandemen dari keempat alasan di atas.

 

 

5.       “I love him”

Begitulah.. ‘him’ di sini adalah temenku juga. Dan inilah ‘seseorang’ yang kusebut di atas. Boleh dibilang aku yang mengenalkan mereka dan mengeratkan hubungan mereka. Tapi si temenku ini lebih passionate dan intimate kalo komunikasi sama si ‘him’ ini. Contoh sederhana: seumur-umur, dia tuh kalau SMS ke aku biasa saja. Nah kalo ke si’him’ pake acara ‘ndusel-ndusel’ gitu (sumpah ku ngakak pas baca kata ini.. hahaha…). Trus, oleh-oleh. Aku kan pe.rem.pu.an, ‘him’ adalah la.ki.la.ki. tapi si ‘him’ ini dapet oleh-oleh yang jauuuuhhh lebih perempuan dari aku. (aku sampe nganga dan ngakak pas nrimanya). Jadi, apa yang bisa kukata lagi kan?

 

 

 

^o^

 

 

Yak! Itulah critanya.. Kata seorang teman, “tak selalu kita menikah dengan soulmate kita”. Temanku ini adalah soulmateku, tapi ga harus menikahiku kan? We’re soulmate forever.. (ya..ya..ya.. aku tau kamu akan berkata “that’s a pathetic statement”. See? Aku tau cara berpikir kamu, teman.. mwah and love u!)

 

 

*ga bisa berhenti senyum selama ngetik*

 

Thursday, July 22, 2010

Bukan MEME: lagu yang berkesan untukku

 

 

Lagi dengerin radio dan ada lagu ini diputer. Dan ku langsung keinget peristiwa yang mem-pyas kan hati ^o^

 

Trus ku juga jadi inget lagu-lagu lain yang terkait dengan peristiwa pyas-pyas. Maka akhirnya ku berpikir untuk merangkumnya. Tapi semampuku saja yah.. Lagi males nginget-inget.. Pyas-pyas di sini adalah karena lagu-lagu ini dinyanyikan untukku, membuatku bersyukur bahwa aku pernah dicinta. Fufufu..

1.       Pertama kali ku jatuh hati

Ibuku kan suka nglatih nyanyi dan kusuka disuruh nemenin. Mungkin maksud ibuku biar aku kecipratan sedikit kemampuan bernyanyi, yang tentu saja tidak pernah terjadi. Hasil yang nampak adalah di otakku bersarang dengan lekatnya lagu-lagu jaman itu, hingga kini. Nah, salah satu muridnya waktu itu ada yang mau ikut lomba nyanyi dan lagu yang dipilih adalah lagu ini. Ku ga tau judulnya, siapa penyanyi aslinya. Tapi tentu saja kuhapal liriknya. Trus pas dia latihan gitu, dia suka ngliatnya ke aku. Ku jadi berasa dia sedang menyanyikan lagu itu untukku.. Hohoho..

Pertama, senyumanmu

Kedua, lirikanmu

Membuat hatiku berdebar sendu

Wajahmu nan rupawan, senyummu nan menawan

Membuat nanananana

Pertama kali, ku jatuh hati

Pertama kali, ku mengenal cinta

 

Yak..ternyata hanya segitu yang sekarang kuapal.. Maklumlah ya..waktu itu ku masih SD klas 1 atau 2 ^^

 

2.       Emosi jiwaku

Ini masih seperti nomor 1, dinyanyikan oleh muridnya ibuku. Bedanya, dia menyanyikan untukku di belakang panggung sambil nunggu giliran. Dan kayaknya ku ga pernah liatin dia pas latihan, karena ku ga apal liriknya. Yang kuinget cuma sekalimat saja: emosi…jiwaku hmm.. cemburu.. hatiku..  pacarku..  dudududu.. denganmu..

 

3.       Out of the blue

Ini pas jaman SMP, oleh murid ibuku juga. Namanya Yoan Prasetya, panggilannya Pras. Dia merayuku dari aku TK. Hahaha.. Namaku kan ‘novita’, trus waktu itu dia bawain aku Buavita, dengan prolog, ‘Nih..ini khusus buat kamu.. Apa bacanya? ‘Buat Vita’….”. Dan aku yang klepek-klepek gitu..dan dalam beberapa waktu ke depan sejak itu ku masih saja percaya bahwa merk minuman itu adalah BuatVita. Bodoh..bodoh..

 

Nah, pas aku SMP ku sering ketemu sama dia lagi. Dan saat itu dia sedang sangat gandrung sama MLTR, trus dia pinjemin ke aku kaset-kasetnya. “Dengerin deh..enak-enak banget lagunya. Yang paling kusuka yang ini nih..”. Trus dia menyanyikan ‘with a love so true.. you took me out of the blue..”. Dan aku melting aja gitu.. Berasa dia nyanyi buat aku.. Hahaha…

 

4.       Roman Picisan

Ini jaman SMA klas 2. Ada adek kelasku yang menarik mataku. Sebenernya dia adek kelasku dari SMP, tapi entah gimana pas SMP dia tak tertangkap oleh mataku. Nah, pas SMA barulah kelihatan gantengnya. Namanya lucu, dan baru 4 tahun kemudian ku baru tau kalau itu nama fam dia dan butuh 2 tahun lagi bagiku untuk ngeh kalau dia berasal dari Poso. *buta ras parrah..

 

Di akhir Masa Orientasi Siswa, anak-anak klas 1 disuruh buat performance di sekitar api unggun. Nah, ni anak dkk berakustik ria (ada 5 atau 6 gitar gitu) dan ni anak sebagai vokalnya. Mereka nyanyi lagu barunya Dewa di saat itu: Roman Picisan. Denger dia nyanyi aja ku dah seneng banget. Nah, pas bagian “malam-malamku bagai malam seribu bintang yang terbang di angkasa bila kau disini tuk sekedar menemani tuk melintasi wangi yang slalu tersaji di satu sisi hati”, para pemetik gitar berhenti dan berganti dengan tepuk2an tangan. Trus mereka kan ngajakin yang nonton untuk ikut tepuk-tepuk. Nah! Si anak itu (kurasa dan kuyakini) ngliat ke aku dan mengajakku bertepuk. Kyaaa… Maka resmilah kuanggap dia bernyanyi untukku.. Hohoho..

 

5.       Best I Ever Had

Ini pas lulusan SMA. Selama SMA kan aku terlibat satu kisah menarik dengan anak Ambon ini (ku dah pernah critain yang dia main harmonika untukku kan? Tapi ku males nguprak-uprak ni blog untuk kasih link..hehehe…). Lagu soundtrack Ordinary People yang dia mainkan untukku dengan harmonika tentu saja sangat mengesankan buatku. Tapi, yang ini juga sangat berkesan. Pas kita semua dikumpulin di aula untuk dengerin pidato bapak kepala sekolah, diakhiri dengan persembahan lagu. Nah, si Ambon ini kan anak band, maka menyanyilah dia. Lagu yang dia pilih adalah lagu ini

..but it’s not so bad.. u’re only the best I ever had..

Dia kan nyanyinya penuh penghayatan gitu. Duduk di bangku tinggi, pegang tiang mic, sambil merem-merem. Nah, pas melek yang dia liat adalah... akuuuu! Kelar lagu, temanku berkata, “Kayaknya dia nyanyi ini buat kamu deh..”. Aku hanya tersenyum, padahal dalam hati berkata “Pastinyaaaaaa….”. ^o^

 

6.       Seberapa Pantas & Lie to Me

Ini jaman kuliah. Si lelaki ini nglanjutin kuliah ke benua seberang. Komunikasi kita waktu itu adalah e-mail, SMS, chatting. Sesekali dia suka kirim pesan lewat ICQ ke henpon juga. Nah, satu masa ku agak-agak jenuh gitu. Dan pas aja gitu Sheilla on Seven ngeluarin lagu Seberapa Pantas ini. Maka, kukirimlah email ke dia berisi lirik lagu ini: seberapa pantas kah engkau untuk kutunggu. Cukup indahkah dirimu untuk slalu kunantikan. dst..

Aku ga bisa nyanyi, dia juga sama sekali ga bisa. Jadi tak ada harapan dia akan bernyanyi untukku. Ga ada romantis-romantisan dengan lagu. Ku berasa hopeless gitu.. Tapi ternyata..dia menjawabnya dengan lagu juga! Lumayan mengejutkanku! Hehehe.. Dia bales pake lagunya Bon Jovi yang “if u don’t love me..(u) lie to me”. Dan cinta terpercik-percik lagi deh.. Karena tak kusangka dia bisa mengikutiku.. ^^ Walau dia tidak bernyanyi, tapi kuanggap saja dia bernyanyi untukku.. ^o^

 

7.       Nuansa Bening

Ini jaman dah kerja. Waktu itu si lelaki ini lagi pulkam untuk merayakan Natal. Dan aku tak ada harapan untuk bisa berkasih-kasihan dengannya lewat telpon karena kutau kalau Natal itu kan saat berkumpul-kumpul, ke gereja beberapa shift, trus berkunjung-kunjung ke saudara. Jadi ya..aku marathon DVD saja.

Tapi tak disangka tak dinyana, dia nelpon akuuuu... Karena ternyata papa dia itu anak paling tua, jadi rumah dialah yang jadi sasaran kunjungan saudara-saudara. Dan dia bolos bentar, ke kamar dan menelponku. Pas kuangkat, tak ada halo atau hai. Sunyi bentar, trus terdengar gitar dipetik, dan dia mulai bernyanyi. That was soooooo sweeeeetttt..!! Dia pilih lagu itu karena lirik ‘kini terasa sungguh semakin engkau jauh, semakin terasa dekat’. Dan aku hanya bisa tersenyum kegirangan, sampai sekarang tiap inget saat itu. Pengen bales pake lagu, tapi daripada telpon mendadak mati dengan alasan baterai drop atau pulsa habis, padahal sebenernya dia ga tahan denger aku bernyanyi, jadi yang aman kubilang ‘love u love u love u’ berjuta kali saja ^^

 

8.       Mau dibawa kemana hubungan kita

*nahan senyum*

Recently. Oleh seorang teman *makin nahan senyum* Kita suka telponan ngebahas apa saja, trus dia suka sambil ngetik, sambil pilih-pilih lagu di playlist dia, sambil ngapain aja dah.. Trus tar dia suka nyanyi sepenggal lagu, ku tebak judulnya. Nah, suatu saat ucluk-ucluk dia nyanyi satu kalimat tok ‘mau dibawa kemana hubungan kita’. *ga tahan lagi nahan ngakak* Dan responku waktu itu adalah “Astaga..lagu itu.. Aku tau itu lagu siapa.. Kalau bukan Baginda, armada.. aku kan nonton Dahsyat..”. Padahal dalam hati aku berkata, “hiyaaa..sekarang dia nanya gitu.. Kemarenan pas kuajak nikah dia ngeluarin 4 alasan kenapa ga mau nikah ma aku..”. Hahahaha..

 

 

 

 

Wednesday, July 21, 2010

Hari Ini, Aku Ingin Menangis

 

Ada sesak yang memendekkan nafas.

 

Kubuka Kotak Ratapan, lumbung kesedihanku. Kupilah-pilah bulir tuk kuuraikan, tapi tak ada yang terasa pas. Bahkan beberapa sudah tak tampak lagi.

Ah, aku kehabisan alasan tuk menumpahkan air mata.

Tapi aku sungguh ingin.

 

 

Istri Bo'ongan

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Comedy

Tidak seperti ekspektasiku.

Trailer:
Julia Perez dengan kostum minim menari seksi bersama Gaston. Jupe gubrak gabruk sama Dwi Sasono. Jupe berselimutkan sprei putih ‘dilempar’ ke kasur sama Gaston yang hanya ber-boxer.

Ekspektasi:
Film yang mengesampingkan cerita, tapi mengedepankan hamparan tubuhnya Jupe dimana-mana.


Ternyata:
Lucu walau critanya standard.

Jupe dan Dwi Sasono adalah sepasang kekasih yang tinggal di Jakarta. Menjelang ulang tahun pernikakan ke-30 ortunya Dwi Sasono, dia disuruh pulang setelah 2 tahun tak pulang. Syarat kepulangan dia adalah membawa calon istri. Karena berasal dari keluarga ningrat, maka Dwi Sasono yakin bahwa ortunya menghendaki menantu yang lemah, lembut dan sopan santun serta pandai menari. Dan dia tidak mungkin membawa pulang Jupe yang memang pandai menari, tapi salsa bukan tarian jawa. Maka dia mempunyai rencana untuk membawa pulang pacar bayaran yang seliar mungkin, biar ditolak sama ortunya. Saat itu, Jupe muncul hingga Nampak seperti putri keraton.

Fachrani adalah cewek tomboy berprofesi sebagai montir tapi kemudian dipecat karna galak pada customer yang colek-colek dia. Dia bersahabat dengan Joe Richard yang cantik dan lemah lembut. Joe menyarankan Fachrani ikut audisi pacar sewaan berhadiah 30 juta biar dapat duit untuk biaya pengobatan ibunya. Dengan tattoo sekujur tubuh fachrani, spesifikasi cewek liar terpenuhi lah ya.

Selanjutnya adalah sangat tertebak bukan?


Yang membuat film ini tidak seklise dan sestandard itu, dan yang terpenting tidak menyiksa penonton adalah: humor yang segar dan acting yang oke. Unsur lain adalah: tidak ada eksploitasi tubuh dan becandaan jorok. Tidak ada zoom-zoom ke bagian tubuh Jupe. Kalaupun kita mendapat lumayan pemandangan badan Jupe, ya itu karena emang badan dia yang menghampar (ga perlu pake zoom juga udah wow kan? Hehehe..).


Humor segar yang kumaksud terutama karena ada Tarzan, apapun kalimat dia, jadinya tu kocak. Joe Richard juga asik. Trus Jupe, walaupun tiap ngomong bibirnya monyong, tapi isinya lucu. Dan, ada beberapa guyonan yang nyaris klise tapi berbalik keren.

Contoh:
Dwi Sasono: Orang tuaku tuh nyari menantu yang pandai menari, Yang..
Jupe: Menari? Kamu pikir yang kulakukan tiap hari apa? Aku kan juga penari
Dwi: Ya bukan nari salsa dunk, yang.. Tapi Gambyong
Jupe: Gambyong? Apa tuh? Makanan?

Paused. Sampai di sini humornya basi bukan? Ku juga langsung males pas sampai sini. Mari kita lanjutkan.

Dwi: itu tarian jawa, Yang.. Kalau yang makanan itu ‘gemblong’.

Hwuaaa.. Aku ngakak!


Contoh satu lagi:
Dwi: nanti kamu ngomongnya keinggris2an yah..
Fachrani: siap, Pak..
Jupe: Iyah.. kayak chincha lauwra gitu.. bechyek..ga ada ojyek..

Paused. Basi lagi kan? Lanjut.

Jupe: banyak peyyek.. (refers to ‘perek’)

Wow.. Aku ngakak lagi.


Begitulah.. Ternyata filmnya bukan eksplorator badan (walau ada jupe yang un-bra), bukan juga becanda2 jorok.


Tapi tetep, jangan berharap ada satu jalan cerita yang utuh dari depan ke belakang. Di depan concern nya apa, di belakang solusinya apa. Hal-hal kunci yang ditampilkan di awal, ternyata kelupaan dibahas sampai film selesai. Seperti pesta ultah perkawinan ortu yang ga ada, ibu sakit yang ga kebahas.


Trus apa peran Gaston di film ini? Kuberi label ‘pendesir’. Dia ga dapet jatah ngomong sekata pun. Tugas dia adalah menari dan bercinta bersama Jupe. Nah! Pas dia nari salsa sama Jupe. Astaghfirullah itu kakiiii.. sungguh mendesirkan! Hohoho.. (buat yang udah liat iklan Sutra Jupe-Gaston, di film ini goyang kaki Gaston jauuuh lebih wow)


Jadi yang butuh ketawa-ketawa, silakan menontonnya..