Thursday, November 7, 2013

It’s Not Always A u-get-what-u-give And Vice Versa


 

Kadang yah pengen memperlakukan orang seperti halnya mereka memperlakukan kita. Simply to show them ‘u get what u give’ rules.

 

Ada jenis orang yang nyaris SELALU berkomunikasi dengan kata ‘ok’. And it’s kinda annoying..sometimes....

TaTa: tar kita jadi nonton bareng kaann? Kabari yah kepastiannya. Aku bli tiket jam 5.

Dia: ok

TaTa: kalo ga jadi atau ada tambahan tiket, kabar-kabar

Dia: ok

Beberapa waktu kemudian

TaTa: aku udah mau bli tiket nich..

Dia: ok

TaTa: -________-  kok ok.. KAMU MAU DIBELIIN TIKET BERAPA BANYAK??

Dia: oh ok. Aku aja.

Atau

Dia: udah baca novel Ini blum?

TaTa: suuuddd…

Dia: ok

TaTa: ………………………………….

Atau

Dia: hari ini kemana?

TaTa: di kamar aja,beberes

Dia: ok

TaTa: ………………………………….

 

Trus ada juga jenis orang yang tiap membalas pesan membuat kita pengen teriak: BASIIIII! MADINGNYA UDAH TERBIT! UDAH GANTI EDISI UDAH GANTI REDAKSI!

Tau kan orang yang butuh waktu seribu tahun untuk balas pesan.. Kadang sih emang ga perlu direspon secepat itu, tapi kan kadang ada yg urgent.
 

Nah, sering aku bertekad untuk membalas mereka dengan melakukan yg mereka lakukan.

Tapi buat apa?

Karena jelas-jelas itu akan mengubah kita. Hanya untuk menunjukkan ke mereka tentang sesuatu hal yang belum tentu mereka akan pahami juga. Ya kan?
 

It’s their style. And I have mine.

And they’re my friends.  And I love them. Kalo ga gitu bukan mereka lagi.

*kemudian nyanyi don’t u ever wish u were someone else u were meant to be the way u are exactly… cause there’s nothing about u I would change..
 
 
ditulis dalam rangka penghiburan kepada diri sendiri... :)))))

Monday, September 9, 2013

Sepatu Baru


Tak ada yang salah dengan sepatu yang kupakai untuk berjalan selama ini [sejauh ini]. Namun sepatu itu slalu menuju ke arah itu [arahmu].  Langkahku menuruti si sepatu [tanpa ada keinginan mempertanyakan pun menolak]

Sudah cukup aku mengikutimu. Langkah kakiku tak akan pernah menyamaimu. Dan aku akan selalu berada di belakangmu.

Sebab di sampingmu adalah kemustahilan, maka aku menuju kemungkinan

 

Dengan sepatu baru aku meninggalkanmu

Monday, January 21, 2013

Wednesday, January 2, 2013

Saling Menyakiti yang Tak Perlu

Nama saya TaTa, telah keluar dari rumah semenjak lulus SMU untuk kuliah dan kemudian bekerja.  Dari sekian lama itu rupanya saya sudah terlalu tergesek dengan gempita ibukota, otak saya sudah terlalu Jakarta.
Liburan Natal kemarin saya pulang ke rumah di sebuah desa di Jawa Tengah sana. Kota terdekat adalah Salatiga. Pada suatu hari, teman SMU saya yang sekarang berdomisili di Bali mengajak berjumpa dan saya iyakan. Ketika berpamitan kepada ibu dan mengatakan dimana saya akan berjumpa dengan teman, beliau berkata “oh.. di situ mahhaaall! Dan ga enak pula”. Dan saya hanya manggut-manggut.
Sesampainya di sana, saya menemukan tempat yang sangat sangat sangat manis. Rumah tua yang dijadikan kafe. Furniture nya vintage nan bersahaja. Saya jatuh cinta dengan suasananya dan memaklumi jika harga makanannya mahal seperti kata ibu saya.  Namun, ketika membaca menunya, saya langsung berkata “oh my.. Ibu lebay!”. Seporsi gado-gado, harganya 10ribu (mengingat di Jakarta seporsi gado-gado ada yang harganya 35ribu), secangkir kopi di bawah sepuluh ribu.  Dudududu… Di sebelah mana mahalnyaaaaa
Kemudian saat teman saya datang dan saya ceritakan ibu saya memberi warning bahwa tempat ini mahal dan ga enak, ternyata dia mengalami hal yang sama. “Buat Ibu-ibu, semua tempat itu mahal dan ga enak! Hanya masakannya sendiri yang enak! Mereka ga tau aja harga segini di Jakarta murah meriah!
Sedikit diskusi selanjutnya menyimpulkan bahwa gaya hidup kami ini sudahlah sangat Jakarta dan itu niscaya menyakiti perasaan ibu kita. “Kalau mereka tau segelas kopi di starbak itu 36ribu, bisa stroke tuh kayaknya”.
Kebalikannya, saya pun tersakiti dengan gaya hidup keluarga saya. Mereka membuang sampah di selokan depan rumah (yang mana sebenarnya itu sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu dan semua baik-baik saja), mereka membiarkan charger handphone tercolok sepanjang masa (ketika selesai menge-charge yang dicabut hanyalah si handphone), mereka tidak pernah mematikan lampu teras. Apalagi ketika ibu saya ke pasar, saya ingin pingsan rasanya. Untuk membeli beberapa buah tahu, ada 2 kantong plastik yang terpakai, 1 untuk tempat tahu kemudian 1 lagi untuk tempat tahu yang sudah dibungkus plastik tadi. Kemudian pindah untuk beli gula, dapat plastik lagi. Demikian seterusnya. Jangankan untuk membawa kantong dari rumah, untuk menolak pemberian kantong plastik dari pedagang, ibu saya tak terpikiran.
Saya, yang sok cinta bumi ini sangat stress melihat gaya hidup keluarga saya itu. Namun demikian tak berani untuk menularkan semangat go green ala-ala ke keluarga saya, karena memang rasanya tak perlu.  Seperti halnya mereka tak perlu tau gaya hidup saya yang mungkin akan menyakiti mereka.
Lebih baik mencegah (sakit hati) daripada mengobati bukan?

Friday, December 7, 2012

Menjadi Baik

"Kamu tidak bisa berharap orang lain menjadi baik, kamu harus membuat orang lain itu menjadi baik" _ Jelapah

artinya kita tidak bisa berdiam diri dan berharap dan kemudian kecewa lalu sakit hati
kita harus berbuat sesuatu tentang apa yang kita mau

misalnya kita punya teman yang tiap janjian slalu datangnya telat dan itu menggangu kita. maka berharap dia tidak akan terlambat lagi itu tak bisa. kita harus berbuat sesuatu untuk membuat dia tidak terlambat, misalnya dengan mengingatkannya atau membangunkannya atau menjemputnya jika perlu.

contoh lain jika ada teman yang hobinya meminjam baju dan tidak dikembalikan. maka, kita tidak bisa hanya berharap semoga dia ingat atau kelak tidak seperti itu lagi. kita harus membuat dia selalu mengembalikan apa yang dia pinjam.

ya seperti itulah..
dan jika perbuatan kita tidak diterima dengan baik, bernyanyilah..

....whatever i did whatever i said i didn't mean it, i just want u back for good...

:)

Wednesday, November 21, 2012

UTANG PIUTANG

..kadang-kadang tak ada logika....

kl si pemberi utang kesel liat bahwa si penerima utang sulit mengembalikan utangnya namun slalu berhura-hura, rasanya itu masuk akal
bagaimana dengan si penerima utang kesel ke si pemberi utang karena dia bisa berhura-hura? "Lo slalu nagih utang lo ke gue, tapi kok lo bisa nonton konser ini, liburan ke situ...."

...di luar akal...

jika A = B, maka B = A
jika janji adalah hutang, maka hutang adalah janji
kl janji membayar hutang, itu apa?
janji membayar janji? *jadi cukup dengan janji-janji









suatu hari bapakku pernah berkata, kl bisa janganlah terlibat hutang-piutang. karena ketika tiba saatnya untuk menagih... (entah gimana) kamu seperti tidak dihargai..ora kajen..

dududududu...

Thursday, November 15, 2012

Bahagia: a birthday wish

dari sekian banyak ucapan ulang tahun yang sudah kuterima selama aku hidup ini, ada satu yang (akhirnya) membuatku mataku langsung memanas dan dadaku menghangat

...aku mau kamu bahagia selalu. mau sukses atau enggak, mau cepet dapat jodoh atau enggak, yang penting kamu bahagia...

doa dari sahabat memang tak pernah gagal..

i luv You, E..





banyak ucapan disertai doa yang kadang justru membuat gusar. Misalnya "semoga tambah pintar", meski mulut berkata 'amin', dalam hati bisa saja mengucap "maksudnya sekarang aku tidak cukup pintar?" :)