Friday, March 13, 2009

Entah Aku yang Sensi Atau Emang Basi...

"Belum pulang?". Terhitung dari jam 5 sore tadi sampai sekarang jam setengah 8, ku dah dapat pertanyaan itu 5 kali. Atau lebih yah? Pokoknya aku hampir emosi jiwa deh...

 

Padahal ini bukan pertama atau kedua kalinya aku pulang malem. Aku sering ko pulang malem. Tapi selalu aja orang-orang pertanyaannya sama.

 

Ketemu di mushola, ditanya itu. Trus ada org mau pulang, pas lewat mejaku pertanyaannya itu juga. Lagi ambil kopi di pantry, musti jawab pertanyaan itu juga. Ga kreatif banget siiiiii....??

 

Kenapa pertanyaannya itu? Jelas2 aku masih duduk di kursiku, aku masih berkeliaran di kantor, kenapa musti ditanya aku udah pulang atau belum? Kalau aku udah pulang aku ga bakalan ada di siniiiiiii...!!! Susah banget si memahami konsep itu?! Huhuh...!!

 

Masih mending kalau kalimatnya, "Tumben kamu belum pulang...". Tapi kalau "BELUM PULANG?". Pengen kujawab sebagai berikut:

a. Perlu dijawab ya pertanyaannya?

b. Udah... Rumahku kan di sini...

c. Ada pertanyaan lain ga yang lebih meaning?

d. Belum... Kalau sudah, Anda tidak akan melihat saya sekarang...dan Anda juga tidak perlu bertanya basi gitu...

 

Tapi semua pilihan itu hanya ada di angan2ku. Kenyataannya aku hanya sanggup menjawab, "Belum..." dengan nada yang bervariasi. Kalau yang tanya Ibu-ibu sambil tersenyum dan 'hehehe' terpaksa. Kalau yang nanya the ignoring guy, dengan nada ketus bin jutek tanpa memandangnya. Kalau yg nanya sepantaran, nadanya agak membentak.

 

Sebenernya jawaban apa si yg mereka harapkan dari pertanyaan itu? Bingung aku...

 

Wednesday, March 11, 2009

Pertengkaran_Mantan Sejoli Saling Gigit karena Rebutan Televisi

 

 

Jakarta, Kompas – Sepasang mantan kekasih saling gigit. Yang perempuan menggigit dan mencakar lengan mantan kekasihnya, sementara yang laki-laki membalas dengan menggigit pipi kirinya. Akibatnya, kedua sejoli ini diserahkan kepada Polsek Metro Kramat Jati, Jakarta Timur, karena telah mengganggu ketenangan lingkungan.

 

 

Peristiwa yang terjadi di sebuah rumah kos di RT 01 RW 04 Cililitan, Kramat Jati, Selasa (10/03), ini melibatkan Ft (23) dan Hr (24). Mereka telah menjalin hubungan kasih selama lima bulan dan berakhir pada akhir Oktober tahun lalu.

 

 

Menurut Ft, dia memutuskan Hr karena Hr ringan tangan. Sementara menurut Hr, Ft telah selingkuh. Setelah mereka berpisah, Ft menuntut agar sepatu pantofel yang telah dibelikannya untuk Hr dikembalikan.

 

 

Sepatu itu saya beli untuk orang yang saya cintai. Sekarang dia bukan lagi orang yang saya cintai, jadi sepatu itu harus dikembalikan,” kata Ft saat dibawa ke kantor polisi.

 

 

Permintaan Ft, untuk mengembalikan sepatu itu membuat Hr marah. Dia pun menuntut Ft untuk mengembalikan telepon seluler dan pesawat televisi yang diberikan kepada Ft.

 

 

Ft menolak mengembalikan telepon seluler itu dengan alasan sudah hilang. Dia juga tidak mau mengembalikan televisi.

 

 

Menurut Hr, dia keberatan televisi itu tetap di Ft karena televisi tersebut masih kredit, dan setiap bulan dia yang membayar cicilan kredit itu.

 

 

Masak saya yang bayar cicilannya, dia yang menikmati televisi itu,” ujar Hr yang datang ke tempat kos Ft karena diminta mengembalikan sepatu pantofel.

 

 

Karena masing-masing masih bersikukuh tidak mau mengembalikan, terjadilah pertengkaran itu. Ft mencakar tangan kiri dan menggigit lengan kanan Hr. Hr membalasnya dengan mencekik dan menggigit pipi kiri Ft.

 

 

Kasus ini cukup menyita perhatian warga lingkungan Cililitan karena suara pertengkaran mereka cukup keras. Ft mengaku, selain digigit, dia juga dicekik oleh Hr sehingga dia berteriak keras. Kini Hr ditahan Polsek Metro Kramat Jati.

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Ck...ck...ck... Pasangan sadomasokis nih... Makanya kalo talak, pembagian harta gono gininya yang jelas... Jangan asal bercinta lalu berpisah begitu saja... ^o^

 

Semoga dapat diambil hikmahnya... Hohoho....

Monday, March 9, 2009

Mau Sutra Merah atau Hitam?

Sebagai seseorang yang pernah bersumpah untuk mengabdikan diri di bisang sosial, terutama kesehatan, maka mulai minggu kemarin aku mempunyai kegiatan khusus. Tiap akhir pekan aku akan menghabiskan waktuku di apotik. Beruntung aku memiliki teman-teman yang mengelola apotik dan tidak keberatan aku recokin.

 

 

Hari Sabtu kemarin adalah hari pertamaku berada di apotik. Dengan modal otak apa adanya aku memberanikan diri ikut melayani pasien. Karena apotiknya belum lama buka, jadi pasiennya belum membludak. Jadi aku masih bisa santai.

 

 

 

Menerima resep, menyiapkan obat, menyerahkan dan memberi informasi obat secukupnya, bisalah aku lakukan. Walaupun agak gelagapan juga pas tiba-tiba ada yang nanya indikasi obat yang aku belum kenal. Lebih gelagapan lagi ketika ada bapak-bapak datang dan berkata, ”Ibu saya sakit asam urat, udah sampai bengkak gitu. Obatnya apa ya Mbak?”.

 

 

 

Jderrr... Mendadak semua ilmu yang kusimpan rapi di otak menghilang. Yang tertinggal hanya ilmu untuk tersenyum. Temanku datang menyelamatkan!

 

 

 

Selama tidak ada pasien, temanku memberi panduan2 praktis akan macam-macam permintaan pasien. Kita simulasi misalnya ada ibu-ibu datang dan minta obat batuk buat anaknya yang non alkohol, pilihannya apa saja. Dan simulasi-simulasi lainnya yang akan membuat kita berpikir dan memberikan pertimbangan.

 

 

 

Lewat tengah hari, ada seorang mas-mas datang. Rambutnya berombak, panjangnya lewat bahu, mengenakan kaos dan celana bahan (bukan jeans). Sepertinya orangnya ramah, nampak dari cara berjalannya. Dia berjalan dengan langkah yang sangat ringan, hingga dia hampir loncat2 gitu lho.... Tangan kirinya dimasukkan ke dalam saku dan sepertinya dia bersenandung juga. Nampak bahagia deh...

 

 

 

Setelah dia membuka pintu kaca, aku berdiri dan menyambutnya.

Tata: Ya mas? ...ada yang bisa saya bantu?....

 

 

Masnya: ......tersenyum, matanya menyipit, tanda senyum sangat ramah..... Mau itu donk Mbak...

 

 

Tata: ya? ...tetap bertanya, karena dia bilang ’itu’, tapi ga nunjuk ke suatu barang....

 

 

Masnya: Sutra....dagunya mengarah ke rak sebelah kiriku, dimana di situlah (ternyata) Sutra berada...

 

 

Tata:...mendekati si Sutra. Dan ternyata ada dua varian. Sebagai penjual yang baik, maka aku bertanya, Yang hitam atau merah, mas?

 

 

Masnya: bedanya apa ya Mbak?

 

 

Tata: ....MANA KUTAUUUUUU.... heh? Ummhh...bentar ya...

 

 

 

Kuambil 2 jenis Sutra itu dan kemudian kubaca cepat informasi yang tertulis. Tapi sama ajaaaaa...ga ada bedanyaaaa....

 

 

Masnya: Apa mbak bedanya?

 

 

Tata: Mari kita baca.

 

 

Kukasih ke dia satu kotak Sutra hitam, biar dia baca.

Tiba2, dari belakangku, dari balik rak, temanku berbisik: Ta..yang enak Durex, Ta...

 

 

 

Adu...adu...adu... Masa iya kubilang ke masnya, ”Durex aja Mas..lebih enak lho...

 

Setelah ga nemu2 apa bedanya, akhirnya ku berkata:

Ga ada bedanya ko Mas... Sama aja.. Cuma beda warna bungkusnya aja..

 

Dan akhirnya masnya memilih Sutra merah, yang harganya lebih murah.

 

Setelah dia pergi, segera kuambil lagi dua kotak Sutra itu. Kucari bedanya. Temanku ikut2an penasaran. Kita buka kotaknya, kita baca package insertnya. Sama ajaaaaaaa... Agak ada pembodohan dikit si... Kalo di yang merah dibilang, ”dengan pelumas khusus”, kalo yang hitam, ”dengan lubrikan khusus”. Haiyaaahhh...itu kan sami mawoooonnn.... Agak beda dikit si, kalo di hitam ada kalimat bahwa lubrikan khusus itu mebuat pria lebih kuat dan tahan lama. Haiyah...gimana mekanisme kerjanyaaaaa...??

 

 

 

Kita telusuri baris per baris dan kata per kata. Kita mau tau kenapa Sutra hitam lebih mahal. Trus nemu tulisan diameter. Langsung kita bahagia berhasil menemukan bedanya. Tapi setelah disandingkan, sama ajaaaaa.... Sama-sama 52 mm!

 

 

 

Trus apa dunk????

 

 

Cara pakainya sama. Malahan, di Sutra merah ada bonus kartu Tinta. Kartu berisi tips-tips bermain cinta yang malesin..

 

 

 

Sempat berpikir, ketebalan karetnya. Tapi ga ada keterangan itu di kotak dan package insertnya. Masa iya kita musti buka barang dagangan untuk diperiksa tebalnya??

 

 

Dan akhirnya setelah membolak-balik kotak, kita menemukannyaaaaaa!!! Yipiiieeeee....!!!

 

 

Jadi, ternyata kalau Sutra hitam itu disertai dengan spermisida sedangkan yang merah tidak. Udah itu aja bedanya.

 

 

Ya ampun...ya ampun...

 

 

Jadi, harusnya tadi kutanya ke masnya ”pernah bocor atau ga, Mas?”. Kalau pernah, kasih hitam. Kalau ga pernah, kasih merah.

 

 

Hwuaaaa... Ilmuku bertambah!

 

 

 

Berikut panduan singkat jika ada orang mau beli kondom, tapi belum memiliki pilihan spesifik:

  1. Tentukan apakah dia sensitif harga atau tidak. Jika iya, tawarkan Sutra merah (10.000 dapat 12!). Kalau tidak, tawarkan Durex.
  2. Tanyakan suka yang biasa atau yang berasa (walau bingung juga untuk apa kondom dikasih rasa). Kalau mau yang biasa saja, berikan Sutra lagi. Kalau suka yang ga biasa dan berasa, kasih Fiesta setelah tanya lagi rasa apa yang dimau. Informasikan juga bahwa ada varian lain dari Fiesta: ultra thin, dotted.
  3. Jika dia memilih Sutra, maka tanya apakah ada riwayat bocor atau pecah/robek selama pemakaian atau tidak. Jika iya, berikan Sutra hitam agar sperma yang dikeluarkan mati, jadi misal kondom pecahpun tetap aman. Tapi jika selama menggunakan kondom belum pernah mengalami pecah pakai, berikan Sutra Merah.

 

 

Semoga bermanfaaaaaatttt....

Friday, March 6, 2009

Psssttt....

Kukasih tau kegiatanku hari ini yah... Tapi jangan bilang siapa2 yaaaaa....

 

04.30    Bangun tidur, trus sholat subuh

04.35    Tidur lagi

06.23     Bangun dengan panik

06.40     Sudah berada di dalam kereta (dengan bekas tindesan selimut di pipi kiri, mata masih berkabut, suara masih kayak macan)

07.41     Sarapan ketupat sayur

08.10     Mulai nyalain komputer, cek e-mail dan MP (penting!)

09.00     Dapat mandat untuk makilin bos meeting dengan bapak2 pejabat Depkes dan ibu2 YKI

09.10-11.00   Berada di meeting yang menarik (liat orang2 berantem dan gontok2an)

11.10-12.10    Makan siang lanjutan meeting bersama ibu2 itu. Bapak2nya pulang duluan

12.15-13.00    Ikut jalan2 di pasar kaget sebelah kantor

13.15             Sholat dhuhur

13.30-16.00    Ngempi dan sedikit FB

16.00             Sholat ashar

16.30-17.00     Ngempi

17.00-17.30     Beres-beres meja, sambil tetep ngempi tentu sajah...

17.30              Pulaaaaaang...             

 

Sedikitpun aku ga macul. Hohoho...

 

Thursday, March 5, 2009

Kiranti_Ingin Merangkul Semua Wanita dari Segala Usia

Rating:★★
Category:Other


”Aku akan datang dan mengganggu hidupmu”. Begitu kalimat yang terdengar di telepon yang diterima seorang gadis remaja. Gadis itu ketakutan. Kemudian teleponnya bernunyi lagi, dan suara itu terdengar lagi, ”Aku pasti datang”. Gadis itu makin ketakutan dan berlari.

Tapi kemudian muncul Alissya Subandono dan menenangkannya. Dia mengatakan bahwa tidak perlu takut akan datang bulan. Hadapi saja dengan Kiranti.

Konsepnya oke, kapitalisasinya juga oke.

Kalau dulu kan image Kiranti itu hanya untuk ibu-ibu yang datang bulannya terlambat. Jadi perlu minum Kiranti biar tidak sakit perutnya.

Tak lama berselang, dia memperluas pasarnya dengan mengganti desain botolnya menjadi lebih stylish. Maksudnya untuk menggapai pasar yang lebih luas. Kalau di iklan awal kan diperlihatkan Kiranti untuk wanita yang sudah menikah (ada gambar suami2 yang resah).

Nah, rupanya tidak cukup merangkul ibu-ibu dan nona-nona. Sekarang Kiranti menetapkan gadis belia yang baru mendapatkan menstruasinya sebagai target berikutnya. Dia pengen semua gadis sudah menyiapkan Kiranti di kulkasnya sebelum menstruasi pertamanya datang. Sehingga begitu si bulan datang, botol Kiranti langsung dibuka.

Untuk tujuan itu, maka dibuatlah iklan di atas. Pemilihan Alissya Soebandono sebagai duta remaja, sudah oke. Dia kan dikenal pintar dan berprestasi di sekolahnya, akselerasi pula. Jadi, diharapkan kalau dia yang berkata bahwa Kiranti mampu menghilangkan nyeri haid, maka gadis2 muda akan terbujuk untuk menggunakan Kiranti juga.

Lantas, apakah aku akan memberikan bintang 5 untuk iklan itu? Layakkah dia atas bintang 5 dariku?

Tidak. (kata orang Kiranti: sapa lo?)

Emang si semua oke. Tapiiiiii....kenapa suara di telelpon yang bilang dia mau datang untuk mengganggu hidup sang gadis remaja adalah suara BAPAK-BAPAK????? Untuk memberikan efek bahwa datang bulan itu menyeramkan?? Emang si suara bapak2 itu menyeramkaaaaannn...gimana ga serem, suaranya besar dan serak gituh... Tapi kenapa bapak2? Suara serem kan banyak yg lain...ada nenek sihir, mak lampir, sundelbolong, nyai roro kidul, kuntilanak. Jadi, sekali lagi: KENAPA BAPAK-BAPAK?? Kan kasian para bapak-bapak...disamakan dengan sesuatu yang mengganggu hidup para remaja wanita.



Bosku Pinter Deh…

 

 

Bila diibaratkan dengan bercocok tanam, maka job desc ku adalah menanam kangkung, kedelai dan kaktus. Sedangkan 2 teman setimku lainnya adalah menanam padi dan jagung.

 

 

Masing-masing dari kami dikasih lahan satu gunung. Tugas kami adalah mencangkul, menanam, merawat dan memanennya. Yang termasuk dalam merawat adalah memupuk, mengairi dan mencabuti rumput dan gulma lainnya.

 

 

Target pekerjaan kami jelas: panen tepat waktu, jika perlu lebih cepat. Tugas bos ku adalah mengawasi pekerjaan kami.

 

 

Dua rekanku yang bertugas menanam padi dan jagung mendapat pengawasan ketat dari bosku. Hampir tiap hari mereka harus melapor. Ada satu helai daun padi yang layu pun harus segera lapor. Karena hasil kerja mereka sangat dinantikan oleh masyarakat luas. Sedangkan aku, kurang begitu diperhatikan karena orang ga makan kangkung juga gapapa kan? Paling sesekali kalau beliau sedang mengamati gunung rekanku, beliau nglirik ke gunungku. Jarang deh beliau mengkontrol pekerjaanku. Pokoknya dia tau beres ajah.

 

 

Tiap hari aku mencangkul tanah, menebar benih, menyianginya dan menyiraminya. Rutinitas itu kulakukan setiap hari. Sesekali aku pergi ke tukang pupuk, menanyakan kenapa distribusi pupuk suka ga lancar. Kadang ke tukang irigasi, nanya mungkin ga debit air ke gunungku ditambah. Pokoknya ku berusaha gimana caranya agar aku bisa panen tepat waktu. Sekali dua kali, panenku mundur dari jadwal. Tapi aku punya alasan kuat: force major, bencana alam, di luar kuasaku.

 

 

Nah, tiap awal tahun kan kita berkumpul untuk bagi2 tugas dan tanggung jawab. Aku si orangnya terima-terima aja. Mau dikasih segunung atau dua gunung, fine. Mau disuruh nanam kangkung atau ganja, oke. Inti dari semuanya kan planning. Apapun pekerjaannya, buat rencana yang bagus dulu, pasti kerja juga enak.

 

 

Entah bagaimana critanya, bos ku beranggapan bahwa kerjaanku terlalu enteng. Dia melihatku biasa-biasa saja, tidak pernah mengalami hectic, stress atau panik. Oleh karena itu dia berasumsi aku keenakan dengan tugas menanam kangkung, sayur dan kedelai.

 

 

Lha? Mana bisa begitu dunk... Aku diberi lahan, aku diberi tugas. Aku buat rencana dan aku jalankan rencanaku. Gunung kupacul, kutanam benih, kupupuk dan kuairi. Panen. Selesai. Suka-suka aku dunk gimana cara yang kupake... Kalau ternyata sambil macul aku bisa dengerin musik, boleh aja dunk...? Kalau sambil nebar benih, aku bisa ngobrol sama tetangga sebelah? Oke-oke aja dunk...? Kalau pas ngairin lahan, aku bisa jalan-jalan ke pasar, ga masalah dunk....? kalau pas beli pupuk, aku bisa sambil nyalon? Sah2 aja kan? Tokh gunungku ga dipagerin...jadi suka2 aku dunk mau kemana dan ngapain aja...

 

 

Naaahhh... Bosku ga gitu ngliatnya...

 

 

Akhirnya awal tahun ini, aku ditambahin satu gunung lagi dan harus kutanamin bayam, secara hidroponik. Walaupun aku belum pernah tau gimana nanem bayam hidroponik, tapi aku sanggupi. Harus optimis. Pasti bisa!

 

 

Nah, ternyata dengan ditambahin kerjaan aku masih bahagia dan damai-damai saja. Malah tambah bersemangat, karena aku belajar ilmu baru, ketemu dengan petani2 baru, liat benih yang lucu-lucu. Aku juga masih bisa jalan-jalan dan ikut paguyuban di desa. Maka, kemarin ketika aku minta tanda tangan pemesanan pupuk, terjadi obrolan yang membuatku bengong.

 

Dia: Tata, objective nya udah final belum ya?

Aku: Udah... Bayam hidroponik sudah saya masukkan.

Dia: Belum disubmit kan? Mau saya tambahin lagi...

Aku: ....ternganga mulutnya....

Dia: Habisnya Tata kalo ngerjain cepet...jadi saya tambahin...

Aku: .....melotot.....senyum-senyum ga jelas, dan hanya bisa berkata: Siiippp...

 

 

Bisaaaaaa ajah yah beliau itu... Pake alesan aku kalo kerja cepet segala. Bilang aja mau nambahin kerjaaaaaaaannnnnn!!!! Bilang aja ga rela liat aku bisa kerja sambil ber-MP riaaaaaa!!!

 

 

Monday, March 2, 2009

Javanese Coin Therapy_Tiada Duanya...

Rating:★★★★★
Category:Other
"This is very common Indonesian unique massage which technique is pulling a coin diagonally down the skin to alleviate colds and colic. To expel wind from the body."

Begitu penjelasan resmi di salah satu salon.

Berikut testimoniku:

Dulu, jaman masih tinggal di rumah, tiap berasa pusing atau masuk angin pasti bapakku melakukan ini kepadaku. Cukup melegakan...

Tapi setelah merantau, jarang ada temanku yang mau melakukannya (hanya Nila yang mau! Mwah!). Jadi, setelah Nila menjauh ku jadi tidak pernah merasakannya lagi... Hiks...

Mau ke salon untuk mendapatkan jasa itu, selain tidak ada waktu, juga masih sayang rupiah... (terlebih back sound di salon itu berlawanan dengan seleraku! Hohoho...)

Hari ini aku tidak tahan lagi! Leherku penaaaattt...lenganku clekit-clekit, tulangku ngilu. Tiba-tiba ku inget ritual ini. Maka kuambil minyak kayu putih dan uang logam 500 rupiah dan menuju toilet.

Di depan kaca kubuka baju dan memulai ritual itu, semampu jangkauan tanganku saja. Awwwwwhhhh....bablas angine!

Aku suka aku suka aku suka aku suka!
Mau lebih mau lebih mau lebih mau lebih mau lebiiiiiiihhhhh!