Thursday, June 4, 2009

Nice Taglines

- Sometimes love is just a big bowl of wrongs

- A second chance for a first love

- You always think you're the first one

 

Berkat raibnya uang liburanku ke Bromo bulan Juli nanti, maka aku harus berpikir keras bagaimana mendapatkan gantinya dalam waktu sebulan ini. Aku mulai berpikir untuk menjual asset2 yang kupunya. Pas kulihat2, ternyata aku ga punya asset yang bisa dijual.. =( tak ada barang berharga yang kumiliki... Pantesan aku merasa hidupku damai2 saja.. ^o^

 

Tapi aku tidak menyerah! Kuhubungi teman2ku, dan kutawarkanlah DVD-DVD bajakanku. Dan ternyata ada yg mauuuuu.... Lumayaaann... Akhirnya tadi malam, ku catetin judul2 filmnya untuk kutawarkan.

 

Nah, sambil nyatetin judulnya aku sekilas liat kalimat taglinenya... 3 di atas itu yang paling nice.. Fufufu... Ada yang tahu dari film apa sajakah itu?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jawaban:

1. htiw eseehc tae ot enoemos tnaw I

2. steloiv elprup

3. sretsasid rehto & evol

Tuesday, June 2, 2009

Adekku Pinter Deh…

Suka kagum mendengar perkembangan adekku. Kemampuannya suka tak disangka-sangka. Mak ku dan bapakku yang tinggal bareng aja suka takjub mendapati tiap ’keahlian’ baru adekku, apalagi aku kan?

 

 

 

Yang terbaru adalah bahwa adekku tahu metamorfosis! Begini ceritanya:

 

Kemarin siang, di teras rumahku ada kupu-kupu yang nampak sudah malas terbang. Dia menclok di teras, pasrah...

 

 

 

Ibu: De’.. Kupu-nya dibuang De’... Nanti masuk rumah lho...

Dedek: Masukin rumah Dedek aja ya Bu... (aku suka deh denger adekku nyebut kata ’ibu’. ’u’-nya tidak dia sebut seperti pada kata’ duduk', tapi kayak o umlaut di ’Danke schon’. Trus ditambahin 'k' diakhirnya. Lucu deh...)

Ibu: Lho? Kok malah dimasukin rumah? Nanti kalo bertelur, jadi ulat lho... (bermaksud menakut2i)

 

 

 

 

Adekku menghela nafas, nampak berusaha menyabar2kan diri. Helaan nafas seperti menghadapi orang yang ga mudheng2 kalau dijelaskan sesuatu gitu...

 

 

 

Dedek: *sigh* lha iyoooo.... Emang maksudnya ituuuu... Biar kupu-nya bertelur, trus jadi uleeett..trus tar biar jadi kupu-kupu yang banyak, ibooooookkkk..

 

 

 

Ibuku nyaris ketawa nyaris bengong. Ketawa karena berasa dibodoh2kan oleh anaknya yang berumur 3 tahun lewat dikit. Bengong karena bingung bagaimana bisa anaknya yang berumur 3 tahun lewat dikit itu tahu ulet bisa jadi kupu-kupu. Dalam jeda kebengongan itu, adekku makin nggak sabar.

 

 

 

Dedek: Gini lho Buk... Kupunya nanti kan bertelur... Telurnya menetas jadi ulat... Nah, nanti jadi kepompong, trus jadi kupu-kupuuuuuu...

 

 

 

 

Ibuku langsung memeluk adekku dan menciuminya. Adekku enggan, melepaskan diri dan melihat ibuku untuk bertanya, "ngerti?“

 

 

 

 

Ibuku: Dedek tahu dari mana kalo ulat bisa jadi kupu-kupu?

Dedek: Kan persahabatan bagai kepompooong...

Ibuku: Hwuaaaaa....

 

 

 

Langsung diangkatnyalah adekku untuk dibawa ke bapakku dan dipamerkan.

 

Ga nyangka deh adekku bisa menangkap isi lagu dengan begitu mengagumkan! Aku bangga!

 

 

 

 

Anak kecil tuh amazing yah? (jadi inget ponakannya seorang temen yang suka menakjubkan juga, namanya Ames, tapi kita menyebutnya si Amezing... the amazing Ames ^o^. Kapan2 kucritain ttg dia...)

 

 

 

 

 

sejarah foto = kita mampir sholat di masjid UGM. Pas  turun dari mobil, adekku minta difoto sendirian di tempat parkir itu. Awalnya kita bingung, tapi daripada dia ngamuk kita turutin ajah. Jepretan pertama cuma ada dia dengan background-nya kata' KAMPUS'.

Pas kita ngliat, kita langsung (sok) mudheng maksud adekku, bahwa dia mau ada bukti bahwa dia udah nyampe kampus UGM. Maka kita minta dia diem untuk difoto lagi dengan kata "KAMPUS UGM" nampak semua di foto. Walaupun dia-nya jadi kliatan keciiiiiiiilllll.... Hohoho...

I am [hopelessly] in love

 

Jika memaafkan terlalu sulit untukmu. Jika melupakan adalah mustahil bagimu. Aku [terpaksa] mengerti.

 

[rupanya] Salahku begitu besar, sebesar keenggananmu menyapaku. [sepertinya] Adaku tak berarti lagi, sesia-sia usahaku mengusikmu [tuk dapatkan perhatianmu]

 

Aku tidak bodoh [aku menangkap kejengahanmu padaku]. Tapi aku tidak sepintar itu [untuk bisa tahu apa yang kau mau].

 

Aku lelah menerka keinginanmu. Otakku tak mampu lagi membayangkan keadaanmu. [meski] Mataku selalu memerah tiap melihatmu. [bagimu] Kekhawatiranku tak bermakna apapun, bukan?

 

 

 

Aku pergi.

Friday, May 29, 2009

Ketika Iklan Mie Instan Dibajak untuk Iklan Capres

Bagi yang nonton TV pasti nonton iklan salah satu pasangan bakal capres-cawapres yang menggunakan lagu/ jingle iklan Indomie. Aransemen musiknya tidak diubah sama sekali, hanya liriknya saja. Kata-katanya memuji si capres, tiap kata 'indomie' diganti dengan nama capres itu. Contohnya:

- dari "indomie...indomie seleraku" menjadi "SBY...SBY..presidenku".
- dari "pilihan rasa boleh berbeda" menjadi "pilihan partai boleh berbeda"


Ya pokoknya ngiklanin si bapak itulah...


Reaksi orang pastinya bermacam-macam. Yang sudah kudengar langsung adalah dari temanku yang semalam bersama2 menyaksikan iklan itu untuk pertama kalinya. Dia bengong, geli dan berkata, "idih..ga kreatif ajah..."


Nah, pagi ini pas baca KOMPAS di bagian pojok KATA KITA, yaitu pojok yang memuat SMS-SMS pembaca KOMPAS, ternyata sebagian besar mengomentari iklan itu.

Berikut kutipannya:
- Presidenku rasa soto, rasa kari, rasa baso atau ayam bawang? (Herman Wijaya, Depok)

- Lihat iklan SBY ingat iklan Indomie, ingat Indomie jadi ingat perut. Semoga lima tahun mendatang rakyat Indonesia tidak hanya mampu makan Indomie (Eben, Jakarta)

- Siapapun presidennya, pejabat tetap korupsi. Rakyat tetap jadi tKI dan cuma sanggup beli Indomie (joe Budi Mulia, Ampera)

- Tim kampanye SBY bangga jadi plagiat? Website, deklarasi, hingle, semua tiruan. Memalukan. (Heru, Kuta)

- Perkenalkan: mi baru produksi Indofood, mereknya SBY! (isti, Cijantung)

- Miris amat dengan Partai Demokrat. Kehabisan dana ya buat deklarasi sampai-sampai jingle SBY diambil dari iklan Indomie. Kasian deh lo. (Eli, Bintaro Jaya)

- Semenjak lagu iklan Indomie dipakai untuk iklan SBY, saya jadi males mengonsumsi Indomie, rasanya jadi enggak gurih lagi. (Usman, Serpong)

- Sekarang ogah makan Indomie ah... takut keracunan politik!!! (Irkham, Semarang) ==> kunobatkan sebagai komen terbaik!


Pojok KATA KITA ini ukurannya tidak besar, kurang lebih 1/8 halaman koran saja. Jadi jumlah SMS yang dimuat pun tidak berlimpah. Keterangannya menyatakan bahwa SMS terbaiklah yang dimuat.

Hari ini jumlah SMS yang dimuat sebanyak 14. Dan yang mengomentari iklan itu ada 8. Wow.. Ternyata iklan itu berhasil menarik perhatian warga! ^o^


Nah, kalau komentar refleksku saat lihat iklan itu adalah:
Beuh! Indofood berani banget yah? Mengijinkan jinglenya dipakai untuk iklan SBY. Dengan mengijinkan itu kan bisa diartikan dia mendukung. Nah misalkan nih ya... misal misal misal misal misal tar yang kepilih jadi presiden bukan dia, dia ga takut sama presiden baru itu? Kalo presiden baru itu dendam trus berlanjut ke sentimen pribadi gimana? Truskalau ada bencana atau mau ngasih bantuan ke mana, tar ga boleh pake Indomie lagi lho... "Pake mie sedap sajah!". Bisa saja kan presiden baru ngomong gitu... Bisa juga lho tar produk2 Indofood di-banned...


Hohoho...


PS:
1. Aku bukan anti-SBY, pun ku bukan (atau belum) mendukung capres lainnya. Tapi aku kan emang suka merhatiin iklan... Bagiku, eksis tidaknya suatu produk, berkualitas atau tidaknya produk itu ditentukan oleh iklannya ^o^


2. Buat Ka Lien: Sabar ya Ka' kaosnya.... Sampai sekarang mbak nya not responding.. =(


Lagu Untuk Bipang...

 

Tak Kusesali Cintaku Untukmu

Meskipun Dirimu Tak Nyata Untukku

Sejak Pertama Kau Mengisi Hari-Hariku

Aku T'lah Meragu Mengapa Harus Dirimu...

 

 

 

Aku Takkan Bertahan Bila Tak Teryakinkan

Sesungguhnya Cintaku Memang Hanya Untukmu

Sungguhku Tak Menahan Jika Jalan Suratan

Menuliskan Dirimu Memang Bukan Untukku... Selamanya...

 

 

 

kadang Aku Lelah Menantimu

Pastikan Cinta Untukku

 

 

 

 

 

 

Kesulitan Keuangan [Kok] Beruntun…

 

 

Kok km ga nonton Teater Mpu Gandrik?”, tanya temanku 2 bulan lalu. Dan aku menjawab bahwa aku sedang kesulitan keuangan. Hal itu disebabkan karena aku terpisah dengan kartu ATMku. Aku tidak tahu dia berada dimana. Tapi aku memiliki firasat dia tertinggal di meja kantorku, karena sebelum pulang kantor aku berniat untuk mampir ke mesin ATM. Hanya saja niat itu kubatalkan karena aku terburu-buru meengejar jadwal kereta. Dan firasatku benar.

 

 

Dan ketika seorang teman lain berkunjung dan menginap selama akhir pekan itu, aku tidak bisa menjamunya sama sekali karena aku kesulitan keuangan. Bahkan sebaliknya dia yang membelikan beras untukku ^o^ Lumayaaann... Hohoho...

 

 

Bulan lalu aku juga mengalami kesulitan keuangan, karena dompetku raib di kereta pas aku pulang ke Kopeng. Hidupku diselamatkan oleh donasi dan soft loan dari teman-temanku. Alhamdulillah...

 

 

Nah, hari ini aku harus mengeluarkan kalimat itu lagi ketika seorang teman mengajak berjalan-jalan, ”Aku sedang kesulitan keuangan”. Dan kali ini aku pusing dibuatnya.

 

 

Intinya adalah kartu ATMku raib lagi, dan aku benar2 tidak ada ide dia ada dimana.

 

 

Kronologinya begini:

 

Rabu malam, sepulang kantor

Uang cash yang kupunya tinggal beberapa ribu rupiah. Turun dari kereta aku mampir ke mesin ATM di depan Gramedia Depok untuk transfer uang ke calon adik iparku. Aku tidak menarik uang karena aku berpikir untuk melakukannya keesokan harinya saat mau berangkat ke stasiun.

-         Aku masukkan kartu ATM ke mesin melalui garis berlubang yang tersedia

-         Kartu masuk dan muncul pilihan di layar: Bahasa Indonesia atau English

-         Kupilih Bahasa Indonesia

-         Muncul iklan entah apa, kupencet pilihan ’lanjutkan’

-         Muncul pilihan-pilihan menu

-         Kupilih ”Transfer” è dari rekening tabungan è ke rekening BNI è kuketik nomor rekening è kuketik jumlah uang è konfirmasi kuiyakan

-         Mesin ATM bertanya apakah aku mau melakukan transaksi lainnya, kujawab ”TIDAK”

Hal yang kuingat hanya sampai di situ.

 

 

Setelah itu aku jalan untuk pulang, mampir ke dua tempat: warung bapak tua untuk beli pepaya dan ke warung mpok untuk beli lauk buat sahur.

 

 

 Kamis pagi

Aku ke mesin ATM seperti yang kurencanakan. Aku masuk ke biliknya, dan kukeluarkan dompetku. Kutemukan struk transfer semalam. Tapi tidak kutemukan kartu ATMku. Pyass.. Tapi aku masih berpikir bahwa bisa saja semalam aku mengeluarkan kartu itu dari dompet dan sekarang tertinggal di kamar. Aku menuju stasiun dengan uang sepuluh ribu hasil nyolong celengan, pas untuk tiket. Karena hari itu puasa, jadi aku tidak perlu membeli makan siang. Untuk ongkos pulang, aku bisa mengajukan pinjaman lunak ke teman kantor. Damai terasa di hatiku.

 

 

Kamis malam

Saat aku sampai di kamar. Kucari di setiap tempat tapi tidak kutemukan kartuku itu. Ku coba mengingat-ingat apakah aku meninggalkannya di dalam mesin ATM, tapi otakku tidak mampu mengingat. Karena ingatan tentang kegiatan di ATM yang muncul banyaaaaakkk... Jadi aku tidak yakin apakah aku sudah mengeluarkan kartu ATM dari dalam mesinnya.

 

 

Maka kugunakanlah logikaku saja. Faktanya adalah aku memiliki struk transaksi terakhirku. Seingat aku, struk keluar setelah kita menjawab ”tidak” atas pertanyaan ”Mau transaksi lain?” dan setelah kartu didorong keluar disertai bunyi ’jglek!”. Jadi kalau aku bisa mendapatkan struk itu, artinya aku sudah mengatakan ’tidak’ dan sudah ada buyi ’jglek!”.

 

 

Mungkinlah aku begitu terhanyut dalam lamunan sehingga aku tidak mendengar bunyi 'jglek' itu dan kemudian aku berjalan meninggalkan kartuku di dalam mesin itu?

 

 

Tiap kucoba mengingat-ingat, otakku memanas. Ada yang punya ide ga kira-kira kartu itu kukemanain?

 

 

Otakku semakin panas ketika harus berpikir bagaimana caranya aku mengeluarkan uangku dari bank itu, mengingat kartu tak ada dan buku tabunganku sudah luama raibnya. Dengan bermodal KTP dan tampang memelas, mungkin ga ya mas-mas bank mau mengeluarkan uangku?

 

 

Owya, buat teman-temanku jangan khawatir... Aku masih bisa hidup ko.. Karena beberapa hari sebelumnya aku nalangin companyku bayar biaya registrasi ke Badan POM. Dan hari ini sudah diganti, untungnya bisa dalam cash (kalau ditransfer, aku pasti histeris! Hohoho...). Cuma aku ga rela aja duitku mendekam di bank dan tak bisa kukeluarkaaaaaaannnnn! Yaaa...itung-itung nabung dan memaksaku berhemat si...tapiiiii...tetep ajaaaaa....ngeluarin tuh duit gimanaaaaaa??

 

 

 

 

 

 

 

 

Thursday, May 28, 2009

Untuk Nickothekoploboy: Mau ganti status dari 'pasien' jadi pasien?

 

 

Sedikit bocoran tentang kerjaanku. Jadi, aku kan kerja di perusahaan farmasi. Kami menemukan, memproduksi dan menyampaikan obat ke pasien. Kebanyakan (hampir semua) obatnya adalah ethical alias tidak dijual bebas, kalau mau dapet musti ke dokter dulu. Jenis obatnya masuk kategori baru, masih dilindungi paten atau dengan kata lain kami adalah innovator.

 

 

Keuntungan obat yang masih dilindungi paten adalah: tidak ada perusahaan lain yang memproduksinya dan memasarkannya dengan merk lain. Dengan kata lain tidak ada kompetitor. Tapi di sisi lain, tanggung jawabnya sangat besar.

 

 

Kenapa begitu?

Yang namanya obat baru, artinya data tentang dia juga baru. Sejak ditemukan hingga akhirnya mendapat ijin untuk dipasarkan prosesnya panjaaaaaanggg. Tahapannya banyaaaakkk... Intinya adalah untuk memastikan bahwa obat baru ini memang berkhasiat secara signifikan (dibanding obat yang sudah ada) dan tidak membahayakan. Soalnya kadang ada obat yang nyembuhin si...tapi efek sampingnya juga banyak. Makanya selama masa development, segala efek samping diperhatikan, entah disebabkan oleh obat baru itu atau bukan. Setelah itu dianalisa efek samping itu berhubungan dengan obat itu atau tidak. Jika iya, maka informasi tersebut dicantumkan di brosur (leaflet), agar pasien tahu.

 

 

 

Nah, ketika obat sudah dipasarkan secara luas bukan berarti analisa terhadap efek samping berhenti. Karena pada masa development, jumlah pasien yang menggunakan obat itu kan terbatas, sehingga mungkin tidak semua efek samping muncul. Oleh karena itu suatu perusahaan farmasi akan meng-encourage pengguna obatnya (bisa pasien atau dokternya) untuk selalu melaporkan efek samping apapun yang dirasakan setelah mengkonsumsi obatnya.

 

 

Semua laporan efek samping dari seluruh dunia yang masuk dikumpulkan dan dianalisa lebih lanjut. Analisa meliputi apakah berkaitan dengan obat dan frekuensinya. Jika berkaitan maka dimasukkan ke dalam brosur. Frekuensinya ditentukan berdasarkan urutan klasifikasi: very common, common, uncommon, rare, very rare, isolated reports. Ada angka2 patokannya.

 

 

Jadi, jangan dikira setelah produk dilaunch, maka kita bisa cetak brosur sebanyak mungkin buat stok 10 tahun ke depan. Karena brosur itu akan selalu terupdate. Sebenernya kalau mau kejam, bisa aja si efek samping baru ga usah dimasukkan, biar pasien ga tahu.. Tapi itu namanya TIDAK ETIS. Dan menurutku itu termasuk tindakan KRIMINAL.

 

 

Nah, salah satu tugasku adalah mengupdate informasi yang ada di brosur itu. Itu prolognya... ^o^

 

 

Entah sudah berapa buanyak update yang sudah kulakukan. Dan karena sudah menjadi kerjaan rutin, jenis obatnya buanyak pula, jadi aku kadang sudah tidak memperhatikan lagi itu obat apaan, updatenya tentang apaan. Selama ngerjain, ngerjain aja... Kayak orang yang makan sambil nonton TV, mulut ngunyah terus tapi ga dirasain enak apa ga, nyadar-nyadar abis aja ^o^

 

 

Tapi kali ini beda. Aku sedang dalam proses mengupdate informasi suatu obat dan aku sangat memperhatikannya, sampai-sampai aku hafal apa saja hal yang diupdate. Kenapa? Karena obat ini sangat berkesan buatku.

 

 

Tadinya aku ga mau sebut merk, tapi karena aku mau merujuk ke tulisan (review) seseorang, dan di situ dia sebut merk, maka tak ada gunanya jika kusembunyikan identitasnya kan?

 

 

Awalnya adalah aku menemukan review ini.

http://nickothekoploboy.multiply.com/reviews  (yang kedua yah!)

 

Aku agak-agak shock. Obat yang seharusnya digunakan untuk mengobati dan menyembuhkan, tapi disalahgunakan. Indikasi aslinya adalah untuk mengobati schizophrenia, suicidal behaviour dan psikosis. Tapi disalahgunakan menjadi pil yang bisa ”menghilangkan masalah”.

 

 

Jadi ketika hari ini aku mulai untuk mengupdate informasi produk ini, aku langsung inget bahwa di luar sana obat ini disalahgunakan. Bahwa banyak orang2 bodoh yang tapi kebanyakan uang make obat ini membuat persoalan seberat apapun langsung hilang. Gimana ga bodoh, harga resminya itu Rp 310.990, 00 per box isi 50 tablet. Tapi mereka beli gelap2an, 250rb per tablet. Aje gile ga si itu bandar untungnya?! (lho? Kok concernku malah ke situ? Hohoho...)

 

 

Kadang ketika aku mengupdate info obat, pas bagian efek samping nambah aku sedih. Karena ternyata resiko yang ditanggung oleh pasien2 bertambah. Tapi kali ini aku sedih-sedih gimanaaaa...gitu..cenderung ke geli. Sedih kalo inget pasien, geli kalo inget ’pasien’ kayak Bung Niko.

 

 

Update terbaru  yang kuterima untuk Clozaril adalah:

  1. kadar clozaril di dalam darah akan meningkat ketika ada asap rokok. Informasi sebelumnya tidak menyebutkan asa rokok, tapi nikotin. Ini ditujukan untuk pasien yang kecanduan rokok, agar lebih memperhatikan. Karena dengan meningkatnya kadar clozaril di darah, maka potensi efek sampingnya juga meningkat. Tapi mungkin bagi ’pasien’ seperti Bung Niko, bisa jadi opportunity. Kalau mau lebih dahsyat efeknya, minum tablet ini sambil ngrokok. Misal bukan perokok aktif, cukup berada di dekat org yg lagi ngrokok juga ngefek ko... (ada ga ya narkobais tapi bukan perokok?)
  2. Efek sampingnya bertambah. Sebelumnya udah banyak, sekarang tambah-tambah dan cukup seram. Yaitu:

-         new onset diabetes

-         obsessive compulsive syndrome

-         pneumonia and lower respiratory tract infection which may be fatal

-         Sudden unexplained death

 

 

Jadi, Bung Niko… Masih beranggapan Clozaril is good?

 

 

Sebenarnya, sebelum info tersebut tercetak di brosur baru, kita harus lapor dan daftarin dulu perubahan tersebut ke Badan POM. Setelah approved, baru diimplementasikan. Jadi aku bingung menentukan apakah ini masuk kategori confidential atau ga. Tadinya mau kuposting tidak untuk everyone, tapi tar Bung Niko ga bisa baca...