Sunday, July 12, 2009

Tolaklah dengan Indah

 

Contoh kasus 1:

Mumpung anaknya sedang cuti dari MP, mari kita ngomongin dia. Hohoho... Jadi sekitar 2 minggu lalu, aku menelpon Wida untuk tanya2 tentang rental mobil, sehubungan dengan rencanaku jalan2 di Malang dan sekitarnya. Dia kasih gambaran tentang rental mobil yang pernah dia pake. Trus kupaksa dia untuk cari nomor2 telponnya. Nah, habis itu ku berpikir, daripada kita jalan2 hanya terdiri dari gadis2 nekad, kalo ada cowok lokal yang mengawal kan lumayan... ^o^ Maka kuajaklah si Wida untuk ikut jalan2 ma kita....

 

 

Tata: Wid, kamu ikut aja ma kita ke Sempu... Trus hari keduanya muter2 Batu deh..

Wida: Wah, aku ga bisa...

 

 

Aku melongo dan paused. Ko bisa dia bilang ga bisa, padahal aku blm bilang kapannya. Suatu cara penolakan yang bodoh. Pengen sakit hati karena sudah ditolak mentah2, tapi kl mengingat Wida adalah anak yang kocak bin polos, ku jadi ngakak.

 

 

Tata: Wida! Km kan blm nanya acara jalan2ku kapaaaaannn?! Ko udah bilang ’ga bisa’ ajah... Kamu nglongkap baca skenarionya!Ulangi!

Wida: O iyo yo? Yo wis... Emang kapan mau ke Sempu dan Batu?

Tata: Tanggal 17-18.

Wida: Ooohh... Aku ga bisa... Bla..bla..bla..

 

Barulah dia menjelaskan bahwa di tanggal segitu kemungkinan pendidikan SPN nya udah dimulai. Walaupun ujung2nya emang ga bisa, tapi akan lebih enak kan kalo dialognya lengkap... ^o^

 

 

Contoh kasus2:

Tentang seorang teman yang ga bisa kusebut namanya. Awalnya adalah aku bertanya suaraku sama Luna Maya mendingan mana. Trus dia bilang ga tau, karena belum pernah denger aku nyanyi. Maka tercetuslah ide dadakan untuk karaokean ajah.

 

 

Tata: Yuukkss..

Dia: Apa?

Tata: Karaokean... Yuukkss...?

Dia: Aku ga bisa...

 

 

Jger! Aku kan belum bilang kapan karaokeannya. Aku kan ga bilang malam ini, atau besok malem atau minggu depan. Kenapa dia udah langsung jawab ’ga bisa’ ajah?

 

 

Dalam kasus ini aku hanya bisa nganga dan senyum getir. Pasalnya kita pernah kurang lebih dapat pencerahan yang sama tentang cara penolakan. Sumbernya adalah film Yes Man. Waktu itu dia bingung mau nonton DVD apa, di antara pilihannya ada Yes Man. Trus kubilang film itu bagus dan lucu, pesan moralnya juga ada. Maka menontonlah dia.

 

 

Kuingat pernah nyritain hal bodoh di film itu. Pas si Jim carrey, si lelaki kesepian, diajak ke pesta atasannya. Typical lelaki kesepian adalah lebih suka menyendiri, daripada bersosialisasi. Maka atas ajakan bosnya itu dia langsung menjawab, “Oh ga bisa...aku keluar kota”. Bosnya bingung, “Aku kan belum bilang kapan acaranya”. Si Jim Carrey agak ketampar, trus nanya kapan. Sesaat setelah bosnya menyebut waktunya, dia pun menjawab, “ Ga bisa. Aku keluar kota”. Tapi intinya adalah dari awal dia ga mau datang ke undangan bosnya itu dan dia menolak dengan tanpa penghargaan atas ajakan.

 

 

Nah, temanku itu sudah menonton film itu. Seharusnya dia bisa belajar cara menolak suatu ajakan dengan indah, tidak bodoh begitu. Tapi dia melakukannya.

 

 

Apakah dia ketiduran pas nonton? Kupikir ngga mungkin, karena selesai nonton, lewat tengah malam dia SMS: Aku tersindir film Yes Man. Katanya pria yang kesepian adalah yang lebih suka nonton DVD daripada ke bioskop. Am I a lonely guy?”.

 

 

Jadi, apakah dia menolak ajakan karaokeanku mentah2 karena dia emang mau menyakitiku? Atau karena dia sudah benar2 menjadi lelaki kesepian yang sempurna? Mari kita tanyakan tanda2 pria kesepian versi Yes Man lainnya ke dia. Hohoho... (Eitss.. ko jadi tuduhan yang serius gini...? Habisnya....dia menyakitikuuuu....)

 

 

Cara penolakan yang kusuka adalah penolakan yang rasional dan singkat, ga perlu berbelit2 dengan crita2 hal yang ga penting dulu. Idola penolak pertamaku adalah Okta. Dia bahkan bisa dengan tegas berkata tidak pada ajakanku kondangan ke deket rumahnya. Dia bilang, ”I’ll pass this one”. Dah gitu ajah. Ga pake alesan sakit perut atau mendadak musti nganterin kakak. Kusuka!

 

 

Jadi, mari belajar menolak dengan indah dan pintar... ^o^

 

Thursday, July 9, 2009

Minggu Yang Cukup Berat

Seminggu terakhir ini banyak kejadian penting dalam hidupku, yang merupakan pelajaran mahal.

 

 

Masa iddahku berlalu

Yak! Waktu itu aku talak dari bipang menjelang pemilu legislatif, dan sekarang udah pilpres. Brarti udah 3 bulan, brarti iddah sudah berlalu, siap untuk gebetan baru. Pelajaran mahal yang kudapat selama iddah adalah ya tentang bipang itu.. ^o^ Walaupun suka masih ada post power syndrome, inget kalo dulu begini kalo dulu begitu...tapi dengan munculnya keinginan menyeriusi cari gebetan baru, artinya udah lumayan kan? Semangat!

 

 

Flu berat mendatangiku

Flu terberat yang pernah kualami. Dalam sehari, suaraku udah langsung ilang. Pusingnya ga ketulungan, dan disertai demam tinggi. Ke dokter bertanya apakah aku perlu khawatir, dan dijawabnya tidak karena aku tidak habis bepergian ke luar negeri. Walaupun agak ganjil, kuterima sajah bahwa ini adalah flu biasa..

 

 

Saudara sepupu jauhku, mengakhiri hidupnya dalam kesendirian

Begitulah.. Sejak pulang dari Samarinda dua minggu yang lalu, dia mengurung diri di kamar. Jarang sekali terlihat makan. Dan karena budheku berpikir dia sudah dewasa, maka ditinggallah dia sendirian di rumah, 3 hari. Kemudian ditemukan dia berbusa di mulutnya, dirawat di RS 3 hari, dan pergilah dia tuk slama2nya. Pesan yang dia tulis adalah, "Kalau aku mati, kubur di sebelah mbah".

 

 

Teman sekamarku seorang kriminal

Yak! Tragis dan miris. Tiap ku terbangun dari tidur, ku selalu merinding. Oh my...selama ini ku tidur sebelahan dengan seorang penjahat! Pokoknya aku tidak boleh mudah percaya pada orang lain lagi! Waspadalah!

 

 

Owya, ada juga Pemilu yang membangkitkan post power syndrome ku. Karena aku tidak berkontribusi, aku mangkir dari pemantauan. Karena minggu depan kan aku mau liburan...jadi aku harus fit! Ga boleh lembur2 mantau pemilu! Hohoho....

 

 

 

 

Sunday, June 28, 2009

Fesbuk_Oh my…

 

 

Aku buka fesbuk kalau:

  1. ada pemberitahuan ada orang yang add aku
  2. Ada pembertitahuan kalau ada yang nge-tag aku

 

Kalau ada yg add, aku cek siapakah dia, kalo beneran kenal, ku confirm. Kalo ga kenal (walaupun mutual friend-nya banyak), ku diemin. Apalagi yang asal add, tanpa prolog... Pasang primary photo-nya bukan foto dia pula..  Kalau ada yg tag, langsung segera di-review apakah layak dipertontonkan di publik atau tidak ^o^

 

 

Nah, kalo pas cek gitu kan mau ga mau sekilas aku liat update kegiatan2 orang2. Status2 yang mereka tulis, yang menurutku kebanyakan adalah curhat sekilas, kegiatan sedang apa. Kalau ada yang menarik, ku kasih comment... 

 

 

Minggu lalu, entah hari apa. Pas ku buka FB, ada hal yang menurutku nggak banget. Pelakunya adalah dua orang kakak kelasku yang merupakan pasangan suami istri.

 

 

Diawali dengan si istri yang memasang status nggak banget: Kata Ayah, walaupun aku tidak berdada besar, ga papa...yang penting aku berhati besar.

 

 

Sang suami menyahut: Kan kalo sama Ayah, semua yang ada di Ibu jadi besar...

 

 

Dan si istri menjawab: Ayah kan emang ahli membesar-besarkan sesuatu...

 

 

Comment selanjutnya dari teman lain, ”Hush! Urusan rumah jangan dibawa kesini dunk.. Bikin pengen..”.

 

 

Kalo kubilang, mengumbar kemesraan di fesbuk boleh2 aja... Kalimat ”Tar malem jangan lupa beliin martabak yah...”, walaupun ga penting, tapi masih bisa kuterima...

 

 

Tapi kalau modelnya kayak film picisan gitu, itu namanya MEN-JI-JIK-KAN!

 

 

Sepakat?

 

 

Saturday, June 27, 2009

Melepuhnya sudah pecah!

Kupikir bakal sakit dan perih. Aku sudah membayangkan bahwa aku perlu cuti seharian untuk menghindari memakai baju, biar luka bekas pecah lepuhan tidak tergesek baju. Ku dah menyiapkan SMS pemberitahuan ke bosku kalau aku ga bisa masuk kerja ^o^

Ternyata eh ternyata pecahnya lepuhan tidak kurasakan sama sekali! Tiba2 aja pas kucek, dia sudah tidak berair lagi... Tadinya kupikir menghilang begitu saja! Ajaib! Ternyata pas kulihat dengan seksama, celanaku yang berwarna putih ada nodanya...

Hwuaaa...dia pecah begitu sajaaaaaa....

Thursday, June 25, 2009

Lelaki Yang Pernah (Berusaha untuk) Kucintai

 

 

Rupawanlah yang menarikku untuk mendekatinya. Kabar burunglah yang membuatku semakin mendekatinya. Kudengar dia adalah sosok yang menarik dan membuat hidup terasa berwarna.

 

 

Aku dekati dia.

 

 

Dia merapat pula.

 

 

Pertukaran kata berlanjut ke pertukaran pikiran. Aku tersentak. Burung-burung sepertinya telah berbohong kepadaku. Mereka mengabarkan lelaki itu akan membawaku ke arah bingar kehidupan. Tapi ternyata dia mengarahkan langkah kami ke sunyi dan sepi. Dia berkata, ”inilah jalan kedamaian”.

 

 

Ingin ku berbalik arah dan meninggalkannya. Tapi dia begitu lekat. Dan tak semua yang ada di peta dia adalah sunyi. Ada beberapa hal yang kukagumi.

 

 

"Aku ingin membangun rumah kita dengan keringat kita. Penghuni rumah kita adalah orang-orang dari golongan kita". Itu mimpinya. Demi mimpi itu, dia berpeluh-peluh dan menampik tiap uluran.

 

 

Aku kagum dan bangga padanya. Tanpa peluh, dia bisa bermandikan harta. Tanpa berusaha, dia bisa dapatkan apa saja [bukan hanya rumah]. Tapi bukan itu mimpi dia, mimpi kami.

 

 

[ternyata] kesamaan mimpi bukanlah perekat yang cukup kuat bagi kami. Friksi tetaplah ada. Beda arah yang kami tuju menjadi pengeruh.

 

 

Maka, terpisahlah kami.

 

 

Kutinggalkan dia. Kubiarkan dia berjalan sendiri menuju tempat idamannya. Dia pun merelakanku menempuh jalan pilihanku.

 

 

Sesekali aku masih menengok ke arah perginya. Berharap masih dapat melihat punggunggnya. Tapi dia benar2 menghilang [tanpa kabar]. Burung tak lagi menawarkan berita tentangnya. Begitu juga angin.

 

 

Hingga datanglah seekor burung membawa kabar. ”Dia telah menemukan tulang belulangnya”. Aku nyaris tersedak mendengar dengan siapa dia mengikatkan diri. Bukan seorang gadis yang bisa dia bawa ke arah sunyi dan sepi. Gadis yang memberikan hingar bingar dan gegap gempita dunia kepadanya. ”Sepasang sriti telah tergambar di pinggul mereka berdua”, lanjut si burung.

 

 

 

Aaahhh... Kenapa waktu itu tak kau bilang bahwa kau tak cinta aku, wahai lelaki? Tak perlulah kau pakai alasan bahwa arah hidup kita berbeda.

 

 

Dan aku tergelak.

 

 

Bermaksud tertib dan beretika, tapi berkelanjutan jadi kebodohan

Aku adalah orang yang ga suka dengan suara dering handphone di saat pertunjukan berlangsung. Entah itu film di bioskop, teater, apalagi resital piano. Meng-gang-gu. Sangat mengganggu. Pernah di suatu resital duo piano, di sambutannya, bapak pemberi sambutan berkata, "Mohon para hadirin untuk mematikan alat komunikasinya. Saya tidak akan translate ini ke bahasa Inggris. Karena mereka, para bule itu, kalau mau menonton acara seperti ini, mereka tidak membawa handphone. Mereka benar2 hadir untuk menikmati pertunjukan"

 

Hwuaaaa....

 

Oleh sebab itu, tiap masuk ke bioskop atau gedung pertunjukan, aku otomatis langsung mematikan handphone atau men-silent-kannya.

 

Begitu juga semalam. Aku nonton KING, aku men-silent-kan handphone-ku. Begitu pulang, aku mandi dan nonton TV. Lalu tidur. Semenjak tidak ada bipang dan gebetan lainnya, hidupku kan begitu 'tenang'. Keberadaan HP tidak begitu terasa, tidak ada template nite-nite ataupun progress report sedang ngapain.

 

Akibatnya, ketika tengah malam ada SMS masuk. Aku tidak mendengar. Baru pagi-pagi pas kulihat handphone, ternyata ada SMS. Itu pun aku belum sadar bahwa HP-ku masih bisu.

 

Sampai barusan, jam 10.30, temenku mengirim e-mail berbunyi, "Tataaaaa....angkaaaattttt....!!". Hwuaaa...ternyata dia sedang menelponku dari tadi, untuk hal yang sangat penting, tapi ga kuangkat2. Trus karena HPku bisu, getar pun tidak, ku bingung juga nyarinya. Obrak-abrik tas, meja, tempat makan juga...

 

Pas ketemu dan selesai trima telpon temenku, kuliat layar HP. Hwuaaaa.... ada 3 miskol! Ada yang nomer tak dikenal. Ku kan sedang menunggu2 telpon dari pemberi kerja, kalau ternyata salah satu yg miskol itu adalah dia gimana dunk?

 

Hwuaaaa.....

 

Tuesday, June 23, 2009

73!

Yak 73! Bukan jumlah contactsku (walau pengen si...bersih2 hingga mencapai angka itu... hohoho...), bukan juga berat badanku!

 

Tapi 73 DVDku yang sudah terjual! Hohoho...

 

Yang pertama kutawari adalah Senja temanku... Dan dia membeli 42 DVD. Trus Ari penasaran untuk melihat list-nya, dan dia membeli 21 judul. Setelah itu ada Shanty yang membeli 9, dan teman kantorku kupaksa beli 1. Hohoho...

 

Berikut judul2 DVD yang sudah terjual... Ada beberapa film yang diminati Senja dan Ari. Jadi aku harus membelikannya lagi...

 

  1. 2 days in Paris
  2. 4 months, 3 weeks, and 2 days
  3. Amores Perros
  4. L’appartment
  5. Atonement
  6. Because I said so
  7. Che The last hours
  8. Cinderella Man
  9. Constant Gardener
  10. Definitely Maybe (2)
  11. English Patient
  12. A Few Days in September
  13. Finding Neverland
  14. Finn’s Girl
  15. Flight of the Red Baloon
  16. Four Last Songs
  17. Freedom Writers
  18. Garden state (2)
  19. Girl’s Revolution (2)
  20. Gone with The Woman
  21. The Greatest Game Ever Played
  22. The Holiday
  23. In Bruges (2)
  24. I’ve Loved You So Long
  25. Juno
  26. Just Friends
  27. Life is Beautiful (2)
  28. Little Miss Sunshine
  29. Love Takes Wings
  30. Lovely Rivals
  31. Man on Fire
  32. Memento
  33. My DNA Says I Love You
  34. My Tutor Friend II
  35. The Namesake
  36. The Notebook
  37. P.S. I Love you
  38. The Pianist (2)
  39. Rumor Has It
  40. The Secret Life of Bees
  41. Seven Pounds (2)
  42. Sicko (2)
  43. The Ten
  44. Thank You for Smoking
  45. Tick Tock Lullaby
  46. Turtles Can Fly
  47. Always Will
  48. The Aristocrats
  49. Che
  50. The Fine Art of Love
  51. Friendship
  52. Garden State
  53. Goodbye Bafana
  54. I want Someone to Eat Cheese With
  55. I’m not There
  56. Jewboy
  57. The Other Boleyn Girl
  58. Pride and Prejudice
  59. The Ten commandments the musical
  60. Then She Found Me
  61. This Life is Yours
  62. Valkyrie (2)
  63. Waltz with Bashir
  64. What Love is

Dari 64 judul itu ada yang kulepas dengan penuh keikhlasan... Tapi ada juga yang sebenernya beraaaaatttt untuk kulepas... (yang ku highlight)Hingga ku berpesan kepada para pembeli untuk menjaganya baik-baik, suatu saat akan kubeli lagi... ^o^

 

Ada yang tertarik untuk melihat list judul film yang kujual kah? Masih banyaaaaakkkk.... ^o^