Sunday, August 23, 2009

Aku Meronce Kembang Melati

 

“Apa yang kamu lakukan semalam?”

            ”Sama seperti malam sebelumnya”

 

”Apa yang kamu lakukan malam sebelumnya?”

            ”Sama seperti malam sebelumnya lagi”

 

”Apakah yang kamu lakukan di malam [-malam] sebelumnya lagi itu?”

            ”Aku meronce kembang melati”

 

”Kembang melati kamu ronce?”

            ”Ya. Aku meronce kembang melati”

 

”Apakah kamu akan melakukan perbuatan bodoh itu lagi malam ini?”

            ”Kuharap tidak”

 

”Demi Tuhan, hentikanlah”

            ”Aku sering tidak menyadari bahwa aku sedang meronce kembang melati”

 

”Demi aku, berusahalah”

            ”Demi aku, bantulah”




Ada Berapa Hati kah?

 

Ku kan ga gitu update dengan lagu2 masa kini, jadi pas tadi di radio temen ada lagu dengan banyak kata ‘hati’ ku langsung terpikir harusnya ada kuis: Ada berapa banyak kata ’hati’ pada lagu terbarunya Mulan? Seperti kuis jaman IM3 perang harga dulu, yaitu ada berapa banyak angka 'nol' di iklan dia..

 

Nah, sebagai antisipasi jika kuis itu beneran diadain, maka mari kita hituuuunnggg...

 

Hai sahabatku, jangan pernah
Merebahkan kesalahanmu
Pada semua yang kau anggap
Merebut kekasih hatimu
Mencuri pasangan jiwamu


Dan sesungguhnya bila kamu
Kehilangan cinta
sejatimu
Itu semua karna kamu
Tak sungguh-sungguh pelihara
Dan menjaga cinta matimu


Cinta mati harus dijaga sampai mati
Jangan sampai ke lain hati
Nanti jadinya patah hati
Hati-hati menjaga hati
Mata hati

 

 Kesulitannya adalah bait terakhir nya diulang-ulang entah berapa kali. Tiap ku itung sambil nyanyiin, ku keasyikan dan ilang itungannya... Ulang lagi, keasyikan lagi...

Ada yang rajin untuk ngitung? ^o^

 

Mbak…Mbak.. Kita lagi ngomongin ayam, Mbak…

 

Seminggu kemaren adalah minggu yang rusuh buatku. Aku diwakafkan oleh bosku untuk mengurusi acara pengumpulan manusia2 pintar, kita seleksi dan pemenangnya kita kirim ke AS mewakili Indonesia. Ke-hectic-an sebenarnya sudah dimulai 2 minggu sebelumnya, dimana ku musti nelponin manusia2 pintar itu untuk nagihin dokumen mereka. Habis itu ku musti nyiapin semua bahan yang berkaitan dengan acara. Semua hal kecuali tempat menginap, catering dan bis, karena itu semua bukan keahlianku banget ^o^

 

Anak-anak yang kuurusin itu berasal dari macem2 background pendidikan. Ada dokter, farmasis, bisnis, ahli mikrobiologi, arsitek, dll. Ada juga yang nutrisionis. Dan nutrisionis ini mempermalukanku dua kali. Dua kali!

 

Malu 1

Salah satu rangkaian acara adalah mereka dikasih tugas, mereka diskusi, habis itu dikumpulin untuk dipresentasikan. Pas mereka diskusi aku sok2an mengawasi dunk... Ku jalan dari satu meja ke meja lain. Berhenti sejenak, mendengarkan diskusi mereka, senyum, trus kabur ke meja lain sebelum ditanya2.. ^o^

 

Dengan melihat cara mereka menyampaikan pendapat, interupsi orang, ku bisa sedikit mengira2 karakter mereka. Tapi, lama-lama aku bosan juga. Maka ku makan aja cemilan2 yg disediakan, yang dianggurin sama mereka. Trus tanpa sadar, ku makan lemper sambil jalan muter2. Niat hati mengingatkan mereka untuk menyentuh coffee break yang telah disiapkan. Walaupun dah mualem, tapi kan sayang2 kalo makanan ga dimakan...

 

Pas sampai di satu meja, ku bilang, ”Jangan lupa ada makanan lho yah... Ada kopi, teh juga..”. Tentu saja ku ngomong gitu sambil memasukkan lemper ke dalam mulutku. Lalu lelaki itu berkata, ”It’s ten o’clock now and it’s not good for you to eat those kind of food”. Langsung aku paused. Trus ngliat ke anak cewek di sebelahnya minta pembelaan, “Trust the nutrisionist”, katanya sambil mengangguk setuju pada perkataan sang nutrisionis.

 

Dan aku hanya bisa bersungut2 meninggalkan mereka. Huhuh! Aku kan hanya ga  mau makanan itu mubadziiiirrrr...

 

 

Malu 2

 
Saat makan siang keesokan harinya. Ku gabung agak2 terakhir, karena harus mengurusi kerusuhan dulu. Ku mengambil makanan antri di belakang bapak kameraman. Dia sedang memilih2 ayam bakar. Ku tungguin dunk..Ga enak mau nyalip. Pas gitu, muncullah si anak itu berdiri di belakangku, tapi trus muter dan berada di depanku. Dia memilih2 ayam juga.

Tata: Cari yang apa si, Pak?

Kameraman: Saya cari yang dada.. Ko udah ga ada yah?

Tata: Emang kenapa harus dada?

Kameraman: Dada itu yang paling enak...

Tata: Hoooo....

Anak itu: Sayap juga enak lho, Pak...

Kameraman: Tapi hormon2 di situ semua..

Anak itu: Yaaa...setiap kenikmatan membawa konsekuensi masing2.. Hehehe...

 

Si bapak kameraman selesai pilih ayam dan bergerak ke panci berikutnya.

Anak itu: Kalau saya, pilih yang gampang dimakan saja... (sambil ambil entah bagian apa.. Aku kan agak2 buta soal makanan...)

Tata: Yaitu?

Anak itu: Yang ga banyak tulangnya saja...

 

Trus aku inget dunk kalo dia nutrisionis.

 

Tata: Ayam punya bagian yang highly recommended dan least ga si?

Anak itu: Oh.. Paling baik untuk dikonsumsi adalah bagian dada.

Tata: Karena?

Anak itu: Lemaknya paling sedikit, nyaris tidak ada.

Tata: Hah?? Bukannya paha? Kan paha deket kaki...buat jalan...jadi berotot dan ga berlemak dunk...

Anak itu: Oh nggak... Di paha masih suka ada lemaknya.. Dada yang hampir tidak berlemak.

Tata: Dada tuh yg mana si? (ku jadi ragu kalau ku tau bagian2 ayam gitu...)

Anak itu menekuk kedua sikunya dan mengibas2kan jemarinya di depan dadanya, ”Yang sekitar sini..

Tata: Ga berlemak? Trus namanya dada? Ko bisa dada ga berlemak?

Dia memandangku dengan sangat sabar, ”Dada ayam lho, Mbak... Bukan dada manusia..”, diakhiri dengan senyum sarat kesabaran.

 

Hwuaaaa.... Kenapa aku mikirnya dada manusiaaaaa??? Kenapa dia bisa tauuuu.... Maluuuuu.... 

Saat itu juga ku langsung kabuuurrr....

 

 

 

 

Monday, August 17, 2009

Tips Menurunkan Berat Badan Ala Tata

 

“Kok Tata makin kurusan sii..?”, seorang teman berkata begitu pas papas an aku mau berangkat kondangan. Dan aku tersenyum merona… ^^

 

Fufufu… Aku mengurus!

 

Apakah rahasianya? Mari kubagi…

 

Sarapan pagiku biasa dan ringan. Kadang bubur ayam, kadang ketoprak, kadang bubur kacang ijo, kadang setangkup roti tawar dan segelas Milo.

 

Makan siangku normal, porsi normal, menu normal. Pokoknya nasi, sayur dan lauk.

 

Naaahh.. kalau malam yang agak beda… Ku cuma makan satu iris pepaya sajah. Selain itu ku juga meratapi nasib dan mengenang2 masa yang lalu. Tidur jarang nyenyak, suka kebangun di dini hari.

 

Ternyata pola hidup seperti itu efektif untuk menurunkan berat badan!

 

Boleh dicoba lho… Hohoho…

 

 

 

Eh..eh…eh… Tar lagi kan puasa sebulan… Hmmm… Kombinasi pola di atas + puasa = masih ada kesempatan untuk turun lagiiii…. Telpon penjahit langganan Mak-ku untuk ngurangin ukuran2ku aaaahhhh…. ^o^

 

 

 

For Time is Short: Untuk seorang teman


 
You left me and went on your way.

I thought I should mourn for you and set your solitary image in my heart wrought in a golden song.

But ah, my evil fortune, time is short.

 

Youth wanes year after year; the spring days are fugitive; the trail flowers die for nothing; and the wise man warns me that life is but a dewdrop on the lotus leaf.

 

Should I neglect all this to gaze after one who has turned her back on me?

That would be rude and foolish, for time is short.

 

Then, come, my rainy nights with pattering feet; smile, my golden autumn; come, careless April, scattered your kisses abroad.

You come, and you, and you also!

My loves, you know we are mortals. Is it wise to break one’s heart for the one who take her heart away? For time is short.

 

It is sweet to sit in a corner to muse and write in rhymes that you are all my world.

It is heroic to hug one’s sorrow and determine not to be consoled.

 

But a fresh face peeps across my door and raises its eyes to my eyes.

I cannot but wipe away my tears and change the tune of my song.

 

For time is short.

 

 




Kutemukan ini di antara sajak Rabindranath Tagore, The Gardener-XLVI, dan kurasa ini cocok untuk jadi sajak kamu… ^o^

Sunday, August 16, 2009

Delayed Release Pain

 

Rasa sakit yang terlambat[kan]. Itu yang kurasakan sekarang.

 

Aku tersakiti dan aku menangisi hal yang kausembunyikan saat itu [saat kita masih bersama]. Semua terungkap ketika tak ada lagi KITA [saat semua sudah berakhir].

 

Masih layak aku sakit hati kah? Masih boleh aku meratap dan mengumpat kah?

 

Ku hanya ingin sesak di dadaku sirna dan tak ada air mata.

 

Itu saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*mencoba berempati, ku tau [pasti] itu berat…*

 

Thursday, August 13, 2009

Damn I Miss you!

 

 

Gue punya lagu bagus buat lo, Ta’..”, kata seorang teman pas ngliat aku begitu hectic seminggu belakangan ini. Kalau aku lagi hectic, biasanya aku jadi galak dan gampang bentak ^o^ Kan ketika kita kerja penuh konsentrasi trus ada yg ngajak ngomong atau nanya sesuatu yang kurang penting (yaeyalah ketika fokus pada sesuatu, hal lain kan jadi ga penting… hohoho…).

 

 

Nah, mungkin tetanggaku ini melihat aku dah sampai pada tahap sewot tingkat lanjut dan iba pada org2 yang dapat nada tinggi dariku… Huhuhu… Dia meliaht aku berbeda ketika bersemangat dan seneng, aku bernyanyi2 dan banyak tertawa2. Makanya dia kasih aku lagu, mungkin maksud dia biar keteganganku berkurang, dan aku bekerja sambil bernyanyi...

 

 

Dia kirimkan lagunya, dan kuputar...

 

 

Baris pertama aku ga nangkep kata2nya, tapi musiknya terdengar asik... Jadi kulanjutkan mendengarkan..

 

 

Kalimat berikutnya membuatku tersenyum..

 

The more I think of you, the more I hate this town

……………………………

I need someone to cure my…

 

 

Okeh… Akhirnya ku bener2 dengerin ni lagu. Dan aku... ummmhhh... tertampar sih nggak.. Cuma jadi berasa gimanaaaa gitu... Tapi aku tersenyum! Catat ya AKU TERSENYUM ^^

 

I need another way to open up my mind

 

Betul banget. Ku butuh suatu pencerahan bahwa it’s over, bahwa ga akan ada sekuel kisah cinta. Semangat!

 

 

I’d walk back to get you if I could

You know I would

Damn I miss you

 

 

Maka jadilah lagu ini theme song ku hari ini… Kuputar sepanjang hari menemaniku.. ^o^

 

Setelah beberapa saat ga berasa apa2 (ga ngerti si lebih tepatnya), akhirnya aku bisa define apa yang kurasakan.. Damn I miss you!