Monday, January 26, 2009

Pintu Terlarang_Understanding Schizoaffective Disorder

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Education
Pertama ku bingung untuk mengkategorikan ini sebagai film apa. Horor/misteri? Ku ga takut sama sekali. Cult krn ada darah2nya? Ku malah ketawa pas adegan tusuk2an...


Ku lebih sreg kl ini masuk kategori psikoleptik (merujuk ke kategori obat terapi schizophrenia. Hohoho...). Dari pilihan yang ada, kupilih ’education’, karena membuatku pengen baca Farmakologi lagi, bab SSP. ^o^


Tanpa membaca novelnya, tanpa denger gosip seputar film ini, tanpa ekspektasi dan bayangan apa pun, aku nonton film ini. Ku baru tau kl dari novel, pas di awal muncul tulisan ’based on novel...’. Ku baru tau kl Ka Seto mengeluarkan himbauan, setelah baca review orang barusan. Ku baru tau kalo Fachri telanjang, ya pas nonton… Hmmm...(standard si...adegan begitu mah gampang ditemukan...)


Ga perlu lama untuk memutuskan suka film ini. Pas keluar kalimat, ”Body casting bukan art, masturbasi bukan sex”. Ku langsung membuat hipotesa ni film bagus.
Kalimat selanjutnya yang membuatku stick di bangku, ”Bayi2 tidak mau dilahirkan, karena dunia ini tidak menawarkan apa-apa kecuali masalah”. Okeh... mari kita lanjutkan nonton dengan seksama. Jauhkan HP, dan kalau perlu jauhi teman. Karena nonton ini perlu banget konsentrasi.


Dari 3 review yang kubaca, semua memuji2 film ini.
http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/90?mark_read=rumputeki:reviews:90&replies_read=58

http://nggacor.multiply.com/reviews/item/139/PINTU_TERLARANG_2009?replies_read=20

http://johaneskris.multiply.com/reviews/item/36/Pintu_Terlarang?replies_read=39


Setuju, film ini emang keren.


Sepanjang film ini diputer ku berulang kali mengucapkan kata keren dan anjrit (ini pujian lho).

Untuk jalan cerita, liat di review di atas atau ke 21cineplex.com ajah yah... ^o^


Keren 1:
Gambir tadinya mampu untuk menghamili pacarnya, tapi kemudian menjadi penderita disfungsi ereksi. Kenapa keren? Sangat masuk akal, karena pacarnya mengaborsi bayinya demi alasan ga mau ortunya punya anak yang hamil sebelum nikah. Trus dia kemakan kata2 seorang Bapak yang istrinya meninggal ketika aborsi ke-7 kalinya, ”Pacar kamu bukan malu, tapi dia ga mau punya anak dari kamu’.
Setelah itu ternyata pacar –yang kemudian menjadi istrinya- minta Arjasa-janin yang diaborsi- disimpan di dalam perut patung bunting yang dibuat Gambir. Dan dengan tanpa daya Gambir menurutinya, bahkan menjadi pelanggan tetap sebuah FrauenArtz guna mengisi perut2 patung buntingnya. Dengan tekanan2 seperti itu, wajar dunk kalo akhirnya dia ’males dan takut’ untuk membuat hamil orang, dan ujungnya adalah disfungsi ereksi?


Keren 2:
Awalnya Gambir mengisi perut patungnya dengan janin bayinya karena dipaksa pacarnya. Dia sampe muntah2 pas mau melakukannya (apa sesudahnya ya? Kulupa... Tapi yang jelas muntahnya kerrreeennn banget! Ku jd ikutan mual). Nah, ternyata patung itu jadinya keren, orang2 pada suka (terutama si Koh Jimmy sang kurator). Akhirnya dia menjadi tersugesti bahwa yang membuat patungnya ’hidup’ adalah janin2 bayi hasil aborsi. Jadilah dia pelanggan si Ibu dokter Linda. Bagian kerennya adalah kepercayaan Gambir akan ’nyawa’ buat patungnya. Walaupun habis itu dia berasa jijik ama dirinya sendiri dan merasa dirinya babi.


Keren 3:
Walaupun klise dan ketebak, tapi tetep aja keren, yaitu pas si gambir memutuskan untuk membunuh semua orang2 di dekatnya (sahabat, ibu dan istri). Keputusannya adalah klise dan ketebak. Tapi kapitalisasinya yang keren. Dia ga bunuh dengan membabi buta, ditembakin semuanya atau tusuk2 semuanya. Tapi dia melakukannya dengan ‚indah’. Alunan musik asik, caranya pun asik dan tenang. Tusuk dada pelan, pindah ke sebelahnya iris lehernya, patahin leher gelas, tusukin matanya, celupin muka maknya ke mangkuk sup, dan judi tembak. Nice!


Keren 4:
Pemisah waktu. Tidak menggunakan keterangan ’beberapa tahun yang lalu’ atau angka tahun. Tidak menggunakan warna hitam putih, tidak juga kata2 verbal. Tapi frame kacamata. Wow... Smart!


Keren 5:
Percobaan pemerkosaan. Walaupun langsung kebayang Ralph Fiennes di The Dutchess (untuk adegan niat perkosanya), inget mas2 di Cruel Intention 2 (untuk gerakan mau ngeluarin alat pemerkosanya), tapi tetep kubilang keren. Setelah di Babi Buta si Pak Joko Anwar beradegan beginian tapi mannnnaaa ekspresinyaaaaa...??? Dengan dia bisa mengarahkan fachri begitu, ku kasih predikat keren deh... Hohoho...


Keren 6, puncak kekerenan:
Pas akhirnya ketauan bahwa Gambir kecil yang berusia 8 tahun membunuh ortunya, trus dia 'sakit' dan telah dirawat selama 10 tahun di RSJ, langsung keluar kata2, ”Anjrit! Kurang ajar ni si Joko Anwar”. Kerreeeennnn abiessss...

Siapapun yang berbuat salah, pasti mencari pembenaran diri, excuses. Dan ketika kesalahan itu begitu besar, hingga diri sendiri pun tak bisa memaafkan, maka halusinasi, imajinasi adalah pembenaran diri yang sempurna.

Gambir kecil yang berusia 8 tahun, tak sanggup lagi menerima siksaan dari mamanya dan kadang papanya. Akhirnya memutuskan untuk membunuh kedua orang tuanya dengan mengiris leher mereka ketika mereka tidur. Dan dia juga ’membunuh’ dirinya sendiri sesudah itu. Tapi rasa bersalah dan menyesal tak pergi dari dirinya. Akhirnya dia ciptakanlah kisah2 yang akan membuat orang maklum dengan perbuatannya itu. Kisah rekaan pertama adalah dengan menciptakan sosok yang lemah yang selalu disetir dan dibodoh2i oleh ibu, istri, dan sahabatnya. Orang2 di sekitar dia dibuat sedemikian rupa hingga nampak sebagai penjahat dan pengkhianat, sedangkan dia adalah si lemah. Tapi itu ternyata tidak cukup. Dia ciptakan lagi pembenaran dalam wujud pastur. Dia menjelma menjadi pastur yang membenarkan pembunuhan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya. Jelas itu ditujukan untuk dirinya.

Kalau film nya diterusin lagi, yang muncul adalah suicidal behaviour dari si Gambir. Pasti akan lebih seruuuu... ^o^


Ada sisi keren, ada juga sisi yang mengurangi kekerenan itu:

Reduktor 1:
Waktu. Ga dibilang si itu setting nya kapan. Apakah masa kini atau lampau atau nanti. Petunjuk waktunya adalah: ”tahun ini tahun babi. Tahun lu!”. Karena shio ku adalah babi, ku langsung berpikir ini tahun 1983. Tapiiii....ko ada iklan 3 jaringan GSMku, Yuasa, dan rokok Diplomat di tembok2nya? Trus ada iklan mbak2 ’Be a good wife. Get a job’ khas jaman jebot? Trus mobil2 nya keren… TV nya juga be-remote. Kalau dipikirin dengan normal, pasti jadi pusing. Tapi kalo ngikutin pola pikirnya Gambir yang schizophren, kita pasti akan maklum...bahkan salut...


Reduktor 2:
Akting si Mbak Marsha yang kurang gimanaaaaa....gitu. Pas dia abis gagal diperkosa suaminya, trus jalan dan kepleset minyak di lantai, kepalanya kepentok laci. Lecet di ujung alisnya (doank). Trus dengan gaya kayak orang sekarat mau mati di sinetron2, dia berkata, ”Aku emang pantas dapat ini”. Adu...adu...adu... Apaan si itu...

Trus lagi...pas si Gambir mau buka pintu ’terlarang’ pake kapak, tiba2 aja dia ada di belakang Gambir dengan nada polos bin datar berkata, ”Jangan buka, plis...”


Reduktor 3:
Tai kucing. Hampir semua tokoh mengucapkan kata itu. Apakah itu tren masa itu seperti org jaman sekarang bilang ’cuy’?. Menurutku akan bagus kalo itu jadi kebiasaan satu tokoh ajah...


Reduktor 4:
Fachri pipis. Ku ga berharap liat dia pipis secara jelas. Liat dia mau buka celana itu udah cukup ko. Tapi kutunggu2 suara pipisnya ko ga ada yaaaa....


Reduktor 5:
Zat pembuat paralisis 10 menit dengan onset beberapa detik. Wuiiiii.... Aje gile ni obat. Belinya di pharmacy lho...tanpa resep pula. Trus bentuk nya injeksi (ampul), tapi dimasukin ke dalam wine. Artinya yang harusnya dikonsumsi secara injeksi (entah intravena, entah intramuskular), sama Gambir dijadikan oral. Artinya bercampur baur dengan larutan asam lambung dulu, baru pindah ke usus halus untuk diabsorpsi. Logikanya, obat itu dah rusak sama asamnya wine dan lambung. Tapi ternyata eh ternyata begitu ditelen langsung berefek. Ruaaarrr biasa! Gini ni kalo pembuat film ga kenal farmakokinetik... Hohoho...


Reduktor 6:
Kenapa pesan moralnya musti dilisankan? Biarin ajalah..biar yang nonton ngerti sendiri... Ga perlu ada kalimat, ”Jika ada seseorang yang melarang kamu membuka suatu pintu, maka jangan kamu buka. Pintu itu adalah pintu terlarang. Setiap orang punya satu”. Aiihhh... Ko jadi kayak tontonan edisi Ramadhan yang tiap akhir tayangan ada pak kyai yang kasih wejangan gini...


Reduktor 7:
Pusparanti sang wartawati. Kenapa dia bawain buku2 textbook Susunan Saraf dan penyakit jiwa untuk si Gambir si?? Mbak...mbak... Dia bunuh ortunya di umur 8 tahun (waktu itu pun rapor dia jelek, makanya mak nya ngamuk), trus dia udah 10 tahun di RSJ. Apa yg membuat mbak berpikir dia cocok dengan bacaan itu? Adu...adu...adu...


Selesai film ini ku jadi inget Valentina's Tango. Bunuh orang2 dekat, 'sakit', RSJ, terobsesi menjadi pendeta.

Oiya, 42651378 itu nomer telpon siapa yah?





33 comments:

  1. cuma baca sampe link2 ttg pujian2.. abis itu gak lanjutin baca, soalnya pengen nonton. katanya jalan ceritanya susah ditebak. klo gw baca ini jd gak susah nebak lagi dong ;)

    ReplyDelete
  2. hoho pengen nonton nih film terbarunya joko anwar, udah tayang ya??? hahaha thanks ta review-nya, semoga masih sempat buat nonton film-nya... kayaknya ni film masuk kategori cult movie deh.....

    hahhhhh si sekar ayu asmara kelihatannya terobsesi dengan darah dan aborsi huhuhuhu......

    ReplyDelete
  3. Film baru ya? Tunggu di You Tube ah...:D

    Filmnya Joko Anwar itu sinematografi dan ceritanya memang bagus. Tp dialognya kadang aneh, tokohnya ada yg terkesan "dibuat2". Contohnya Kala, secara sinematografi sumpah bagus banget. Teknik pengambilan gambarnya, lightingnya, semua oke. Dialog kadang2 nyeleneh. Yang paling bikin saya kesel plus ilfil, tiba2 ada cewek (lupa namanya) berubah jadi "Xena the warrior princess" di akhir film. Saya langsung ngumpat2! Momen penutup malah ngerusak keseluruhan ceritanya.

    Saya ngebayangin, berdasarkan reviewnya Tata, yg film ini dengan mudah akan saya kagumi, pada saat yg sama, juga mudah dicela (ditemukan flaws-nya)

    PS: sy emg ga sk marsha timothy. aktingnya kualitas sinetron.

    ReplyDelete
  4. Kalau dah nonton lanjutin bacanya yaaaa....

    *tapi ni emang kepanjangan si...hihihi...*

    ReplyDelete
  5. Bagiku tetep ini education...^o^

    Tapi bisa juga peluang untuk jualan.... *yak kami menyediakan terapi farmasetik untuk gangguan schizophrenia, schizoaffective disorder dan suicidal behaviour... hohoho...*

    ReplyDelete
  6. Ya gitu deh...tak ada yang sempurna... *tapi cela nya termaafkan ko dengan kekerenannya...*

    ReplyDelete
  7. Habisnya aku keduluan ama kalian semua dalam menulis review... Masa iya ku nulis hal yang sama ama kalian? *semangat being different berkobar2... Hohoho...*

    ReplyDelete
  8. eh ta, udah liat film "insanitarium" belum?? tuh film kayaknya tentang schizo dan kawan2 itu deh.... tapi kusaranin, kalo nggak kuat sama darah, jangan nonton, nggak ada yang bisa didapet kecuali trauma sama orang gila dan kelainan sejenis..... bloody everywhere

    ReplyDelete
  9. Bluuuuummmmm....

    Ku dulu ga suka, tapi semenjak memaksakan diri nonton Tarantino's, ku jadi kebal ma darah2... Ku bisa menyikapinya dengan ketawa...

    Untuk kelainan sejenis, jangan bilang itu kelainan... Pliss... Ku sangat tertarik dengan isu itu.. Jadi oke ajah untuk menontonnya...

    *telp mas2 tukang DVD aaaahhhh....*

    ReplyDelete
  10. eh ta, jangan nyesel ya, film nya jelek kok, hehe, cuman bikin trauma, gak kayak filmnya tarantino, jauuuuuuuh bgt..
    eh ta, tau beli dvd film nya tarantino nggak dmana di jakarta? kali aja tar pas ke jakarta mo beli. aku nyari2 pas di bandung kagak ada..

    ReplyDelete
  11. eh ta, jangan nyesel ya, film nya jelek kok, hehe, cuman bikin trauma, gak kayak filmnya tarantino, jauuuuuuuh bgt..
    eh ta, tau beli dvd film nya tarantino nggak dmana di jakarta? kali aja tar pas ke jakarta mo beli. aku nyari2 pas di bandung kagak ada..

    ReplyDelete
  12. eh ta, jangan nyesel ya, film nya jelek kok, hehe, cuman bikin trauma, gak kayak filmnya tarantino, jauuuuuuuh bgt..
    eh ta, tau beli dvd film nya tarantino nggak dmana di jakarta? kali aja tar pas ke jakarta mo beli. aku nyari2 pas di bandung kagak ada..

    ReplyDelete
  13. Ni kenapa 3 kali si? kau pikir Untung Beliung Britama? Hohoho....

    Km mau Tarantino's? Beli punyaku aja mau ga? Kukirim deh... Hohoho...
    Ku ga pernah ke pusat perbelanjaan untuk membeli DVD, ku cukup telp atau SMS film apa yang kumau kemudian mengambilnya di rental sebelah... Praktis kan? ^o^

    Mau? Mau? Mau?

    ReplyDelete
  14. aduh, aduh, lu tuh teliti sekali, kayak bibi titi teliti dari keluarga bobo hehehehe

    ReplyDelete
  15. Lho aku belum kenalkan diriku ke kamu yah? Kenalin saya Baba tata telata... Hohoho...

    *kuulangi sekali lagi: habisnya aku keduluan ama kalian semuaaaaaa.... Ku tulis 'bahan mentah' reviewku aja deh... Hohoho...*

    ReplyDelete
  16. Hai ta, ni adam dwi di FB. Soal pinter gw pny spekulasi besar buat matahin redaktor2 yg merusak jalan cerita pinter:

    INI CUMA IMAJINASI DAN GAK LEBIH DARI PEMIKIRAN ORANG GELO BELAKA, jd prcma lo mkr2 redaktor. Gw jg ky lo tp kt harus nyadar intinya dan ingat satu kata:
    TIDAK BOLEH ADA PERTANAYAAN!
    Peace..

    ReplyDelete
  17. Ya ampun ya ampun ya ampun...

    Aku beneran ampe mikir lamaaaaaaa banget... Redaktor apaan si? Asal kata redaksi, pelakunya berarti redaktor. Trus redaksi yg mana yg dimaksud...

    Setelah pusing, akhirnya ku scroll naek, liat lagi review aku, mengenang masa itu...dan akhirnya! Aku ngerti maksud kamuuuuu.... Maksudnya 'REDUKTOR' yaaaaaa???!!!

    Ya ampun ya ampun ya ampun....

    berikut responku setelah mengerti komen kamu...Hohoho...
    Ya kan ku dah setuju kl ini keren krn disusun oleh si fachri yang schizophren. Ummmhhh... *mendadak lupa akan apa aja yg kuanggap sebagai reduktor*... ummhh...*mendadak amnesia*.... ummmhhh.... Iya deh setuju dengan TIDAK ADA PERTANYAAN..

    Hohoho....

    ReplyDelete
  18. Akhirnya kubaca lagi review yg kubuat, dan ku berkata, "Ya ampun aku pernah nulis ini!"

    Lihatlah quote-ku... Kukatakan aku salut lho...

    ReplyDelete
  19. HAHAHAHAH....

    maap2 mba tata.... gw dari hape tadi jadu males ke atas lagi...hihihi...

    btw, salam kenal yah..

    ReplyDelete
  20. Pokoknya Pintu Terlarang keren, Ta. aku juga nyadar kok banyak bloopersnya, banyak banget! Tp tetep aja keren!
    hahaha

    review yang gokil!

    ReplyDelete
  21. Yupe... Emang keren! Padahal aku waktu itu (dan mungkin sekarang) biasa aja ama Joko Anwar..bahkan ga ngerti dia siapa... Jadi penilaianku objektif lho..

    Thanks yah udah betah baca bahan mentah review-ku.. ^o^

    ReplyDelete
  22. Objektif bgt review kamu..
    berimbang. hehe
    ..aku ngasih 5 bintang di review-ku! pengennya c 6 bintang! haha

    ReplyDelete
  23. gue bilang ini ke joko anwar dan diabilang : dunia film gak sama dengan dunia nyata, apalgi elo ngebahas tentang pintu terlarang...

    gue diem seribu bahassa.

    ReplyDelete
  24. itu kan anagram...

    tau kan? herosase dan kalo diubah jadi 12345678 bakalan jadi seahorse alias kuda laut... ada hubungannya sama obat disfungsi ereksi...

    joko anwar emang edan... tidak boleh ada pertanyaan

    ReplyDelete
  25. Jiahahaha... Untuuuunnggg aku ga nanya2... untuuuung ku kasih kata 'salut'... Hohoho...

    ReplyDelete
  26. OH.MY.GOD.

    Mana ku kepikiran ituuuuu...

    A.N.J.R.I.T.

    ReplyDelete
  27. HEROSASE mestinya "43767273" bukan 42651378
    dan yg soal anagram, HEROSASE memang anagram dari SEAHORSE. Tp soal nomer itu.. gak ah.

    ReplyDelete
  28. aku ternyata orang yang sangat sangat tidak skeptis. Ketika Chandra ngasih tau itu anagram, dan tentang angka2, ku cuma cek 2 huruf dan stop.

    Akhirnya ku cek lagi.. Masuk, ko Shan...

    S = 1
    E = 2
    A = 3
    H = 4
    O = 5
    R = 6
    S = 7
    E = 8

    Maka, HEROSASE = 42651318 atau 42651378 karena S=nya ada dua..

    Ni kenapa kita bahas yak?

    ReplyDelete
  29. ^o^

    kalau 'kalian' brarti aku termasuk yah? Senangnya!

    ReplyDelete
  30. Ya, tentu..!!
    seneng d, tmen2ku di Multiply pada pintar dan keren!

    ReplyDelete
  31. To recover from the Schizoaffective Disorder patient should follow some steps. Firstly to accept that you have a prolonged illness, then plan a regular, consistent, predictable daily routine, Identify your strengths and limitations etc.

    ReplyDelete